Hinaan Dari Keluarga Suami Aira

Hinaan Dari Keluarga Suami Aira
bab 2


__ADS_3

Aira menjalani kehidupan yang bahagia, tapi suatu ketika korona datang, yang suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian tak bisa mendapatkan uang untuk bayar kontrakan, hanya untuk makan


Akhirnya sufi memutuskan untuk balik kerumah alm & almh ibunya


Dengan konsekuensi nya


Aira makin banyak bersabar ya, karena makin menyiksa batin yang slalu direndahkan


Aira, mas harap kamu bisa lebih bersabar ya, karena kita udah tau konsekuensinya gimana, kalau kita tinggal di sini, mas harap kamu bisa menerimanya dengan lapang dada


Setelah beberapa bulan tinggal dirumah alm & almh mertua, aira & kakak ipar poun mengalami cekcok mulut yang dilakukan kakak ipar aira yang tak mau membantu membiayai pengeluaran sehari hari, aira yang sedang kekurangan uang poun merasa keberatan atas pengeluaran sehari hari lebih besar dari pemasukkan


Aira, kalau keberatan untuk pengeluaran lebih baik gakbusah tinggal disini,


Aira poun kepancing emosi,


Kita masih punya hak untuk tinggal disini sama seperti kalian


Setelah beberapa hari itu, aira banyak diam tak mau menanggapi semua perkataan iparnya yang hanya bisa memerintahkan aira untuk ini itu


Kakak ipar yang bosan dengan tingkah aira, ia poun memutuskan untuk pindah, jengah karena aira tak mau lagi mencuci bajunya, hahahha


Mas, aira minta maaf karena aira kakak mu pergi, maafin aira yg banyak salah atas semua perlakuan aira  kepadanya


Kamu tidak salah aira, itu memang sifatnya, dia itu tidak akan mau mengalah, dia keras kepala, mau nya hanya dimengerti, tapi tidak mau mengerti orang lain


Kamu sudah cukup sabar selama ini menghadapinya, kamu wajib bahagia, tidak usah dengarkan perkataan mereka yang hanya bisa menghasut orang lain


    Terimakasih mas


Sekian lama akhirnya kakak ipar yang lebih kaya datang untuk membujuk bekerja dengan mereka, tapi mas Sufi udah dalam pendirian tidak akan mau, karena pasti kerja siang malam seperti kerja rodi dimasa penjajahan


Karena berkat bujukan mas Sufi poun mau bekerja dengan mereka, karena aira tidak segan atas permintaan kakak iparnya untuk sufi bekerja dengan mereka, akhirnya aira berhasil membujuk sufi, karena aira memiliki hati yang lembut, salalu tak enak untuk menolak


Akhirnya, sufi bekerja dengan mereka, awal kerja hanya siang saja, setelah lama bekerja akhirnya sufi dipaksa kerja siang malam

__ADS_1


Sufi, nanti kerja malam juga ya, tak enak sama yang lain


( Itu lha alasan kakak iparnya, slalu tak enak dengan yang lain)


     Bukan hanya itu saja, sufi biasanya harus pulang larut malam sekitar jam 03.00 dini hari setiap hari, tanpa ada cuti, hahahh miris sekali hidupan sufi & aira


    Disuatu hari sufi ingin mengajukan cuti, cuti hanya siangnya saja, malam harus kerja kerja kerja & kerja


Itu lha kebiasaan sufi setelah bekerja dengan kakak iparnya


Tanpa ada waktu untuk anak istri, sufi dipaksa kerja kerja kerja & kerja, hanya untuk menambahkan kekayaaan mereka, tanpa memikirkan ponaaan yang butuh kasih sayang seorang ayah


Aira, slalu sabar akan sikap mereka, aira tak pernah berkata kasar pada mereka, hanya ingin menghormati mereka yang lebi tua


Tapi suatu ketika, kakak ipar aira yang perna benci sama aira, slalu baik dengan aira sekarang


Aira juga tidak tau, baik karena sifatnya, atau ada maunya, ya begitula keluarga sufi pada aira, selalu merendahkan aira


    Setelah beberapa bulan slalu dekat dengan aira, akhirnya, kakak ipar aira hamil, tapi hamilnya bermasalah, karena hamil diusia 37 tahun 


    Setelah beberapa bulan mengalami hamil diusia 5 bulan kehamilan, harus masuk rumah sakit karena pembengkakkan pada jantung


Satu Minggu dirumah sakit akhirnya kakak ipar aira pulang kerumah yang dimana aira tinggal, karena tidak bisa untuk bekerja kuat, ya anak yang dihamil masih kuat untuk dipertahankan 


Aira slalu menjaga mood kakak iparnya supaya tidak setres atau uring iringan dirumah, slalu aira jaga, aira juga menjaga pola makan kakak iparnya yang bergizi, baik digunakan untuk seorang yang memiliki riwat penyakit pembengkakan pada jantung atau juga penyakit hipertensi kronis


Satu Minggu dirumah aira, dia begitu bahagia, ya karena aira tak akan membiarkan orang orang menyakitinya, tapi sayang aira telat menyadari


Waktu malam sebelum kontrol, kakak ipar aira marah sampai sampai air dalam botol dilempas sampai mengenai pintu lemari, dia begitu emosional, ya begitulah kalau orang hipertensi kronis marah, akan benar benar marah besar


      Keesokan paginya, kakak ipar aira pergi kontrol ya kontrol kandungan, tapi sayang sampai rumah


Aira yang baru pengen makan, langsung tak bisa makan


Karena kabar buruk yang diterima aira sangat tidak bisa buat berpikir lagi, aira langsung panik

__ADS_1


Ya aira panik akan kabar meninggalnya ponaaan yang belum genap 6 bulan


Tapi Allah SWT lebih sayang dia, dia meninggal dalam kandung, bayi yang tak berdosa jadi menanggung akan perbuatan kakak yang tak tau menepatkan dimana harus bersikap baik atau harus bersikap egois


Ya begitulah keluarga sufi, kebanyakan orang orang yang egois, mementingkan ego nya dari perasaan orang lain


     Setelah aira, mempersilahkan semua dengan baik, tapi aira yang slalu disalahkan 


Karena aira tak pernah membalas perkataan mereka dengan terus terang 


Aira hanya bisa menahan sakit hati gan didalam


Tapi seketika aiira menjdi pemberani, ia poun melawan perkataan kakak iparnya yang kaya raya karena aira tak akan mau lagi ditindas, oleh sikap mereka yang selalu menindas dan merendahkan aira


Harga diri lebih penting dari harta tahta


Ya begitulah pendapat air, karena harta bisa dicari dimana poun berada, tanpa harus mengemis pada kakak iparnya


Sekarang kehidupan aira bercukupan, tapi Alhamdulillah mereka sangat bahagia, rumah tangga yang rukun yang dicari mereka


Bukan rumah tangga yg banyak ikut campur


Ya, kemarin kemarin kakak ipar yang kaya raya lha selalu ikut campur akan rumah tangga aira dan sufi, karena mereka juga aira dan sufi sering bertengkar karena beda pendapat, beda selera


Karena aira tak mau banyak bunyi dan tak mau membantah kakak ipar yang kaya raya 


    Aira selalu mengikuti apa kemauan mereka, ya aira slalu mengikuti apa pun keinginan mereka, tapi aira sendiri merasa kesal karena tak sama pendapat dengan sufi yang slalu takut dengan kakak ipar yang kaya raya itu, ya sufi takut dengan kakaknya


Sufi slalu diam kalau di tindas, di rendahkan


     Tapi sekarang tidak lagi, aira poun tidak mau akan tindasan dari mereka lagi, atau direndahkan


Aira akan berusaha untuk slalu menang sekarang tanpa ada yang tau, kalau aira lagi usaha untuk semandiri mungkin untuk menjalani hidup


       

__ADS_1


__ADS_2