
Sarah dan Sisil sudah kembali dari pasar. Mereka membawa belanjaan untuk di masak.
" Masih rame juga ya Sil pasarnya padahal udah sore ." Ucap Sarah .
" Iya namanya juga bukanya non stop 24 jam jadi kalau butuh keperluan buat masak ga perlu takut. Cuma kalau kita belanja malem banget disini sudah susah cari angkot. " Ucap Sisil.
" Ya lah kalau udah malam mah mau istirahat kali supir angkotnya. Ya udah yu kita masak dulu. Aku bersihin ikannya dulu ya. kamu masak nasi. " ucap Sarah.
" Ayo aku juga udah lapar nich pengen makan. " ucap Sisil.
Mereka berdua saat ini sedang masak untuk makan malam. Selesai masak mereka pergi mandi dan shalat magrib terlebih dahulu. berhubung waktu sudah masuk magrib.
" Sar ... ayo kita makan kamu udah shalatnya belum ! " tanya Sisil.
" Udah ...! ya udah ayo kita makan dulu aku juga udah lapar. "ucap Sarah.
Mereka akhirnya makan dengan lauk seadanya . Ada ikan goreng , goreng tempe plus sayur bayam ditambah sambal.
" Ini sayurnya harus dihabisin karena kalau sayur bayam itu ga boleh disimpan ga bagus buat kesehatan. " ucap Sisil.
" Enak juga ya makan kaya gini juga nikmat banget jadi nambah lagi nasinya. " ucap Sarah.
" Dasarnya aja kamu lapar... ! " ucap Sisil.
" He...he.. tau aja kamu. !" jawab Sarah.
Mereka berdua sangat menikmati makanan seadanya itu.
Selesai makan mereka berdua langsung menonton TV sambil tiduran. Hingga tidak terasa mereka berdua terlelap dengan TV yang menyala.
Tengah malam Sarah terbangun dan TV masih menyala. Ia langsung mematikan TV lalu pergi ke kamar mandi buat buang air kecil. Saat Selesai buang air kecil Sarah mendengar suara kayu patah.
__ADS_1
" plak .......!!! "suara kayu patah ke injak.
" Suara apa tuh kaya ada kayu patah ke injak. jam betapa ini. "batin Sarah dan langsung melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul satu malam.
" Udah malem banget liat keluar jangan ya...! aduh siapa ya jangan - jangan maling. aku intip aja dulu . "Batin Sarah .
Sarah mengintip dari celah lubang yang ada di dapurnya ternyata benar ada orang pakai topeng mencoba membuka pintu dapur tetangganya.
" Benar itu maling kayanya. Gimana nich ...! aku bangunkan Sisil aja. " batin Sarah.
" Sil...Sil .. .bagun Sil. .! " ucap Sarah membangunkan Sisil.
" Ada apa sih Sar masih malem tau..! " ucap Sisil dan tertidur lagi.
" Ih ni anak malah tidur lagi. Bagun Sil ada maling ..! "ucap Sarah.
" ahhhh .....apa ada maling. ...! "ucap Sisil.
Sarah dan Sisil akhirnya mengintip dari celah lubang. Dan benar saja ada orang yang mencoba masuk lewat pintu belakang tetangganya.
" Sil kamu ketok pintu kasih tau warga lewat depan aku akan awasi orang itu. " ucap Sarah.
" Ih ogah ah aku takut keluarnya kamu aja...? " ucap Sisil.
"Ya udah aku yang panggil warga. "ucap Sarah.
Sarah keluar lewat pintu depan dan mencoba memanggil warga . Saat ia mau mengetuk pintu rumah yang punya kontrakan ada warga yang sedang keliling ronda.
" Oh ... itu dia ada yang lagi ronda. "batin Sarah.
" Pak... kebetulan sekali ada bapak - bapak. Ayo pa ....! ada orang yang mau masuk rumah pak Rokib dari arah pintu belakang . kebetulan rumah pak Rokib kosong karena lagi ditinggal mudik . " ucap Sarah.
__ADS_1
"Ya udah ayo kita kesana. "Ucap pak Selamet yang sedang bertugas Ronda. Sarah dan yang lainnya langsung menuju rumah pak Rokib.
Dan benar saja pintu belakang pak Rokib sudah terbuka.
" Hati - hati pak takutnya orang itu bawa senjata. "ucap Sarah.
"Iya neng... ! Neng tunggu aja disini kalau ada apa - apa neng teriak aja panggil warga yang lain. "ucap pak Selamet.
" Iya pak ...! "ucap Sarah.
Dan rombongan pak Selamet pun masuk. dan benar saja maling itu sedang mengacak - ngacak rumah pak Rokib.
" Maling .....maling...! "pak Selamat teriak memanggil warga lain.
Otomatis maling itu kaget dan berusaha lari tapi keburu dihadang warga lain.
" Sudah kita amankan saja orang ini . "ucap pak Selamet.
" Pak Selamet membuka topeng yang menutupi wajah maling itu. Alangkah terkejutnya yang menjadi maling adalah warganya sendiri.
" Ampun pak jangan tangkap saya ...! " ucap maling itu.
" jadi kamu yang selama ini meresahkan warga disini. " ucap Pak RT yang baru datang.
" Udah bawa aja dia ke kantor polisi biar jera. " ucap warga lain.
Akhirnya maling itu dibawa ke kantor polisi. dan pak RT menelepon pak Rokib memberitahukan bahwa rumahnya tengah kemasukan maling.
" Makasih Sarah dan Sisil yang sudah memberitahukan kejadian ini. Berkat kalian berdua maling yang meresahkan warga bisa tertangkap. " ucap pak RT.
" Iya pak sama - sama. " ucap Sarah dan Sisil .
__ADS_1