IDA 2 Happy Ending

IDA 2 Happy Ending
IDA 2 HE 05


__ADS_3

Pangat demi jasmin melakukan taruhan dengan kawan nya , ajeng yang bicara apa pun tidak mau dengar malah menuruh ajeng agar pergi .


"tidak aku harus ikuti dia ." ucap ajeng setelah melihat pangat pergi .


Sementara jodi masih juga minum minum di tepian sugai mencari yulia . Dari kejauhan yulia hanya menatap jodi .selama ini yulia juga terus memantau jodi dari jarak jauh .


Sementara pangat yang taruhan sama temannya untuk mencuri jambu di ladang petani sedang di kejar oleh pemilik kebun jambu .


"pangat sudah kamu jangan menatang pilik kebun jambu ayo pergi ."ajak ajeng .


" we ayo sini kejar aku kalau bisa ." tantang pangat .ajeng pun lari pulang cari bantuan .


"jangan lari kamu , aku akan hajar kamu ." teriak pemilik kebun jambu .


Bandi yang pulang kerja tak mendapati ajeng dan pangat , hanya melihat sayur di meja .


" Bentar lagi sifha pasti pulang , selama ini selalu dia yang repot masak untuk ku ," ucap Bandi dan membantu sifha memotong sayuran .Tak berapa lama sifha pun pulang .


"Eh Bandi biar aku saja yang buat ." ucap sifha .


"tidak apa apa sekali kali aku bantu selama ini kamu yang selalu membantuku ." ucap Bandi .mereka berdua sama sama memotong sayur . Hingga ajeng pulang minta bantuan .kalau Pangat akan di pukuli orang .


"Apa ." pekik sifha dan lari pergi bersama Bandi dan ajeng .mereka segera mengayuh sepedanya dengan cepat , sifha berada di depan Bandi yang bonceng ajeng .tiba tiba saat belok Bandi menabrak cabang kayu yang tergeletak di tikungan jalan dan jatuh .


"Bandi ." teriak sifha .


"Aku tidak apa apa , ajeng kamu bersama bibik tunjukan jalan ya ." ucap Bandi .


"tapi kamu ..


"aku tidak apa pergilah ." ucap bandi yang terluka di bagian lututnya . Sambil meringgis setelah sifha pergi bersama ajeng .


Sementara pangat bersembunyi sembunyi untuk pergi tinggalkan kebun itu tapi tetap saja kehadang oleh pemilik kebun .


"kamu mau lewat mana pun aku tetap bisa menghadangmu .karena ini tempat aku ,"ucap pemilik kebun sambil mengulurkan kayu di leher pangat .


"Ayo ikut aku ke kantor polisi ."ucap pemilik kebun .kebetulan sifha dan ajeng sampai .

__ADS_1


"Maaf pak , ini anak saya , maafkan kesalahan dia , dia hanya anak kecil ."ucap sifha .


"karena dia anak kecil sudah berani mencuri jambu di kebun aku .".


"Ma ..


"pangat baru saja masuk di kebun mu metik juga belum ." ajeng memotong ucapan pangat


"aku ngak perduli tiap hari jambu aku banyak yang di curi . Sekarang ikut aku ke kantor polisi .".


"eh pak tunggu dulu , jangan sampai ke kantor polisi , nanti kalau dia sudah besar ada catatan hitam di kantor polisi bagaimana masa depan dia . biar aku ganti bapak minta berapa ." ucap sifha .


"lima juta ." ..


"lima juta , sebanyak itukah ." tanya sifha


"eh aku metik aja belum , kamu minta uang sebanyak itu , kamu rampok apa mafia , lebih baik di luar sana jadi begal ." ucap Pangat .


"pangat diam kamu ." ucap sifha..


"Aku tidak perduli dia sudah katakan aku , perampok , mafia ,begal ayo ikut aku ke kantor polisi ." ucap tukang kebun tepat Bandi tiba .


"Guru Bandi ." sifha bertanya pada bandi apa bandi kenal dengan pemilik kebun , membuat pemilik kebun salah paham .


"Guru Bandi jadi perempuan itu yang di kabarkan kumpul kebo sama Guru bandi ." tanya pemilik kebun setelah menarik Bandi menjauhi mereka .


"kamu salah paham pak , dia saudara saya ." ucap bandi .karena Bandi pemilik kebun melepas kan pangat . Ajeng tersenyum pada pangat melihat pemilik kebun pergi .


Sifha menjewer telinga pangat memasuki rumah bandi .


" kamu punya mata , di taruh di punggung ya . Cepat berlutut .mama suruh kamu sekolah baik baik kenapa malah pergi mencuri jambu ." tanya sifha .


"aku taruhan sama teman aku ." ucap pangat .


"Taryhan kamu masih kecil sudah mencuri kalau bukan paman mu yang tolong kamu , kamu udah masuk penjara ."


"itu juga bukan salah aku ." jawab pangat .

__ADS_1


"masih busa ngejawab , lakjkan kesalahan masih bisa ngejawab ." ucap sifha sambil terus memukul i pangat dengan kayu rotan kecil .


" sifha ....sifha .."..


"Bandi aku lagi menghajar anak ku ."..."Iya aku tau tapi lihat baju dia basah semua biar dia ganti dulu nanti bisa bisa demam ." ucap Bandi dan pangat langsung gunakan kesempatan dengan bersin bersin .


Sifha menyuruh pangat pergi bersihin badab dan ganti baju .bandi juga menyuruh ajeng agar pergi cuci tangan . Sifha ingat dwngan luka Bandi dan ambil kotak P3K .


Bandi merasa sifha seakan sangat takut berhubungan dengan seorang polisi , apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu sifha .


"kita dah pernah bilang untuk tidak ungkit masa lalu ." ucap Sifha .


"Masa laluku kamu juga tau .."


"sudah jangan bahas ini lagi , lukamu akan saya obati lagi sehari tiga kali . Sekarang aku mau lihat pangat mandi sudah ." ucap Sifha untuk menghindari Bandi .


Sampai di kamar sifha melihat pangat sudah selesai mandi dan sedang pakai baju .


"Lihat dirimu sudah gede pakai baju aja masih kebalik , depan di belakang , belakang di depan ." ucap sifha dan ingin membantu melepas lagi baju pangat , tapi tiba tiba pangat mengaduh .


" auo ma..." hati sifha pedih melihat punggung pangat merah semua bekas sabetan nya .


"ya sudah kamu balik sendiri ." ucap sifha sambil menahan air matanya . Setrlah membalik bajunya pangat mendekati mamanya .


"Ma kamu jangan sedih ." ucap pangat .


"pangat ." sifha membalik kan badan dan memeluk pangat .


"kamu tau mama pukul kamu , hati mama juga sakit , mama tidak tega . Tapi apa kamu pernah dengar orang bilang , masih kecil jadi pencuri , kelak besar pasti jadi perampok . Kamu tau kamu lakukan kesalahan . Mama tidak berharap kamu dewasa jadi seorang jendral atau sultan . Mama cuma berharap kamu sehat selamat hingga dewasa . Jangan sampai jadi seorang oenjahat kamu tau ." ucap sifha .


"ma aku tau ."jawab Pangat .


"pangat tadi mama pukul kamu , kamu tidak meneteskan air mata , tapi kenapa kamu malah meneteskan air mata ." tanya sifha sambil menghapus air mata pangat .


"ma ." pangat berlutut di depan sifha . Ia mengakui kesalahan nya dan minta maaf pada sifha .sifha menghaps air matanya dan menarik pangat agar berdiri .


"anak kesayangan mama . Tau bersalah kelak jangan di ulangi lagi , agar mama tidak memukulmu lagi ya ." pangat meringis kesakitan .

__ADS_1


" Sakit ya , Sini mama obat dulu luka mu ." ucap sifha membawa pangat duduk di kursi dan pergi ambil P3K .


__ADS_2