![Illest [Minyoon GS]](https://asset.asean.biz.id/illest--minyoon-gs-.webp)
Langit sudah biru terang dengan matahari yang berwarna putih dari kejauhan, menandakan waktu sudah siang hari. Ini adalah hari minggu, di mana beberapa pekerja sedang istirahat. Myungsei Hospital mengadakan lembur untuk petugas yang bisa menemani pasien VIP seperti Park Jimin.
Hari ini tepat waktunya Jimin mandi, dan tentu saja sejak pagi, pria itu memberontak tidak mau. Empat perawat pria sudah kewalahan melawan amukan Jimin yang tidak main-main. Jimin sendiri sudah tidak memakai piyama, hanya selembar handuk yang menggantung di pinggangnya. Pria itu membawa tongkat yang biasa dibawa sekuriti, dan sangat lincah menggunakannya.
Mereka kini berada di lantai utama, di depan lobi. Beberapa sekuriti dan perawat lain pun ikut menenangkan Jimin, menurut untuk mandi. "Tidak, aku tidak mau mandi. Di ruangan itu penuh dengan sosok yang ingin membunuhku!" teriak Jimin ketakutan dan memukul salah satu petugas di sana.
Jangan salah sangka, walaupun Jimin memiliki masalah mental, tubuhnya lumayan bagus dan berotot. "Kami jamin tidak ada yang ingin membunuhmu, Jimin. Ayolah mandi," ucap Suster Lee yang kebetulan sedang bertugas di lobi.
Jimin ketakutan sendiri saat melihat semakin banyak orang yang mengerumuninya. Ia langsung berteriak, "Mana Min Yoongi? Ia berjanji padaku untuk mandi bersama. Ke mana Yoongi?"
Suster Lee selaku perawat pendamping Yoongi terkejut. "Yoongi sedang check up rutin. Kau mandi dengan Perawat Jang saja, ya? Nanti jika Yoongi sudah kembali aku akan mengatakannya padamu," ujar Suster Lee sambil perlahan mendekati Jimin.
"Jangan berdusta!"
__ADS_1
BRAK!
Kursi kayu yang berada di pinggir Jimin, melayang bebas dan hampir mengenai tubuh Suster Lee. Inilah yang membuat Jimin menjadi pasien VIP dan paling susah dijaga. Bukan sekali dua kali pria itu membuat perawat di sana cedera, bahkan ada yang sampai tewas. Jimin terlalu berbahaya, maka dari itu ia diasingkan dari pasien lain.
"Jimin, ada apa mencariku?" Sebuah suara menginterupsi seluruh petugas yang masih waspada. Di sana ada Yoongi yang berjalan dengan santai mendekati Jimin.
"Nona, jangan mendekati Jimin!"
Teriakan itu terlambat, Yoongi sudah menepuk pundak Jimin yang basah karena keringat. Bahkan wanita itu mengambil tongkat hitam yang Jimin bawa. "Pergilah, bagaimana Jimin ingin tenang jika kalian berkerumun seperti hendak mengeroyoknya?" tegur Yoongi.
Yoongi mengintruksikan perawat lain untuk pergi. Hanya Suster Lee dan Perawat Jang selaku pendamping atas dirinya dan Jimin yang diminta untuk tinggal. Yoongi menarik Jimin menuju kamar mandi yang sudah disiapkan. "Aku akan menemanimu mandi, tapi kau dimandikan dengan Perawat Jang. Bagaimana ya menjelaskannya? Kita tidak memiliki hubungan dekat untuk 'itu', Jim," jelas Yoongi mencoba membuat Jimin paham.
Jimin membalas, "Kalau begitu, jadilah pacarku. Lucifer menyuruhku untuk menjadikanmu kekasih."
__ADS_1
Eh?
***
Bath up terisi dengan air dan busa yang penuh. Bebek karet dan mainan kapal-kapalan memeriahi isinya. Jimin berada di dalamnya, ia sedang memainkan pesawat kecil yang diberikan Suster Lee. Yoongi ikut membasuh rambut Jimin yang tampak kusut, ditemani Perawat Jang. Pria itu mengusap seluruh tubuh Jimin, tanpa harus malu.
Yoongi ikut memandikannya, bath up tersebut berisi busa penuh jadi ia tidak khawatir harus melihat sesuatu. Suster Lee pun tidak mengalihkan pandangan dari Yoongi. Wanita paruh baya itu sudah menganggap Yoongi sebagai putrinya sendiri. Jika kau memiliki seorang putri yang sudah dewasa, dan memandikan lelaki sepantarannya, apa kau tidak jantungan?
Yoongi membilas rambut Jimin. "Nah, sudah semua. Tinggal mengeringkan tubuh dan berpakaian, nanti tunggu aku di Taman, ya?" ucapnya sambil menggosok rambut Jimin dengan handuk.
Perawat Jang menyuruh dua wanita di sana keluar. Ia hendak memakaikan Jimin piyama seperti biasa. Karena memang keduanya punya malu, Suster Lee dan Yoongi pun pergi meninggalkan Jimin yang panik di sana. Jelas saja karena Yoongi, satu-satunya orang yang membuatnya aman malah pergi.
Perawat Jang menenangkan, "Sekarang kau pakai bajumu dulu, ya? Nanti ketemu Yoongi lagi. Ayo, sekarang menurut!" Diakhiri dengan dengusan Jimin.
__ADS_1
To Be Continued ....