IDA 2 Happy Ending

IDA 2 Happy Ending
IDA 2 HE 03


__ADS_3

Kehamilan sifha telah menginjak usia 9 bulan . Hubungan sifha dan Bandi telah berubah seperti seorang sahabat .


Malam itu sifha menjahit baju sambil menjaga Ajeng yang tidur di box bayi . Bandi yang baru pulang melihat sifha meraba pinggang belakang nya .


"sifha ..


"Eh Bandi kamu sudah pulang ." tanya sigha .


"Sifha jangan kamu kerja keras lagi ya . Lihat perut kamu sudah begitu besar . Pagi kerja di penitipan anak , siang hari ke warung cuvi piring , malam kamu menjahit , apa kamu tidak capek ." tanya Bandi .


"Tidak , kalau anak lahir butuh biaya pengeluaran pasti banyak , jadi sekarang mumpung anak belum lahir , aku harus kerja cari uang ." jawab Sifha .


"Sifha aku dah pernah bilang , aku punya tabungan ..


"itu tabungan kamu , pengeluaran kamu juga banyak . Kamu harus besarkan putrimu . Kamu tampung aku tanpa uang kos aku dah berterimakasih , itu sama saja kamu dah membantu aku ."ucap Sifha .


"Kamu jangan bicara begitu .seharusnya aku yang berterimakasih , kamu dah bantu aku jaga Ajeng , sejak lahir tak dapat memberinya kasih sayang seorang ibu .kamu sangat terpuji , o iya kamu periksa dokter gimana , kapan mau lahirkan ." tanya Bandi .


"beberapa hari lagi juga lahiran ." jawab sifha .


"Aa aku besok pagi pagi harus rapat beberapa hari di kota ." ucap Bandi .


"pergi saja tidak apa apa ."ucap sifha .


"katanya kamu mau lahiran aku takut pas aku tidak ada kamu lahiran , gini saja biar ajeng di penitipan saja terus kamu tinggal di rumah sakit ." ucap Bandi .


"tidak usah aku tinggal dirumah sambil olah raga enak mau lahiran . Ngak usah buang buang uang, kamu jangan takut , pergilah ." ucap Sifha .


Dengan berat hati Bandi harus peegi tapi ia tinggalkan telepon bila terjadi sesuatu nanti .


"semoga perjalan lancar ." ucap sifha dan masuk kembali ke kamar Bandi menantap sifha .


"punya istri begitu baik dan sholeka tega tega di tinggalkan begitu saja ."gumam bandi .


Malam tiba ajeng menangis , sifha ingin bangun membuatkan susu untuk ajeng tapi sifha terpeleset jatuh ke tanah .sifha merasakan perutnya sakit mungkin tak ada waktu untuk pergi ke rumah sakit . Sifha melihat gunting di meja ,ia segera membakarnya dan melahirkan sendiri di rumah .


Sifha berhasil melahirkan seorang putra . Saat makan ia ingat kepada ayah dan ibunya . Berat rasanya ia akan menelan makanan nya .


"Ibu , pengorbanan seorang ibu sungguh luar biasa , ibu di mana kamu , aku telah melahirkan cucu laki laki untukmu . Kamu di mana ....."tangis sifha


"Jonsen aku telah lahirkan seorang anak laki laki . Lahir kan anak laki laki ..tapi anak laki laki ini tidak akan aku ijinkan kamu bawa pergi . Akan aku taruh di sampingku menemaniku di sisa hidupku . Kamu ceraikan diriku untuk berbakti dengan ibumu aku tidak bisa protes . Tapi kamu tipu aku wahyu hilang tapi nyatanya kamu bawa dia pindah ke amerika . Yang tidak seharusnya lagi kalian cepat cepat pindah ."ucap sifha.

__ADS_1


Keesokan harinya Bandi pulang ia sangat menyesal mengetahui sifha telah melahirkan , dengan cara yang begitu bahaya .tanpa ke rumah sakit dan bantuan bedan .


"tapi bagaimana pun aku ucapkan selamat kamu lahirkan seorang putra ." Bandi merasa bersalah karena sifha malah menangis .


"Sifha kenapa kamu malah menangis ,seharusnya kamu bahagia . Atau aku salah ngomong ." tanya Bandi duduk di samping sifha .


"Tidak , aku hanya merasa anak ku sangat kasihan , lahir tanpa ayah aku merasa sangat bersalah padanya ."ucap sifha .


"Sifha ayahnya masih adakan , apa perlu aku mencarinya ." ucap Bandi .


"tidak perlu , dia tidak tau ,juga tidak perlu tau , jangan cemas aku bisa lahirkan nya , aku juga bisa membesarkan nya , aku makan apa dia juga makan apa . Aku pasti besarkan dia hingga dewasa ."ucap sifha .


"Kamu dah beri dia nama ." tanya Bandi .


"Dia penyemangat aku maka aku beri dia nama pangat ."ucap sifha .


"nama yang bagus ."jawab Bandi .


10 TAHUN KEMUDIAN .


Pangat baru pulang dari sekolah di tengah jalan ia di panggil oleh seorang gadis bernama Jasmine .


"pangat ." panggil jasmin .


"Itu mereka merebut boneka aku , tak mau mengembalikan . Itu hadiah dari paman aku ." ucap jasmin .


"ayo sini ambil ." teriak dua laki laki yang merebut boneka jasmin .


"kalian , bagaimana bisa rebut boneka jasmin ." teriak pangat .


"jasmin kamu tidak asik , begini saja kamu ngadu sama pangat , memalukan , cowok suka.cewek. Cowok suka cewek ." ejek kedua anak laki laki itu .


" Diam ,kalian laki laki bagaimana bisa ngerjain anak perempuan . Anak laki laki seharusnya melindungi anak perempuan . Cepat kembalikan boneka jasmin."ucap pangat .


"kalau aku tidak mau kenapa .aku ingin jasmin merebutnya , ayo sini ..


"aku akan laporkan ke pak guru ." ucap jasmin berlari pergi . Pangat pun berlari merebut boneka itu .


"lepas aku udah merebutnya . Kenapa kata katamu tidak kamu tepati ."ucap pangat .


"Aku tidak mau tepati ya kenapa , anak haram ."ucap laki laki itu .

__ADS_1


"kamu bilang apa ." tanya pangat .


"anak haram , anak tidak punya ayah ." pangat emosi di katakan anak haram . Mereka bertengkar satu lawan dua .


Bandi yang pulang naik sepeda dengan ajeng terkejut melihat mereka bertengkar .


"papa lihat itu pangat ." ucap ajeng yang di bonceng papanya .


"eh ini anak ya ." Bandi melerai mereka .


"pangat kenapa kalian bertengkar ."tanya bandi .


"mereka bilang aku anak haram tidak punya ayah ." ucap pangat .


"memang benar dia anak haram ...


"iya dia tidak punya ayah ...


"ee siapa yang mengajarimu bicara begitu , apa guru ngajari kamu itu ..siapa bilang dia tidak punya ayah , aku ayah dia .."pangat menatap wajah bandi .


"Pangat ayo kita pulang ."ajak Bandi .


Di rumah sifha telah menyiapkan makan malam .ajeng menyapa sifha , Bandi menyembunyikan pangat di ketiaknya.


"pangat kenapa dengan wajahmu , kotor sekali." tanya sifha


"sifha tidak ada masalah apa apa ." ucap bandi .


"kenapa sembunyi di belakang ke sini ." panggil sifha .


"ini seragam baru , kenapa begitu kotor , berkelahi ." pangat tak bisa menjawab pertanyaan sifha


"tak bisa jawab , perlu di beri pelajaran . Keluarkan tanganmu ."ucap sifha sambil membawa kayu rotan .


"sifha ..


"Bandi aku sedang mengajar anak . Kamu jangan ikut campur , ibu suruh kamu baik baik belajar bukan berkelahi , keluarkan tanganmu , angkat yang tinggi ," saat sifha akan memukul Bandi meletak kan tangan nya di atas pangat sambil tersenyum


"Bandi , kamu begini ngapain ." tanya sifha .


"tidak sifha , aku terlambat tolong dia , aku juga kamu larang bicara jadi kita berdua kamu ajar saja ."ucap Bandi .

__ADS_1


"papa kamu ngapain sih ." tanya ajeng .


"kamu diam saja . Kamu tidak lihat bibik lagi marah ya ." ucap Bandi pada Ajeng .


__ADS_2