
Beberapa bulan setelah uji coba Serum T dan Virus C, para number yang terdiri dari 100 anak dari 1.000 anak yang di culik oleh organisasi red room yang selamat akibat efek samping penggabungan Serum T dan Virus C karna selebihnya banyak anak- anak yang tewas akibat efek tersebut, bahkan ada juga menjadi manusia mutasi. Anak-anak yang usianya berkisaran 5 sampai 10 tahun sedang berkumpul di sebuah lapangan mereka berlatih fisik secara militer bahkan tak jarang juga anak-anak tersebut di pukuli oleh beberapa prajurit militer karna lemah dan tidak sanggup mengikuti latihan yang benar-benar kejam seperti pasukan khusus, anak-anak tersebut di latih untuk menjadi mesin pembunuh. Tidak hanya itu mereka juga di latih untuk mengawal, mata-mata, ahli strategi dan penyamaran, latihan yang di lakukan para NUMBER tidak hanya di lakukan siang hari saja malamnya mereka juga latihan bahkan lebih kejam lagi karna para anak-anak NUMBER di lempar di hutan belantara yang luas mereka di latih untuk bertahan hidup terkadang mereka hampir saling membunuh untuk bertahan hidup di hutan tersebut karna latihan tersebut bermaksud untuk saling membunuh satu sama lain.
......................
Sementara itu di sebuah ruangan yang terlihat jelas banyak komputer atau di sebut ruang control. Terlihat jelas mereka mengawasi para NUMBER yang di latih hanya saja ekspresi para anggota red room terlihat kesal, karna tujuan latihan ini berupaya mengurangi para NUMBER dengan tujuan memilih yang terkuat tidak hanya fisik melainkan otaknya.
"Siall!!" seorang mengumpat dengan wajah kesal yang tidak lain tidak bukan seorang dengan pangkat letnan bernama Lee
Lee adalah tangan kanan jenderal imran makarov, dan dia jugalah menjadi kepala instruktur pelatihan para NUMBER,
"Apa yang membuat mereka semua bisa bekerja sama profesor?" dengan nada yang hampir tinggi letnan Lee menahan amarahnya karna tujuannya bisa di bilang gagal
"Nampaknya seseorang sudah menyatukan mereka semua letnan, dan aku rasa aku tau siapa itu!" ucap seorang pria berpakaian seperti dokter yang tidak lain tidak bukan profesor rolan
"Siapa??" dengan nada datar
"ZERO" ucap sang profesor
"Bocah arckman, wajar saja mereka para bocah bisa bersatu di karena kan seorang arckman harus aku akui kekuataan fisik arckman sangatlah berbahaya bahkan di umur yang sebentar lagi memasuki usia 6 tahun bocah arckman atau zero itu bisa mengalahkan 3 orang prajurit terlatih dan berpengalaman di medan perang. meski kita berhasil membuat dia kehilangan perasaan dan ingatan tidak memungkinkan suatu saat nanti ingatannya akan kembali dan membalas dendam kepada kita semua profesor" ucap sang letnan.
"Kau benar Letnan Lee tapi, untuk itulah kita harus membuat ZERO menjadi anjing setia Red room melalui latihan keras dan memberi obat penghilang ingatan" ucap sang profesor, terlihat jelas wajah penuh ambisinya demi menciptakan manusia yang mudah dia kendalikan sendiri untuk kepentingannya sendiri.
"Hmm semoga saja kau benar profesor" ucap sang letnan
"Bagaimana?" seseorang tiba-tiba menyela pembicaraan, dan semuanya orang di ruangan tersbut langsung hormat kepada orang tersebut yang tidak lain adalah sang jenderal imran makarov
"Mereka bersatu lagi jenderal" ucap sang letnan
__ADS_1
"Lagi??, apakah ZERO yang mempinnya? " ucap sang jenderal
"Iya jenderal" ucap bersamaan sang letnan dan profesor
"Sudahku duga" Sang jenderal bergumam kecil
"Tenanglah lakukan saja sesuai rencana profesor" ucap sang jenderal
"Letnan, mulai besok persiapkan latihan menembak, waktu kita sangat terbatas, aku ingin mereka semua harus ahli dalam menembak dan juga memiliki keberanian dan tekad untuk membunuh, ingat besok target latihan menembak besok seperti biasanya letnan Lee!!" ucap sang jenderal imran makarov
"Baik jenderal" dengan hormat ala militernya
"Pisahkan juga ZERO dari yang lainnya selama beberapa hari setelah latihan menembak besok" ucap jenderal imran makarov
"Karna aku Memiliki rencana tersendiri" lanjutnya dengan wajah yang datar tapi terlihat memiliki sesuatu yang besar
Keesokan harinya.
"Mulai hari ini kalian semua latihan menembak" ucap seorang instruktur latihan 1
"Target kalian itu" seorang instruktur menujuk ke arah deretan tiang yang terdapat seseorang yang terikat dan orang itu terlihat jelas banyak sekali bekas luka akibat penyiksaan, mungkin karna mereka melanggar atau menghianati aturan militer meraka mereka di jadikan objek latihan parah anak-anak yang usianya di bawah 10 tahun.
Dan itu memalukan bagi mereka pribadi karna mereka para tawanan yang di ikat di tiang tersebut adalah para tawanan perang atau seorang prajurit baik dari negara musuh ataupun rekan mereka sendiri atau pengkhianat negara
"Zero, kau yang pertama" ucap instruktur 1
Dengan langkah kecil, wajah datar seperti tanpa perasaan, Levi atau Zero mengambil senjata jenis AR15, dan membidik target dengan tepat, terlihat jelas ekspresi zero sangat tenang dan datar tanpa rasa takut dan lain sebagainya, seharusnya anak-anak di bawah 10 tahun biasanya ketakutan di saat di suruh menembak di bawah tekanan instruktur apa lagi target mereka bernyawa. Dan terlihat jelas anak-anak yang lainnya terlihat ketakutan bahkan ada yang langsung menangis tapi itu tidak berlangsung lama karna prajurit langsung menyiksa mereka jika mereka takut. Levi Atau Zero membidik dengan tanang di bawah aba-aba instruktur. Dan
__ADS_1
Dooorr!!
Levi menembak dengan sekali tembak sang target langsung mati. Sejak saat itulah pertama kalinya Levi membunuh manusia hidup padahal target Levi tadi terdengar jelas dia meminta ampun dan berkata "tolong jangan bunuh aku".
"Bagus Zero" ucap instruktur 1
"Sekarang temui jenderal" titah sang instruktur 1
Para anggota Red room memanggil anak-anak NUMBER dengan sebuah kode, setelah Levi menembak di saat itulah giliran anak-anak lainnya juga ikut menembak meski banyak di antara mereka yang meleset bahkan jika tembakan mereka mengenai target tidak bisa membunuhnya melainkan menyiksa mereka dengan rasa sakit akibat tembakan asal-asalan para anak-anak NUMBER.
......................
"tok!! tok!!" seseorang menggedor pintu
"Masuk" perintah seseorang
"Jenderal Saya sudah membawa ZERO" ucap seroang prajurit
"Keluarlah" perintahnya
"Zero hmm, Bagaimana kabarmu Levi arckman" sang jenderak bicara dengan nada santai dan sedikit nada mengejek
"Katakan" Levi berbicara dengan nada yang datar.
Sang jenderal hanya menatap Levi.
"kau ada Misi tersendiri levi, malam ini bersiaplah" ucap sang jenderal. sang jenderal pergi meninggalkan levi seorang diri di ruangannya tanpa curiga bahwa levi akan membongkar file-file rahasia ataupun menelpon seseorang yang bisa menyelamati mereka semua para anak-anak yang di culik, bukan karna apa levi seorang anak yang beranjak 6 tahun setelah di culik levi di paksa menjadi dewasa karna keadaan, padahal terbesit keinginan Levi untuk menelpon seseorang tapi dia urungkan entah apa yang ada di pikiran bocah yang baru mendekati usia 6 tahun tersebut.
__ADS_1
Entahlah Author juga bingung.