Hidup Kelam Ku

Hidup Kelam Ku
kesedihan ku


__ADS_3

sudah lah neng emang bener ko apa yang di katakan mama mending kamu berhenti sekola"ucap suamiku Delon aku benar-benar merasa iba kepada suamiku yang tidak bisa membela ku


loh a bukannya waktu itu kita udah sepakat ya kalau aku sekolah dan tidak akan diganggu gugat lagi kenapa kok sekarang jadi begini"ucapku sambil terus menangis


tapi memang bener kok toh kamu hanya ibu rumah tangga kan nantinya cuma kan ngurus suami dan juga anak buat apa juga kamu sekolah"

__ADS_1


jadi ngelarang aku juga kok jadi seperti ini ini kan udah perjanjian waktu mau nikah ah bener-bener tega ya bener-bener egois"


bukannya aku egois tapi emang kenyataannya seperti itu sudahlah lupakan saja sekolahmu itu kamu harus nurut sama suami kamu bukannya nya kalau melakukan apapun harus dapat ridho dari suami dulu"


tapi kenpa dulu bilangnya ikhlas kalau neng sekolah senggak nya bolehin Neng sekolah ini udah mau akhir ujian Nasional kenapa tiba-tiba ngelarang juga seenggaknya biarin Neng sampai lulus sekolah dulu"

__ADS_1


aku pun langsung berdiri dan mengambil handphone sama dompet dan kebetulan jam sudah menunjukkan pukul 21 dini hari sebenarnya kami niat pulangnya itu jam 5 sore tapi karena perdebatan yang terus-menerus akhirnya kami nggak jadi pulang setelah mendengar perkataan mertuaku aku langsung mau pulang tetapi sayangnya dilarang sama suamiku


ini udah malem kamu nggak baik pulang besok aku antar kamu pulang enggak sekarang"ucapnya sambil menahan tanganku supaya aku tidak pergi aku pun terus memberontak karena suamiku tak kunjung melepaskannya aku pun terdiam dan tidur sambil terus menangis


sepertinya dia mau pulang ntar ke rumah kamu apa ke rumah orang tuanya saya nggak tahu deh dia itu keras kepala banget sih jadi menantu"samar-samar aku mendengar suara itu entahlah ayah mertuaku berbicara sama siapa aku pun tidak tahu tapi sepertinya ia membicarakan permasalahan ku

__ADS_1


malu-maluin banget punya menantu seperti itu enak aja punya suami sekolah-sekolah mau jadi apa dia itu malu-maluin gak ada di kampung kita yang kayak gitu kalau dia mau sekolah ngapain dia nikah ya sudahlah dia nggak usah nikah saja"ucap ibu mertuaku dan itu cukup keras dan jelas aku mendengarnya aku pun semakin menangis menahan rasa sakit dihatiku


aku tidak berbicara kepada suamiku dia berada diluar bersama ibu mertua dan ayah mertuaku aku tidak keluar kamar cukup sakit aku mendengar perkataannya aku dikunci di dalam kamar sendiri aku benar-benar menangis aku benar-benar merasa wanita yang tidak beruntung dari masa lalu sampai sekarang aku adalah wanita yang terus menderita karena pendidikanku aku jadi seperti ini tapi aku tidak menyalahkan pendidikanku dan aku berpikir mungkin dengan cara ini aku bisa melanjutkan pendidikan ku aku dan mungkin saja suamiku akan menceraikanku aku pun sudah berjanji jika suamiku menceraikanku maka aku akan merantau ke kota dan aku akan mengejar cita-citaku disana aku akan membuktikannya kepada mereka bahwa aku mampu menjadi sukses


__ADS_2