I LOVE BADGIRL

I LOVE BADGIRL
Fourteen


__ADS_3

Happy reading and enjoy your reading guys!!



 


   Cakka berjalan mengikuti agni yang ada di depannya.Agni merasa jengah dan berjalan lebih cepat.


  Tapi agni melakukan kesalahan,agni terpeleset dan hampir terjatuh.untung cakka segera menangkap tubuh agni.



  "Ni,aku mohon maafin aku " cakka masih memeluk agni.Agni hanya terdiam.



  "Apa kau tak mencintaiku hon?kau tak merindukan ku?"cakka masih memeluk erat agni.



  "Baiklah aku akan memberikanmu satu kesempatan kka!" Agni mulai membalas pelukan cakka.Cakka hanya menggangguk.



  Plak,karen pacar cakka menampar agni hingga membuat agni terhuyung kebelakang.



"Ngapain loe meluk pacar gue,hah?" Tanya karen sinis.



"Dasar jalang murahan loe!gue ingatin,cakka itu milik gue."karen menatap agni sinis.



  Agni diam dan malah menampilkan smirk andalannya yang sudah lama tak di perlihatkannya.Agni menatap cakka sendu lalu beralih menatap Karen sinis.



  "Oh,ya udah ambil aja sana gue nggak butuh!"agni menatap karen sinis.



  Karen hendak menampar agni tapi dengan sigap agni menahannya.



  "Jangan pernah loe nyentuh gue menggunakan tangan loe lagi.Kalo loe nggak mau terjadi apa-apa ama loe!"agni menghempaskan tangan karen keras.Karen meringis.



  Cakka yang melihat karen meringis langsung melihat tangan karen yang memerah.



Agni yang melihat perhatian cakka pada karen hanya tersenyum pahit.



  "Loe memang jalang murahan" sinis karen.



  Plak,agni menampar karen keras.hingga 5 jari panjang agni mengecap di pipi karen.sudut bibir karen mengeluarkan darah bahkan darah itu semakin keras.Saat agni hendak menampar karen lagi.Dengan sigap cakka mendorong agni hingga terhuyung ke belakang.



  "Jadi kamu lebih milih jalang murahan itu,hahaha?"sinis agni.



Plak,cakka menampar agni kuat hingga sudut bibir agni mengeluarkan darah.



  Agni terkejut tapi detik berikutnya agni menyeka darahnya yang ada di sudut bibirnya.



  Cakka masih terdiam bahkan syok saat melihat kejadian dia menampar agni,istrinya dan wanita yang amat dia cintai itu.



  "Thanks!and i hate you!" Agni berlalu meninggalkan cakka dan karen.



  Karen mendesis merasakan pipinya yang makin memanas.Cakka segera menoleh dan membawa karen menuju rumah sakit.Bahkan cakka melewati agni yang berjalan menunduk saat cakka hendak memberhentikan mobilnya karen mencegatnya.



  "Please,ini makin perih kka"karen menatap cakka sendu.Cakka hanya menghela napas kasar.



  Dilihat cakka dari kaca spion mobilnya,agni berjalan dengan air mata di pipinya.Dada cakka serasa remuk saat melihat air mata agni.



  "Kka cepat" karen menggenggam erat tangan cakka.Cakka segera memacu mobilnya kencang.



  Agni hanya menatap cakka dan tanpa di diketahuinya sebuah tronton besar sedang melaju ke arahnya.



  Tin tin.Bruk.


__ADS_1


Tronton itu menabrak tubuh agni.Agni langsung tergeletak tak sadarkan diri dengan darah segar yang mengalir deras.Agni segera dikerubungi oleh orang-orang yang menyaksikan kejadian itu.



  "Cepat panggil ambulan.Nona apa kau masih sadar!" Tanya seorang pria tampan.



"Tolong.hubungi.sion" kata agni terbata-bata.Pria itu segera merogoh tas yang di bawa oleh agni dan segera menghubungi sion atas permintaan agni.



  Agni hanya tersenyum tipis dan tak lama matanya mulai menutup.



  Tak lama ambulan datang dan segera membawa agni menuju ke RS terdekat.Keluarga agni sudah di kabar kan oleh pria tadi atas permintaan agni.



  Cakka tengah ada di kursi duduk penjenguk.cakka heran apa yang terjadi,banyak dokter dan suster yang berlari menuju ke loby dan membawa tempat tidur dorong.


  Tak lama cakka dengar suara ambulan yang amat sangat berisik.Bahkan sekarang keadaan makin rusuh.Makin banyak dokter dan suster berlarian.



  Cakka yang penasaran akhirnya mencegat seorang suster wanita.



  "Kenapa?"tanya cakka.



  "seorang wanita mengalami kecelakaan dan sekarang sedang terluka parah!"jelas suster itu.



  Cakka lihat tempat tidur dorong itu di dorong dengan tergesa-gesa ke arah ruang UGD.



  Tap,cakka melihat wajah yang di penuhi darah itu .



  Tubuh cakka menegang dan seketika tubuhnya langsung lemas.



Tanpa pikir panjang,cakka langsung berlari kearah agni di bawa.



  Banyak dokter yang ada di sana.Bahkan dokter yang tak bertugas pun kesana.Tak lama,mami agni,papi agni,alvin dan sion datang.



  Mereka langsung menuju ke ruang UGD.dan tak lama kedua orangtua cakka datang.




  Ceklek.belum sempat cakka menjawab dokter sudah keluar.



  "Dokter bagaimana keadaan anak saya?" Tanya papi agni.



  "Maaf tuan.kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi nona illova kehilangan banyak darah.Dan kami menyarankan apapun yang terjadi nanti,kalian harus tabah!" Dokter itu meninggalkan semua keluarga agni.



  Cakka langsung meluruh ke lantai.air matanya tak dapat di bendung lagi.semua yang ada di depan ruang UGD merasakan sakit yang amat sangat mendengar berita itu.



  Cakka masuk ke dalam ruang UGD.di lihat nya wajah istrinya yang putih pucat,alat medis di sekujur tubuhnya,luka di sekujur tubuhnya dan bahkan dia harus mengenakan alat bantu bernapas.



  Cakka duduk dan menatap agni yang masih belum sadarkan diri tapi saat cakka hendak duduk ponsel cakka berdering.



  "Ya hallo" cakka mengangkat telepon itu.



  "...................."



  "Bagaimana bisa seperti itu?bagaimana sekarang?" Panik cakka,semua ynag melihat cakka hanya menatap bingung.



  "......................"



  "Baiklah lakukan yang terbaik dan aku akan segera ke sana"



  Cakka memutuskan sambungan telepon.


__ADS_1


  Cakka menatap agni lama setelah itu cakka berjalan ke arah agni yang masih belum sadarkan diri.



  "Hon!" Cakka menggenggam tangan agni.



  "Ehm,di.ma.na a.ku" agni mengerjapkan matanya dan bersuara lirih.



  Cakka terkesiap dan detik berikutnya cakka meyakinkan dirinya.



  "Kka!" Panggil agni.Cakka langsung menatap agni.



  "Iya hon" cakka masih memegang tangan agni erat.



  "Jangan pergi" pinta agni.Cakka langsung terkesiap.



  "Ku mohon berjanjilah jangan pergi" agni mengulangi permintaannya.



  "Maaf" cakka perlahan melepas tangan agni.



  "Kka" ucapan agni terpotong.



  "Maaf Ni,aku nggak bisa.Aku harus pergi" cakka menatap agni sendu.



  "Pergi?kemana?pasti ama jalang murahan itu kan!" Teriak agni frustasi.semua keluarga langsung keluar kecuali cakka.



  "Jangan pernah panggil karen dengan sebutan itu.Kau belum tau siapa dia?" Bentak cakka.Agni hanya tertawa mengejek.



  "Bahkan gara-gara wanita jalang itu kau sudah dua kali membentak ku" agni menatap cakka.kesedihan lah yang terpancar dari mata indah itu.



  Cakka tak menanggapi dan malah berjalan hendak keluar ruangan itu.



  "Kau berani melangkah keluar,surat pengadilan akan ada di meja mu besok" desis agni tajam.Cakka berhenti dan berbalik menatap agni sendu.



  "Jika itu mau mu?aku akan turuti!" Cakka berjalan meninggalkan agni.



  "Bahkan kau belum melihat putra mu Kka?" Agni meluruh ke lantai dengan tangisannya.



  Tak lama keluarga masuk ke ruangan agni.Mereka kaget melihat agni yang menangis di lantai dan cakka yang tadi keluar dengan tangis nya juga.



  "Cassandra!" Sion menepuk pundak agni.



  Agni menatap sion dengan mata sembab.semua yang melihat keadaan agni hanya menghela napas.



  "Kenapa?" Sion masih menatap agni.



  Agni tak menjawab dan justru memeluk sion erat dan menangis di dekapan sang kakak.



  "Bang,cak.ka.per.gi." agni menangis tersendu.Sion hanya memeluk agni semakin erat.



  Papa cakka dan mama cakka yang melihat menantunya yang menangis karena anaknya hanya menatap sendu agni.



  "Udah ya! Cup cup.cakka nggak bakal pergi ninggalin kamu ama raka kok" sion menatap agni.Di pegangnya bahu adiknya itu.



  "Dia bahkan belum melihat putranya" agni tersenyum miris.Air matanya kembali mengalir.



  "Arrghh" rintih agni sambil memegangi kepalanya.Dan tak lama agni pingsan tak sadarkan diri.


__ADS_1


  "DOKTER" sion langsung memanggil dokter histeris.



__ADS_2