
Beberapa bulan kemudian . Saat ini Sisil sudah mempunyai tunangan dan sebentar lagi ia mau menikah dengan tunangannya itu . tunangan Sisil masih satu kampung dengan Sisil dan teman Sarah juga. mereka sama - sama bersekolah disatu sekolah yang sama juga.
Hingga satu kejadian yang membuat salah paham antara Sisil dan Sarah.
" Sar Sisil mana ..? tanya Rio.
" Oh ... dia belum pulang lembur. " jawab Sarah.
" Kamu gak ikut lembur juga...? " tanya Rio lagi.
"Ga... cuma Sisil ma temannya yang disuruh lembur . Ya aku libur... !! " jawab Sarah.
"Kebetulan ...!!! Sar ... kamu mau tolongin aku gak ...? ucap Rio .
"Tolongin apa Yo...!!" tanya Sarah.
"Bantu aku buat ngungkapin perasaan aku sama Sisil . kamu pura - pura jadi Sisil .Aku ingin melamar Sisil jadi aku ingin latihan dulu biar nanti pas aku ngelamar Sisil udah gak grogi lagi. "ucap Rio.
__ADS_1
" Oh ... kamu mau latihan ngelamar Sisil terus di ibaratkan aku ini Sisil gitu. Ya udah aku mau. " ucap Sarah.
Akting pun di mulai. Kini posisi Sarah yang sedang duduk dan posisi Rio yang sedang berjongkok menghadap arah Sarah .
" Mau kah kamu menikah dengan aku ...! ucap Rio kepada Sarah . yang tak lain kata - kata itu untuk Sisil. Lalu Rio memasangkan cincin kepada Sarah dan memberikan sekuntum bunga mawar.
Bagaimana tidak adegan akting romantis Rio dan Sarah itu ternyata dilihat oleh Sisil.
Melihat adegan didepan matanya sontak hati Sisil panas dan amarahnya memuncak dia langsung menghampiri Sarah dan Rio. Tanpa aba - aba Sisil langsung menampar pipi Sarah . Sarah dan Rio sontak kaget dengan kedatangan Sisil yang secara tiba - tiba.
" Oh ... jadi ini yang kamu lakuin dibelakang aku. Kamu sahabat aku Sar ..tapi apa kamu udah nusuk aku dari belakang kamu tak lebih dari perempuan munafik perebut tunangan orang. "Ucap Sisil yang hatinya begitu sakit melihat kenyataan ini. tanpa terasa air matanya pun mengalir.
" Iya sayang kamu salah paham aku gak ada hubungan apa - apa sama Sarah. " ucap Rio.
Sisil langsung berlari kedalam dan memasukan baju - baju Sarah kedalam tas.
" Nih .... baju kamu. Sekarang kamu pergi dari sini aku gak mau melihat muka kamu lagi ." ucap Sisil lalu menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
" Sil dengarkan penjelasan aku dulu . kamu salah paham tadi aku cuma akting pura - pura. " ucap Sarah sambil mengetuk - ngetik pintu berharap Sisil mau mendengarkan penjelasannya.
" Pergi ... cepat pergi dari disini aku udah ga mau dengar apapun dari kalian. kalian sudah berkhianat . kalian berdua sama saja pergi....!! " ucap Sisil histeris.
Ya mungkin karena terbawa emosi jadi Sisil tidak bisa mengendalikan diri dan belum bisa mendengarkan penjelasan Sarah dan Rio .
Sar kamu mau kemana ...? "tanya Rio pada Sarah saat Sarah mau meninggalkan kontrakan .
" Aku gak tau ...! " jawab Sarah .
Udah kamu tunggu aja disini dulu kita jelasin ke Sisil ." ucap Rio ke Sarah sambil menggenggam tangan Sarah.
Sisil melihat adegan itu lagi dimana Rio menggenggam tangan Sarah. hati Sisil semakin sakit dan semakin yakin bahwa antara Sarah dan Rio ada hubungan.
" Udah Yo kamu samperin aja Sisil , percuma kalau aku membujuk dan menjelaskan kepadanya kalau kondisi dia seperti ini. Dia tetap aja tidak akan percaya. Biarkan aku pergi dulu . kamu bujuk Sisil aku gak mau dia salah paham terus dan itu akan menyakiti hatinya. " ucap Sarah.
" Ya udah Sar kamu hati - hati kalau ada apa - apa kamu hubungi aku ya. " ucap Rio.
__ADS_1
" Iya Yo...!! aku pergi dulu ya ...! "ucap Sarah dan berlalu dari hadapan Rio.
Kini Sarah tidak tau harus kemana. Karena belum ada tujuan.