
Hari dan bulan pun berganti, sekolah mou sudah sampai pada pertengahan smester ke Dua, yang artinya beberapa bulan lagi ia akan memasuki tahun ke tiga.
" gua gak bisa gini terus, duit gua gak cukup untuk masa depan gua untuk menggapai cita-cita gua "
mou yang merasakan tekanan waktu yang semakin pendek karena sebentar lagi memasuki tahun ketiga, waktunya terasa tidak cukup untuk mengumpulkan uang lebih banyak.
" gua harus cari cara lain agar duit gua bisa nambah banyak, "
mou tertekan bukan berarti ia tidak punya uang, tapi karena ia berasal dari keluarga yang biasa saja, ia tidak bisa menggantungkan cita-cita pada dukungan keluarganya, karena ia tahu iti tidak akan mungkin terjadi.
" oh untuk yang mepet-mepet begini, mending ke warnet nanya mbah gugel ini enaknya "
mou ingat bahwasanya walaupun saat ini google di daerah mou belum terlalu canggih seperti di kehidupanya dulu, tapi tetap saja mengandung beribubinformasi yang penting.
mou berjalan ke arah lemarinya dan berganti pakaian santai, keluar menuju rumah pembina asrama, lebih tepatnya pak badar untuk meminta izin keluar asrama.
pak badar juga merupakan pembina yang mengurusi keperluan izin keluar asrama, karena namanya asram yang kita tahu, banyak peraturan terkait tentang meninggalkan area asrama.
__ADS_1
" assalamualaikum pak badar "
sesampainya mou di depan rumah pak badar, ia langsung mengucapkan salam.
" walaikumsalam, ... oh mou, ada apa nak? "
pak badar menjawab, sambil membuka pintu dan, melihat mou di depan pintu rumahnya
" begini pak, saya mau minta ijin ke warnet, boleh pak?"
" oh kamu mau ke warnet, boleh aja gpp kok, tapi sebelum ashar kamu jarus sudah pulang ya, sebentar saya ambilkan buku catatanya dulu"
pak badar kemudian masuk kedalam rumahnya, beberapa saat dan kembali keluar sambil membawa buku catatan perizinan siswa-siswi asrama.
" ini kamu tanda tangan dulu, nanti kalo sudah pulang balik kesink lagi untuk tanda tangan kembali ya, inget jangan lupa sebelum ashar loh ya"
sambil mou tanda tangan ia berkata kepada pak badar
__ADS_1
" siap pak, gak sampai ashar kok, "
setelah itu mou, berjalan kaki menuju warnet dekat asrama dan sekolahnya, tak beberapa lama setelah mou sampai di warnet, mou melihat ada beberapa orang saja di warnet, dan terlihat juga siswa-siswi tingkat pertama juga ada di warnet.
tak perlu waktu lama, mou masuk ke dalam bilik warnet, kemudian berselancar ria
" setelah gua pikir-pikor cara cepet dapet dui adalah dengan trading, itu paling cepet untuk menghasilkan uang dalam jumlah banyak "
setelah tau tujuanya itu, mou mulai belajar masalah trading, setelah satu jam, mou sudah mempelajari teknik-teknik trading dan informasinya, serta perkiraan pendapatanya.
Mou belajar trading sampai 2 jam lamanya, ia juga pun telah membuat akun trading, ia juga telah menguras tabunganya sampai 80%, mou sangat yakin akan kemampuanua dalam memprediksi nilai saham, yang turun dan naik.
maka dari itu mou menghabiskan lebiih dari 20 juta tabunganya untuk di investasikan pada trading tersebut.
setelah selesai, mou melanjutkan selama sejam untuk mencoba trading,
berkat ketepatan dan kecerdasan matematis, dan kemampuan mengumpulkan informasi. selama satu jam itu pula ia telah mendapatkan keuntungan yang luar biasa .
__ADS_1