
Happy reading and enjoy your reading!!
Tak lama dokter masuk ke dalam ruang agni dan segera memeriksanya.Keluarga agni menunggu dnegan cemas di depan ruangan itu.
Ceklek,dokter keluar dari ruangan itu.Wajahnya terlihat frustasi.
"Bagaimana dok?" Alvin bersuara.
"Maaf sebelumnya tuan,kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi keadaan nona Illova saat ini kembali kritis.Dan keadaanya kali ini sangat membahayakan" dokter itu menunduk tak berani menatap keluarga dari agni.
Dokter itu permisi dan papi agni segera menelpon orang kepercayaannya.
"Siapkan jet dan siapakan semua apa yang di butuhkan anak saya di singapura nanti" perintah papi agni.
"Pi,cassandra pi?" Mami agni menangis di pelukan papi agni.
"Tidak akan terjadi apapun sama putri kita hon.Kita akan membawanya ke RS terbaik di singapura,okey!" Papi agni menghela napas gusar.
Tak lama orang kepercayaan agni dan papi agni datang bersama anak kecil tampan yang baru berusia satu tahun setengah yang amat tampan di gendongan acha.
Agni segera di bawa oleh orang suruhan papi agni menuju mobil ambulan yang sudah di siapkan.
Raka berteriak histeris saat melihat agni dibawa pergi.
"MOMMY" teriak Raka.Mami agni segera membawa Raka ke gendongannya.Raka menangis tersendu-sendu saat melihat agni di bawa pergi.
"Kita berangkat sekarang!" Papi agni berjalan di ikuti oleh mami agni yang menggendong Raka,alvin,sion dan orang tua cakka mereka berangkat menggunakan 2 mobil di ikuti oleh bodyguard mereka.
__ADS_1
Sesampainya di bandara mereka segera membawa agni menuju jet pribadi keluarga illova tang sudah stand by di sana.Mereka segera berangkat.
Sedangkan cakka saat ini tengah berada di sebuah ruangan dan menatap Karen sendu.tubuh karen terlihat sudah membaik dan tak lama dokter datang menghampiri cakka.
"Bagaimana keadaan pasien dok!" Cakka menatap dokter pribadi karen.
"Seperti biasa pak.Bu karen adalah orang yang kuat dan bahkan sekarang setelah kami melakukan pemeriksaan pada bu karen,dan penyakit ganas itu sudah tak ada lagi di tubuh bu karen" jelas dokter itu.Cakka terkesiap.
"Tapi dok,kata karen dia sudah tak ada harapan lagi!" Balas cakka tak kalah sengit.
"Bapak salah pak.Bahkan terakhir kali kami melakukan terapi pada bu karen 1 minggu lalu keadaan bu karen sudah terbebas dari penyakit itu." Dokter itu menatap cakka dan dokter itu memberikan cakka kertas yang dia ambil dari seorang suster yang sudah di suruhnya.
"Engh" Karen melenguh,cakka segera menatap karen.
"Apa ada yang sakit?" Tanya cakka.Karen nampak berpikir..
"Tapi bu,penyakit ibu sudah sembuh dan lagi pula tak ada yang serius dari luka ibu" dokter tadi menatap karen.Sedangkan karen langsung gelagapan.
"Jadi gimana?"tanya cakka.Karen hanya menatap cakka takut.
"Kka aku bisa jelasin" karen bangun dan memegang tangan cakka.
"Gara-gara kau,aku meninggalkan istri ku" cakka mengacak rambutnya frustasi dan melepas tautan tangan karen kasar.
"Itu lebih baik.Dan sekarang ada aku Kka,Aku bisa menjadi istri mu" Karen menatap cakka.Cakka hanya menatap tajam.
"Tak ada yang bisa menggantikan istri ku!" Batin cakka memberontak.
__ADS_1
Ceklek,pintu kamar karen di buka.Seorang pria tampan menghampiri Karen.Karen menengang melihat orang yang ada di depan pintu itu.
"Apa yang terjadi padamu sayang?"pria tampan itu memeluk karen.Karen hanya diam membisu.
"Hem,anda siapa?" Cakka bersuara.pria tampan tadi melepas pelukan nya,menatap cakka lalu mengulurkan tangannya.
"Aku Debo,Tunangan dari karen." Pria tadi mengulurkan tangannya cakka hanya menyambut dan tersenyum.
"Cakka" cakka menyambut dan segera menatap karen.
"Selamat" cakka menatap karen sinis dan berlalu.
Cakka segera berlari menuju ruang rawat yang tadi merawat agni.
Cakka sampai di ruang rawat agni dan mendapati ruang itu sudah kosong.cakka hanya menatap sendu.
"Ada yang bisa saya bantu?"suster itu menghampiri cakka.
"Pasien atas nama agni mana?yang baru terjadi kecelakaan itu sus" cakka menatap suster itu.
"Oh nona illova sudah di bawa keluarganya pak.Soalnya keadaannya kembali kritis" jelas suster itu.
"Apa?kembali kritis sus!dibawa kemana agni sus" cakka menatap tajam suster itu.
"Kalo soal itu saya kurang tau pak dan saya permisi" suster itu berlalu meninggalkan cakka.
Tubuh cakka meluruh ke lantai dan kembali menangis bahkan sekarang lebih histeris.semua yang melihat cakka hanya menatap sedih padanya.
__ADS_1