Hidup Kelam Ku

Hidup Kelam Ku
part 10


__ADS_3

pagi pun telah tiba dari semalam aku nggak bisa tidur dan kebetulan suamiku tidak tidur bersamaku dia tidur di kamar tamu dan aku tidur sendiri


dret dret


suara hp-ku berbunyi aku pun meraih hp-ku dan aku melihat ada nama ibuku disana


"halo assalamualaikum Bu"


"waalaikumsalam Lauren kenapa nggak pulang bukannya ada ujian semester ya kenapa nggak pulang"


"nggak papa Bu kayaknya aku mau minta izin aku nggak enak badan"


"kamu sakit kok suara kamu seperti orang nangis apa lambung kamu kambuh lagi "

__ADS_1


"ah nggak apa-apa Bu aku nggak apa-apa beneran kok ibu enggak usah khawatir ya"


aku pun matikan telepon ku dan aku merapikan barang-barang ku aku mau pulang ke rumahku tak berapa lama aku mendengar suara


Lauren ibu nelpon katanya kamu sakit apa benar lambung kamu kamu lagi"ucap kakakku sambil menggedor kaca jendela kamarku sebenarnya ibu mertuaku ada di luar


ah nggak aku teh enggak apa-apa bilang aja sama ibu nggak usah khawatir ya aku nggak apa-apa kok"jawab ku sambil menahan tangis


ya sudah cepetan gih kamu pulang nanti telat sekolahnya katanya mau balik ke rumah ibu kamu mau sekolah buruan sana pulang telat nanti sekolahnya"ucap ibu mertuaku di depan kakaku sendiri dan itu teh Zaira


tidak apa-apa kok teh teteh pulang aja sana ada yang harus aku urus kak sebaiknya tidak di sini nanti dicari anak teteh loh pulang aja sana aku nggak apa-apa kok aku bisa urus masalahku sendiri"ucapku menyuruh tetehku pulang karena aku merasa tidak akan baik-baik saja jika ada kakak ku di sini


sana pulang aja nanti telat lagi sekolah buat apa lagi udah nikah mau sekolah"ucapan ibu mertuaku berhasil membuatku mengambil tas dan handphoneku aku tidak membawa baju aku tidak membawa apapun hanya handphone sama tas yang kubawa

__ADS_1


sebelum aku keluar aku mendengar bahwa ibuku pergi entah kemana ibu mertuaku pergi dan suamiku ada di sana yang kudengar hanyalah


awas kalau kamu membela istri kamu yang enggak berguna itu biarin dia pergi suruh dia pulang jangan kamu ladenin dia jangan kamu anterin dia biarin dia pulang sendiri"setelah mendengar ucapan itu aku langsung keluar dan kulihat ibu mertuaku enggak ada betul saja suamiku emang penurut kepada orang tuanya dia tidak melirikku aku pun langsung pulang tanpa pamit tanpa berkata aku langsung pergi begitu saja omongannya berhasil membuat aku merasa sakit hati


di perjalanan aku jalan kaki pulang aku terus menangis aku terus meratapi nasibku sendiri aku bener-bener membenci diriku sendiri nya aku membenci nasibku sendiri kenapa nasibku yang seperti ini


Delon PO


hatiku ingin mengejar istriku aku merasa sedih melihat istriku terus-terusan menangis tetapi aku bukan orang yang suka membangkang kepada orang tua akupun menurut kepada kedua orang tuaku membiarkan istriku pulang sendiri aku sempat berpikir seharusnya aku mengantarkannya ke rumah dan bicara kepada orangtuanya baik-baik tetapi orang tuaku melarangku aku pun diam saja aku tidak berani berkata apa-apa


jika orang tuaku sudah melarang maka aku tidak akan melakukan apapun aku adalah orang yang nurut kepada kedua orang tuaku mau baik mau buruk aku selalu nurut kepada orang tuaku aku menangis melihat istriku pergi tanpa membawa apapun hanya tas kecil dan handphone saja


awalnya aku mau menyusul istriku tapi ibuku pulang yang dia tidak memperbolehkan aku menyusulnya ibu bilang aku harus nurut kepada kedua orang tuaku sebenarnya merasa laki-laki yang tidak berguna buat istriku apalagi melihat istriku punya penyakit mahg

__ADS_1


membuat aku merasa kasihan aku menyayangi istriku akan tetapi aku juga menyayangi kedua orang tuaku


__ADS_2