
Pria itu hanya mengangguk pelan tanpa menoleh ke arah elisa yg sejak dari tadi menebar senyumnya .
Arayy, panggil gadis itu sembari menekuk wajah nya murung, " Aray kenapa sih cuman perhatikan buku,?harusnya aray perhatikan elisa, kalau gini elisa juga jadi iri ke bukunya. "
Tak ada suara dari keduanya terutama pada elisa , bibirnya terasa terkunci tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun, tatapan yg selalu menghidupkan jiwa-jiwa yang mati,tatapan yang amat sendu, dan penuh kehangatan didalamnya.
Darah memompa kuat, jantung tak berhenti berdetak semakin lama semakin cepat, rasa nyaman yg terus menyelimuti seakan ingin menghentikan waktu.
Tatapan itu benar-benar membuat ku jatuh dalam jurang khayalan, yg selalu membuat ku berkhayal menjadi kekasihnya .
"Aku ke kelas " ucap pria itu singkat dan beranjak pergi dari kursinya, sedangkan gadis itu masih berusaha mencerna perkataan pria yg berjalan meninggalkan nya tanpa bicara banyak.
Yaaaaa....
Aray, tega maah aray ke elisa, jangan cuman buku yg diperhatikan tapi elisa juga mau Aray diperhatikan .
Aray......."Elisa suka sama Aray ", teriak gadis itu menggema diseluruh koridor sekolah, entahlah ucapan gadis itu membuat kaki pria itu berhenti .
Harapan demi harapan seorang elisa , ia berharap pria itu berbalik badan dan membalas perasaan elisa penuh cinta .
Namun hal itu tak kan terjadi , sebab pria didepanya bukanlah pria yang gampang membuka hati dan dapat ditebak sifatnya .
Arayyyyy.........π£π£
Elisa suka Aray.....balas cinta Elisa , Arayyyy....!
teriak kan terus terdengar namun kali ini semakin keras , tapi keadaan tak berubah pria itu tetap melanjutkan jalannya yg sempat terhenti sejenak.
Waktu terus berjalan ,cepat atau lambat pria itu semakin jauh meninggalkan gadis itu sendiri , kini mata gadis itu hanya dapat memandang punggung pria jangkung yg hilang dibalik tembok-tembok koridor .
{β‘β‘β‘β‘-->β‘βππ
"Elisaaa" jangan bengong dong,
ucap seorang gadis sebayanya yg duduk tetap disebelah elisa.
__ADS_1
"Lagi pula,km itu cantik udah jelas banyak yg ngantri buat jadi pacar km," jadi km gk usah susah payah mengejarnya cinta , kalu ada yg dekat kenapa km memilih yg jauh.?
"Elisa itu udah suka yeni " ...
"iya , iya , iya elisa aku tau , tapi kalu yg km pertahankan cowok yg merek nya selevel aray ".......sumpah so Aray ituπ¦.
Ucapannya terputus, gadis yg bernama yeni itu hanya memutar bola matanya malas kemudian melanjutkan ucapannya yg belum sempat ia ucapkan .
" Eeemmm karena, Aray itu kayaknya gk normal,"
Yaaa.....yeni ngomong apa sihh ? Elisa gk suka kalu yeni bilang kaya gitu."
"Iya , iya maaf , habisnya km tau sendiri kan kaya mana itu aray , tapi kalu kamu bahagia dengan kondisi ini,
aku bisa apa selain dukung sama kasih semangat buat teman ku yg satu ini."
"Hmmm....Elisa bakal buktiin kalu Aray bakal jadi pacar elisa , "ucap gadis itu penuh semangat .
"Ya udah ,kalu gitu gak usah melamun ,lebih baik km ke perpus soo.....aku lihat aray ke perpus ."
Tanpa pikir panjang elisa beranjak dari kursinya , membalas senyuman yeni yg tulus .
Perlahan gadis itu keluar kelas , dengan langkah semangat ia sedikit berlari menuju perpus yg hanya beda 2 lantai dari kelasnya.
Samar -samar terdengar seseorang pria yang tengah menyanyi dengan lirik yg di karang sendiri.
"Asikkk, oya , oya ketemu bidadari yg lagi jalan sendiri ,"
Tebar senyum manis yg meluluhkan hati, tak sanggup apabila tak lihat wajah nya tuk kali ini.
ho ho ho ho.....
Elisa, mau kemana ?
wajahmu penuh warna, seakan ada sesuatu yg sangat istimewa yg kau nantikan.
__ADS_1
Sa, mau ke mana ?ulang pria itu kembali.
"Mau ke perpus"
jawab elisa singkat tanpa basa basi lalu mulai berjalan melewati pria itu yg berdiri di depannya.
"Elisa,"
tegur pria itu sembari mencengkeram tangan kanan milik elisa .
Kamu mau nemuin aray ?
iihhh..... apa aan sihh, sok tau banget.
Jelas tau, tadi Aray lewat sini .
Hihihihi.........Seorang elisa tertawa samar ,lalu mendekatkan wajahnya ke arah pria itu, panggil saja Fadil, pria yg sudah dikenal memang menyukai Elisa .
"Fadil gk boong kn, kalau gitu lepasin tangan elisa elisa mau nyusul Babang Aray ".
"Berarti iya, km mau ke perpus nemuin Aray"? tanya Fadil penuh menyelidik.
"Emmm.....y udah lepasin" , pinta elisa yang berusaha melepaskan cengkeraman tangan fadil kuat di tangannya .
Fadil, elisa bilang lepas ya lepas, elisa mau ke perpus paham gk sihhh, kalau fadil g mau lepas sin tangan elisa ......Emmm........
Gadis itu menyipitkan matanya lagi , dan semakin mendekatkan wajahnya ke arah pria itu.
"Elisa gk mau bicara lagi sama fadil, elisa gk bakal anggap fadil salah satu cowok yg suka ama elisa.!!
O iya satu lagi, elisa bakal teriak , terus bilang sama
kepsek kalau fadil melarang elisa pergi ke perpus".
Assahhhhh........fadil menarik napas dalam , memutar bola matanya ke arah lain , sedangkan elisa mengambil kesempatan itu untuk melepas tangan ya dari fadil dan lari meninggalkan semuannya .
__ADS_1