
Aira menjalani kehidupan yang bahagia, tapi suatu ketika korona datang, yang suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian tak bisa mendapatkan uang untuk bayar kontrakan, hanya untuk makan
Akhirnya sufi memutuskan untuk balik kerumah alm & almh ibunya
Dengan konsekuensi nya
Aira makin banyak bersabar ya, karena makin menyiksa batin yang slalu direndahkan
Aira, mas harap kamu bisa lebih bersabar ya, karena kita udah tau konsekuensinya gimana, kalau kita tinggal di sini, mas harap kamu bisa menerimanya dengan lapang dada
Setelah beberapa bulan tinggal dirumah alm & almh mertua, aira & kakak ipar poun mengalami cekcok mulut yang dilakukan kakak ipar aira yang tak mau membantu membiayai pengeluaran sehari hari, aira yang sedang kekurangan uang poun merasa keberatan atas pengeluaran sehari hari lebih besar dari pemasukkan
Aira, kalau keberatan untuk pengeluaran lebih baik gakbusah tinggal disini,
Aira poun kepancing emosi,
Kita masih punya hak untuk tinggal disini sama seperti kalian
Setelah beberapa hari itu, aira banyak diam tak mau menanggapi semua perkataan iparnya yang hanya bisa memerintahkan aira untuk ini itu
Kakak ipar yang bosan dengan tingkah aira, ia poun memutuskan untuk pindah, jengah karena aira tak mau lagi mencuci bajunya, hahahha
Mas, aira minta maaf karena aira kakak mu pergi, maafin aira yg banyak salah atas semua perlakuan aira kepadanya
Kamu tidak salah aira, itu memang sifatnya, dia itu tidak akan mau mengalah, dia keras kepala, mau nya hanya dimengerti, tapi tidak mau mengerti orang lain
Kamu sudah cukup sabar selama ini menghadapinya, kamu wajib bahagia, tidak usah dengarkan perkataan mereka yang hanya bisa menghasut orang lain
Terimakasih mas
Sekian lama akhirnya kakak ipar yang lebih kaya datang untuk membujuk bekerja dengan mereka, tapi mas Sufi udah dalam pendirian tidak akan mau, karena pasti kerja siang malam seperti kerja rodi dimasa penjajahan
Karena berkat bujukan mas Sufi poun mau bekerja dengan mereka, karena aira tidak segan atas permintaan kakak iparnya untuk sufi bekerja dengan mereka, akhirnya aira berhasil membujuk sufi, karena aira memiliki hati yang lembut, salalu tak enak untuk menolak
Akhirnya, sufi bekerja dengan mereka, awal kerja hanya siang saja, setelah lama bekerja akhirnya sufi dipaksa kerja siang malam
__ADS_1
Sufi, nanti kerja malam juga ya, tak enak sama yang lain
( Itu lha alasan kakak iparnya, slalu tak enak dengan yang lain)
Bukan hanya itu saja, sufi biasanya harus pulang larut malam sekitar jam 03.00 dini hari setiap hari, tanpa ada cuti, hahahh miris sekali hidupan sufi & aira
Disuatu hari sufi ingin mengajukan cuti, cuti hanya siangnya saja, malam harus kerja kerja kerja & kerja
Itu lha kebiasaan sufi setelah bekerja dengan kakak iparnya
Tanpa ada waktu untuk anak istri, sufi dipaksa kerja kerja kerja & kerja, hanya untuk menambahkan kekayaaan mereka, tanpa memikirkan ponaaan yang butuh kasih sayang seorang ayah
Aira, slalu sabar akan sikap mereka, aira tak pernah berkata kasar pada mereka, hanya ingin menghormati mereka yang lebi tua
Tapi suatu ketika, kakak ipar aira yang perna benci sama aira, slalu baik dengan aira sekarang
Aira juga tidak tau, baik karena sifatnya, atau ada maunya, ya begitula keluarga sufi pada aira, selalu merendahkan aira
Setelah beberapa bulan slalu dekat dengan aira, akhirnya, kakak ipar aira hamil, tapi hamilnya bermasalah, karena hamil diusia 37 tahun
Setelah beberapa bulan mengalami hamil diusia 5 bulan kehamilan, harus masuk rumah sakit karena pembengkakkan pada jantung
Satu Minggu dirumah sakit akhirnya kakak ipar aira pulang kerumah yang dimana aira tinggal, karena tidak bisa untuk bekerja kuat, ya anak yang dihamil masih kuat untuk dipertahankan
Aira slalu menjaga mood kakak iparnya supaya tidak setres atau uring iringan dirumah, slalu aira jaga, aira juga menjaga pola makan kakak iparnya yang bergizi, baik digunakan untuk seorang yang memiliki riwat penyakit pembengkakan pada jantung atau juga penyakit hipertensi kronis
Satu Minggu dirumah aira, dia begitu bahagia, ya karena aira tak akan membiarkan orang orang menyakitinya, tapi sayang aira telat menyadari
Waktu malam sebelum kontrol, kakak ipar aira marah sampai sampai air dalam botol dilempas sampai mengenai pintu lemari, dia begitu emosional, ya begitulah kalau orang hipertensi kronis marah, akan benar benar marah besar
Keesokan paginya, kakak ipar aira pergi kontrol ya kontrol kandungan, tapi sayang sampai rumah
Aira yang baru pengen makan, langsung tak bisa makan
Karena kabar buruk yang diterima aira sangat tidak bisa buat berpikir lagi, aira langsung panik
__ADS_1
Ya aira panik akan kabar meninggalnya ponaaan yang belum genap 6 bulan
Tapi Allah SWT lebih sayang dia, dia meninggal dalam kandung, bayi yang tak berdosa jadi menanggung akan perbuatan kakak yang tak tau menepatkan dimana harus bersikap baik atau harus bersikap egois
Ya begitulah keluarga sufi, kebanyakan orang orang yang egois, mementingkan ego nya dari perasaan orang lain
Setelah aira, mempersilahkan semua dengan baik, tapi aira yang slalu disalahkan
Karena aira tak pernah membalas perkataan mereka dengan terus terang
Aira hanya bisa menahan sakit hati gan didalam
Tapi seketika aiira menjdi pemberani, ia poun melawan perkataan kakak iparnya yang kaya raya karena aira tak akan mau lagi ditindas, oleh sikap mereka yang selalu menindas dan merendahkan aira
Harga diri lebih penting dari harta tahta
Ya begitulah pendapat air, karena harta bisa dicari dimana poun berada, tanpa harus mengemis pada kakak iparnya
Sekarang kehidupan aira bercukupan, tapi Alhamdulillah mereka sangat bahagia, rumah tangga yang rukun yang dicari mereka
Bukan rumah tangga yg banyak ikut campur
Ya, kemarin kemarin kakak ipar yang kaya raya lha selalu ikut campur akan rumah tangga aira dan sufi, karena mereka juga aira dan sufi sering bertengkar karena beda pendapat, beda selera
Karena aira tak mau banyak bunyi dan tak mau membantah kakak ipar yang kaya raya
Aira selalu mengikuti apa kemauan mereka, ya aira slalu mengikuti apa pun keinginan mereka, tapi aira sendiri merasa kesal karena tak sama pendapat dengan sufi yang slalu takut dengan kakak ipar yang kaya raya itu, ya sufi takut dengan kakaknya
Sufi slalu diam kalau di tindas, di rendahkan
Tapi sekarang tidak lagi, aira poun tidak mau akan tindasan dari mereka lagi, atau direndahkan
Aira akan berusaha untuk slalu menang sekarang tanpa ada yang tau, kalau aira lagi usaha untuk semandiri mungkin untuk menjalani hidup
__ADS_1