
" tidak lama sufi datang,
Sufi : baru og nyampai e
Aira : aog, baru lha sampai e, Abi dari Mane
sufi : tadi ade manyong NK ngambik Sempel, jadi disuruh keben Abang erka kesia
Aira : ouw, aoglha
Sufi udah beberapa hari tidak kerja, hanya mengandalkan aira yang gajinya sebulan sekali
"Waktu telah sore hujan masih terus turun tidak ada tanda tanda akan berhenti.
Aira : renyek ke pantai, kasian KK adek dk sua diajak ke pantai
Sufi : hari hujan, dk pakai berenti agik hujan ne
Aira : aog mang, ke banjir ulik klk e
Sufi : musim e
Aira : aog
"tak terasa malam poun datang, hujan poun masih terus berlanjut, Sambil ditemani dengan rintihan hujan, aira memikirkan cara dari mana bisa bertahan hidup agar tidak mengandalkan gaji nya.
Aira menanyakan nya kepada teman sufi yang orang cina, karna teman sufi juga membuka usaha martabak.
Aira : Koko, kire kire kalau NK jualan tu, didekat iakk tu bayar dk
Koko : bayar 200 duit lapak a, kalau duit lampu a 5ribu
Aira : ouw, kire kire tempat e tu trategis dk og
Koko : tergantung jualan a, jualan apa Luk kha NK
Aira : rencana siiii NK jual pentol
Koko : kalau pentol jangan, soal lha banyak dekat sia, jual lain geh, misal kyk pempek, tekwan
Aira : aog, tapi cari tempat e dulu
Koko : aog, pck klk nyari a, ku usahain lha nyarik yang strategis
Aira : aoglha
..
....
....
...
Aira : kyk mne ape buka online b og
__ADS_1
Sufi : kalau NK onlin cube tanyak Agil, nya kan driver G*-**k
Aira : aoglha, cube tanyak kyk mana cara e
Sufi : aoglha
"Karna hujan tak kunjung berhenti, aira merasa kantuk, karna aira tidak balik lagi ke tempat les jadwal aira Senin kosong kalau siang, Aira memutuskan untuk tidur.
Saat terbangun ternyata hari sudah sore hari menunjukan jam 5, karna hujan amirah tidak mandi hanya di lap lap dengan air
Aira : adek dk usah mandi og, hari hujan agik
Sufi : cuci badan b mi adek e
Aira : aoglha, kasian kadang e KK adek ne, ngikut dirik ngajar hujan hujan dijalan
Sufi : dk tau ngpe lha, men ku dk bgwe tinggal b, men ku bgawe bawak
Aira : aoglha
"Hari masih hujan dari hari Minggu kemarin, sampai hari Senin tetap hujan.
Aira : adek, main bola yooo, main didalam rumah b og
Amirah : Yo Yo Yo
"Sambil main sambil ketawa ketawa karna amirah menendang bola nya entah kemana mana,
Melihat kedekatan ibu dan anak sangat dibanggakan oleh sufi ,
Amirah : Yo, ana enak adek
Aira : aoglha, mi ambil mukena adek og, do'ain mi sama bie rezeki biar pacak bawak adek pergi main, pergi makan enak
Amirah : mi, Ade NK Alan - Alan ke ayun-ayun, GI ain,GI amam,. Adek NK aik tamboyin
Aira : aoglha, do'ain mi sama bi og, biar pacak bawak adek, ke alun-alun,
Amirah : aoglha
"Ya Allah, karna aira tak tahan dengan coletan amirah, aira menangis kasian karna anak seusianya tak pernah main ke alun-alun , Karna aira tak ada uang untuk mengajak amirah pergi keluar, Tapi Alhamdulillah, rezeki amirah,
Amirah dikasih abok duit karna abok tau Mak sama pak amirah lagi kesusahan keuangan
Karna sufi jarang bekerja, Satu bulan paling full 1 Minggu bekerja, karna sufi hanya buruh, gaji sufi tak sampai berjuta
Sufi hanya dibayar 150 ribu satu hari
150*7 , Gaji sufi seminggu 1050 ribu itu harus cukup untuk bulan depan
Sedangka cicilan motor 1500 ribu perbulan, Itu poun uang gaji aira, karna aira baru gaji aira hanya 1juta perbulan.
Ya perbulan hanya 650 ribu untuk makan,Belum susu pempers amirah, Susu amirah 1 bulan biasa 3 kg, harga 1 kg 63 ribu,
Untuk susu amirah 1 bulan 190 ribu.
__ADS_1
Pempers amirah 1 ball isinya 44 buah, karna siang amirah tak dipakaikan pempers lagi sama aira, untuk menghemat uang,
1 ball pempers 90 ribu, untuk 1 bulan biasa aira membeli 2 ball pempers harga 180 ribu, jadi pendapatan mereka untuk makan
650 ribu - 190 ribu - 180 ribu \= 280 ribu buat makan 1 bulan.
"Terkadang aira pusing membagikan uang 280 ribu untuk satu bulan, jika orang lain menjadi aira sudah pasti tidak akan sanggup menghadapi cobaan ini, tapi aira slalu sabar, mungkin ini cobaan untuk keluarganya.
"Hari sudah malam amirah sudah tertidur pulas, aira memandang wajah buah hatinya yang polong bersih.
Aira : adek, mi minta maaf, karna mi belum bisa bawah adek jalan jalan ke alun-alun, mi minta maaf adek ( ciuman mendarat di pucuk kepala)
"Do'ain mi biar mi punya rezeki lebih ya, biar bisa bawah adek jalan jalan, tapi mi bersyukur karena mi sekarang udah bisa beli motor biar masih nyicil, mi beli motor biar bisa ajak adek jalan jalan saat sore, maafin mi ya nak.
.
.
"Amirah yang masih 2 tahun belum mengerti apa apa, yang amirah tau mi sama bi tersenyum terus saat bersama, amirah tidak tau bahwa mi sama bi berjuang untuk bisa makan, memberi gizi untuk amirah.
"Terkadang saat mereka tak punya uang, aira memberi amirah hanya lauk kecap yang dicampur dengan nasi,
Tapi amirah tak pernah cerewet akan lauk makannya.
"Tapi jika aira mempunyai uang, aira slalu membeli ayam, telur, odel ondel bakso, kentang, wortel, sayur mayur lainnya, untuk stok lauk amirah.
Sedangkan untuk mereka, aira hanya membeli ikan saja, kadang aira hanya makan lauk garam,
Tapi aira tak pernah putus asa, aira yakin keluarganya tak akan slalu dibawah, uang yang dikasih abok untuk amirah, aira pakai buat membeli kebutuhan amirah, ya amirah dijatahkan abok setiap bulan 500 ribu untuk pempers dan susu.
Jadi aira dan sufi tidak pusing pusing memikirkan pempers dan susu.
Terkadang aira merasa segan, karna ayahnya slalu membantu mereka, membantu memenuhi kebutuhan cucunya.
Aira : maafin aira ayah, aira menyusahkan kalian, aira minta maaf, semoga rezeki ayah slalu mengalir seperti air, do'ain aira ayah biar bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi ini, do'ain aira biar aira bisa menggantikan semua yang ayah kasih kepada kami
Ayah : ayah tak pernah meminta kembalian dari kalian aira, ayah hanya ingin melihat kalian bahagia, kasian cuci ayah harus menanggung kesusahan yang kalian alami saat ini
Aira : iya ayah, aira minta maaf, karna suami aira tak bekerja, tapi do'ain kami ayah bisa menjadi orang kaya, kami yakin saat ini kami dibawah, tapi insa'allah suatu saat kami diatas, kami akan bantu ayah, aira ingin membawah ayah melihat Kakbah
Ayah : amiin ya rabbal alamin , semoga Allah selalu mendengarkan do'a kalian
Aira : amiin, iya ayah
Aira slalu berkomunikasi dengan orang tuanya dengan baik, aira merasa kalau bukan beliau, tak mungkin aira bisa bertahan dengan berkecukupan, Berkat uang dari beliau aira bisa lebih menghemat uang pendapatan sufi.
__ADS_1