
1 bulan telah berlalu
loh kok gitu ah enggak bisa gitu dong"jawab aku dengan kesal
sudahlah lagian aa nafkahin kamu, kamu harus nurut sama suami"
tapi kan"
nggak ada tapi-tapian lagi kamu harus nurut sama suami"suamiku melarang keras aku berjualan online entah apa yang terjadi kenapa tiba-tiba dia melarangku buat jual online
aku udah dari dulu jual online kenapa Aa tiba-tiba ngelarang aku kayak gini"aku masih mencari di mana letak kesalahan ku sedangkan aku sudah dari dulu seperti ini jual online
sudahlah enggak usah dibahas lagi nurut aa sama suami aa capek mau tidur"jawabnya sambil langsung tidur
sebenarnya aku kesel aku mau marah tapi mau gimana lagi dan aku pun cuma bilang "iya" kepada Delon
Delon PO
sebenarnya aku merasa kasihan kepada Lauren yang harus berhenti berjualan online
tapi aku malu bila melihat istriku terjual online kebanyakan orang yang bicara bahwa aku tidak mampu menafkahi istriku sehingga istriku berjualan online yah meskipun istriku sudah lama berjual online sebelum kami menikah
kok tega sih biarin bini Lou jual online apa lo kurang mampu membiayai dia sehingga dia masih mempertahankan jual online-nya"seraya ucapan itu terngiang-ngiang di kepala saya itu perkataan teman-teman bekerja saya
__ADS_1
dan itu berhasil membuat saya menyuruh istri saya berhenti berjualan online
melihat istri saya menangis sejujurnya saya tidak tega tapi kebutuhannya itu tanggung jawab saya ya dan saya mau menafkahi In dia lahir batin saya tanpa dia melakukan apapun
itu juga cita-cita ku menjadi pembisnis kenapa melarang aku kenapa nggak sekalian aja sama sekolahnya yang dilarang kenapa semuanya jadi seperti ini aku menerimamu menikah denganku tanpa dasar cinta tapi kenapa aku nggak dibebaskan kau aku cuma jual online kenapa kamu sampai tega seperti itu kepadaku" ucapnya membuat saya kikuk dan kasihan apalagi melihat dia menangis
Aa minta maaf Neng tapi Aa mau nafkahin kamu sendiri tanpa kamu cari uang Aa mau membeli kebutuhan kamu dengan uang Aa sendiri bukan pakai uang kamu aa suami kamu harus bertanggung jawab atas kamu harus menafkahi kamu"
sejujurnya aku tidak tega melihat dia menangis tapi inilah jalan satu-satunya agar orang tidak memandang kami buruk aku cukup malu dengan perkataan orang-orang yang berbicara bahwa aku tidak mampu menampung kain istriku sendiri sehingga istriku mencari nafkah sendiri
aku tidak bilang kepada istriku bahwa ucapan orang-orang lah yang membuatku malu aku menutupi semuanya darinya aku hanya melarangnya
Dan semoga saja ini menjadi awal yang baik buat kami sejujurnya melihat istri ku menangis tersedu sungguh aku merasa iba kepada diriku sendiri yang membiarkan istriku menangis karena aku
30 bulan telah berlalu
oh ya aa cepetan dong"
iya bentar Neng Aa siap-siap dulu"
suamiku pun keluar dia mau minta izin bahwa kami mau pulang ke rumah ibu Bu
apa-apaan sih kamu tuh gak malu bolak-balik terus ke rumah mertua"itu yang kudengar sangatlah keras dan itu perkataan ayah mertuaku
__ADS_1
sudahlah diam saja di rumah buat apa sekolah gak guna juga ngapain sekolah diam aja di rumah udah jadi menantu udah punya suami juga kamu sebagai suami harusnya melarang istri kamu buat kayak gitu"suara itu benar-benar berhasil buat aku menangis aku enggak menyangka berakhir seperti ini tidak seperti biasanya
ckleet
aa minta maaf ya sama kamu kayaknya kita nggak bisa pulang ke rumah ibu kamu dulu deh"itulah yang diucapkan suamiku
sebenarnya aku sudah mendengarnya tapi aku pura-pura tidak mendengar aku pun hanya membereskan barang-barang setelah mendengar perkataan suamiku air mataku aku tidak bisa lagi aku bendung dan akhirnya lolos begitu saja aku langsung menangis apalagi aku ada ada ujian semester di mana sebentar lagi ujian nasional dan kelulusan ku
tapi a besok kan hari Senin aku harus sekolah besok ada ujian semester ini praktek buat aku sebentar lagi ada ujian nasional "ucapku sambil menahan tangisku hanya air mata yang lolos dari mataku
ckelt
pintu kamarku terbuka aku tidak melihat siapa yang masuk karena suamiku berada di sebelahku aku hanya menahan air mataku saja dan diam tidak berkata apa-apa
kamu itu wanita buat apa sekolah nurut sama suami lagian udah nikah juga masih aja nerusin sekolah kamu buat apa sih nggak guna juga mau jadi apa kamu tuh sama aja kamu itu hanya ngurus suami saja nantinya"ucapan ibu mertuaku berhasil membuat aku ngilu Dan iba aku merasa tidak berguna bukannya waktu itu mereka menyetujui ku sampai ku lulus sekolah aku bakalan sekolah meskipun menikah
tapi kenapa mereka melarang aku di saat semuanya akan berakhir, di saat sebentar lagi aku akan lulus sekolah tetapi mereka malah bilang seperti itu sebenarnya aku ingin menjawab perkataannya tapi aku diam saja aku bersumpah kepada diriku sendiri akan membuktikannya suatu saat nanti kalau aku bisa sukses
dasar wanita gak tau diuntung udah punya suami baik bertanggung jawab mau ngelakuin apa buat kamu kamu tahu enggak di kampung kita ini gak ada tuh yang udah punya suami masih sekolah dia maju di rumah urus suami yang baik nyusahin aja bisanya suami bolak-balik kesana-kemari malu-maluin aja kamu"lanjutnya ucapannya sungguh membuat aku menangis aku merasa aku direndahkan aku diremehkan aku dikatain aku mau malu kan kan aku sungguh tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi aku pun tidak menjawab perkataannya aku hanya diam saja
sudah lama bukannya kita waktu itu ngijinin Lauren buat sekolah kenapa mama ungkit-ungkit itu lagi sudah sekarang dia juga mau lulus sekolah kenapa Mama bilang seperti itu"
kamu tuh jadi anak mama harusnya dia nggak usah ngejawab mama jadi anakmu durhaka kamu sama orang tua sudahlah urus tuh istri kamu yang nggak becus dan gak berguna itu"
__ADS_1
maunya senang doang tinggal di sini buat pusing aja mau ini mau itu sekolah, sekolah buat apa sekolah nggak penting banget dasar menantu gak tau diuntung"