
" Sar....Sar... ! kamu kenapa ? ko malah bengong. " Ucap Sisil saat melihat Sarah terbengong.
" Eh ... Sil....! tadi aku kena marah orang ..! " ucap Sarah.
" kena marah orang maksudnya siapa yang marahin kamu ?" tanya Sisil.
"Tadi ada pemuda ganteng setelan jas. mungkin tamunya bos jatuh gara - gara lantainya masih basah . Terus orang itu negur saya. kalau kejadian seperti itu lagi dia akan laporin ke pak Bayu dan suruh pecat aku Sil...! " ucap Sarah menjelaskan.
" Oh seperti itu...! Ya udah kamu hati - hati kerjanya dan lebih teliti lagi terus kalau sedang ngepel kamu kasih tanda biar kalau ada orang yang lewat itu bisa lebih hati- hati lagi. karena tau lantainya masih basah jadi kamu juga ga disalahin kalau kamu udah ngasih tanda. "Ucap Sisil memberi tahu.
" Orang itu juga tadi ngomong seperti itu karena ga ada tanda jadi dia juga ga hati - hati dan akhirnya terjatuh. Aduh hari pertama kerja udah sial. " ucap Sarah.
" Ya udah ayo kita lanjutin kerja. Nanti kalau kita ngobrol dan kelihatan atasan malah kena teguran lagi. " ucap Sisil .
" Iya Sil....!! " jawab Sarah.
Setelah obrolan mereka selesai mereka berdua melanjutkan pekerjaannya lagi dan sekarang Sarah lebih hati - hati lagi dalam bekerja.
Siang hari waktu jam makan siang tiba. Sisil mengajak Sarah untuk makan di kantin tempat ia bekerja. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Rendi orang yang terjatuh tadi pagi saat Sarah mengepel lantai.
__ADS_1
Sarah mencubit tangan Sisil dengan posisi kepala tertunduk.
" Siang pak...!!! " ucap Sisil saat berpapasan dengan Rendi.
" Aduhhh.... !!! kenapa sih kamu mencubit tangan aku kan sakit. " ucap Sisil
" Swuttttt ... diem Sil. " Ucap Sarah.
" Ada apa sih ...! kamu itu aneh tau gak.. ? ." ucap Sisil.
"Diem makanya ...! tuh itu tuh yang tadi negur aku pagi tadi ." ucap Sarah.
" Yang mana ...? " tanya Sisil penasaran.
" Oh ..itu pa Rendi anak pemilik perusahaan. ini. " Ucap Sisil.
" Oh ..... jadi namanya Rendi .Dia anak bos kita. Aduh aku udah bikin kesalahan sama dia apa dia akan memecat aku Sil. " ucap Sarah.
" Udah kamu gak usah pikir macam - macam . Pak Rendi itu orangnya baik ko. tadi kamu kan udah di kasih peringatan yang penting kamu jangan mengulangi kesalahan yang sama. " ucap Sisil menenangkan Sarah.
__ADS_1
" Tapi kalau baik kenapa pas kamu menyapa pak Rendi tadi pak Rendi gak jawab dan terus saja jalan. " ucap Sarah .
" Oh mungkin tadi dia lagi nelpon makanya ga jawab...! ya udah kita pesan makanan dulu nanti malah jam istirahatnya keburu habis. " ucap Sisil.
Sarah dan Sisil akhirnya menuju kantin dan memesan makanan .
" Kita makan dimana ? " tanya Sarah .
" Tuh disana mejanya masih kosong. " jawab Sisil.
"Ya udah yu ..... kita bawa makanannya kesana. "ucap Sarah.
Saat ini Sarah dan Sisil sedang menyantap makan siangnya di kantin tempat mereka bekerja.
Sore harinya setelah pekerjaan mereka berdua selesai dan sudah diganti sama yang masuk shift 2 . Sesuai rencana Sisil dan juga Sarah sebelum pulang ke kontrakan mereka akan mampir dulu ke pasar. Untuk membeli beras dan sayuran. Ya mereka belum bisa membeli banyak sayuran karena belum mempunyai kulkas buat menyimpan sayuran tersebut. Yang lebih pokok mereka menyetok beras saja. Kalau masalah lauknya bisa beli .
" Yu kita mampir ke pasar dulu beli beras karena persediaan beras udah habis. nanti kita pulang kita masak . sayuran sama lauknya beli secukupnya saja buat makan malam sama besok saja karena kita belum ada kulkas buat menyimpannya. Kalau beli banyak - banyak takut nanti rusak . " Ucap Sisil .
" Ya udah Ayo kita berangkat nanti malah keburu magrib kita nyampe kontrakan. " jawab Sarah.
__ADS_1
" Tuh kebetulan sekali udah ada angkot. Yu kita naik . "Jawab Sisil.
Mereka berdua akhirnya meninggalkan tempat kerjanya dan menaiki angkot menuju pasar.