![Illest [Minyoon GS]](https://asset.asean.biz.id/illest--minyoon-gs-.webp)
Ada aksi, reaksi, dan konsekuensi. Semuanya terhubung dengan sebab–akibat. Apa yang ditanam, itulah yang akan dituai. Kejahatan selama belasan tahun oleh Min Kyuhyun sudah terembus dan terbongkar, membuat korban merasa lega. Hukuman mati yang didapatnya terasa berguna karena organ tubuh Kyuhyun akan didonasikan. Min Yoongi mendapat donoran jantung, membuatnya merasa mendapat kesempatan hidup lagi.
Park Jimin yang baru diketahui memiliki penyakit ginjal kronis karena narkoba oleh Kyuhyun, dan obat-obatan dari Myungsei Hospital. Ia mendapat donoran ginjal dari tubuh Kyuhyun. Karena semua masalahnya telah selesai, pria itu berubah menjadi kekanakkan dan merepotkan. Apalagi setelah operasi, ia semakin manja pada Min Yoongi dan Perawat Jang. Katanya, Perawat Jang adalah seorang ayah baginya.
Semuanya kembali ke Rumah Sakit. Park Jimin tidak dianggap berbahaya lagi, tetapi menjadi tamu yang dihormati. Min Yoongi tidak memiliki rumah, maka dari itu tetap tinggal di sana. Awalnya ia ditawari oleh Seungmin untuk tinggal bersamanya. Hanya saja, Yoongi bilang tidak bisa. Karena hatinya telah dicuri oleh seorang pria yang lebih muda darinya. Seungmin hanya memaklumi.
"Noona, aku ingin pergi bermain!" teriak Jimin membahana. Membelah atensi, Suster Lee yang berada di dekatnya, memukul pantat pria itu dan memarahi, "Jangan ribut, di sini bukan cuma kau saja yang butuh, Jimin!"
__ADS_1
Jimin pergi dengan menggerutu sambil mengusap pantatnya. Terlihat seperti anak kecil yang marah. Ia berlari saat melihat Yoongi yang berjalan sembari membawa plastik besar. Jimin menabrakkan diri ke arah Yoongi, membuat keduanya tumbang dengan tawa Jimin yang mengiringi. "Noona, aku rindu padamu. Main, yuk?"
Yoongi hanya menghela napas, berusaha sabar. Belanjaannya tercecer dan ia harus membereskan. Namun, tarikan dari Jimin membuatnya berhenti. Ia menatap pria itu yang sedang dalam mode manjanya. "Noona, ikut aku ke belakang gedung. Ada yang ingin kutunjukkan padamu." Jimin berkata kemudian mengerucutkan bibir dengan lucu.
***
Ketika diminta berhenti, Yoongi langsung membuka matanya. Di depan sana, ada pohon yang dirias dengan pita warna-warni. Beberapa lampu kecil yang digantung seperti akar pohon beringin. Apalagi satu objek yang sangat mencolok di mata. Sebuah foto dalam bingkai yang besar. Potret Yoongi saat kecil, sedang tersenyum di pangkuan Kyuhyun dan Seungmin.
__ADS_1
"Ini ... ada apa?" lirihnya. Jimin hanya menggeleng dan memeluk Yoongi dengan manja. Ia berkata, "Karena kelahiran seseorang itu berharga. Apa yang Tuhan ciptakan dan dilimpahkan kepada kita hanyalah titipan. Maka dari itu, kita harus menjaganya. Noona, bolehkah aku menjagamu? Karena kau adalah anugerah terindah bagiku."
Yoongi meneteskan air mata, bukan karena perkataan Jimin, tetapi karena potret keluarganya yang dipajang. Foto itu diambil saat dirinya masih kecil, belum mengingat apa pun. Namun, kehangatan itu terasa di sana. Kasih sayang Kyuhyun yang diterimanya. Pun teringat tatapan mata Kyuhyun padanya saat ia kembali ke rumah. Mungkinkah itu perasaan bersalah?
Ia berbalik, menatap Jimin yang masih tersenyum. Membalas pelukannya dan berkata, "Boleh, kau bisa menjagaku. Sebagai ganti beberapa waktu lalu aku yang menjagamu." Jimin mengeratkan pelukannya dan memutar tubuh Yoongi. Membuat gadis itu tertawa.
Tidak ada yang tahu bagaimana hasil akhir masalah dari seseorang. Entah itu akan berujung baik, maupun sebaliknya. Roda kehidupan terus berputar, ada saatnya berada di atas, ataupun di bawah. Kita hanya bisa mengikuti alur, dan menyelesaikan semampunya.
__ADS_1
To Be Continued ...