
Terdapat sebuah planet yang sebenarnya memiliki cuaca yang sangat ekstrem. Suhu udaranya sangat panas ketika siang hari dan sangat dingin saat malam. Gambaran planet ini sangat mirip dengan Planet Merkurius. Namun, planet ini berada jauh jutaan tahun cahaya dari Planet Bumi dan berada di galaksi lain.
Aku mengunjungi planet ini menggunakan tubuh kosmos ketika ada teman yang mengajakku menjelajah. Di planet ini, kami menemukan makhluk mirip kadal dengan tubuhnya yang terbuat dari batu. Sebut saja Kadal Batu. Kadal Batu tersebut mampu bertahan hidup di planet ini dan mereka sering berkamuflase menjadi bukit kecil.
Karena itu, pemandangan permukaan planet ini seolah berbukit-bukit padahal itu adalah si Kadal Batu yang tengah tidur. Durasi tidur mereka lumayan panjang, itu bisa bertahun-tahun lamanya. Kadal Batu juga bergerak lambat, tetapi memiliki kekuatan yang sangat merusak.
Temanku mengajak untuk berburu Kadal Batu. Apa yang kita inginkan dari Kadal Batu adalah jantungnya yang berupa kristal energi. Kristal ini sering disebut Inti energi. Sebenarnya, Kadal Batu ini mengingatkan diriku pada makhluk fantasi bernama Golem. Soalnya, secara keseluruhan memang mirip. Kadal Batu ini akan terus hidup dan beregenerasi selama masih memiliki inti atau tidak hancur kristal energi yang merupakan sumber hidupnya. Kadal Batu ini berukuran lumayan besar, mungkin seukuran pesawat komersil. Dia memiliki ekor panjang berduri tajam. Ekornya tersebut digunakan untuk menyerang musuhnya.
__ADS_1
Saat menghadapi Kadal batu, ekornya memang sangat merepotkan. Hal itu karena dia bisa menembakkan duri-duri bebatuan dari ekornya tersebut. Selain itu, cambukan dari ekornya tersebut sangat cepat meski pun kadal ini sangat lambat ketika berjalan. Namun, ada yang lebih merepotkan dari pada ekornya. Yaitu matanya yang tidak memiliki titik buta. Kadal Batu memiliki banyak mata, bahkan pada punggungnya. Mata tersebut bisa melihat ke berbagai arah berbeda, seperti Bunglon.
Untuk mengalahkan Kadal Batu, aku dan temanku memakai segala cara untuk melumpuhkan penglihatannya terlebih dahulu. Untung saja kemampuan beregenerasinya cukup lambat. Meski begitu, sangat sulit untuk mengincar matanya dan terkadang keburu pulih jika kita terlalu lama bertarung.
Sejauh ini, aku hanya tahu jika jumlah matanya itu ada tujuh dan tidak berada di posisi yang biasa. Masing-masing letak mata tersebut adalah, satu di kepala, satu di dada, satu di punggung, lalu dua mata di bagian masing-masing tangannya dan, dua mata lagi di bagian masing-masing kakinya. Mata yang paling sulit dilumpuhkan adalah mata di punggung dan kakinya karena dekat dengan ekornya. Cara yang paling efektif adalah langsung mengincar mata di punggungnya. Mata di punggungnya paling besar dan menonjol, tetapi entah mengapa sangat sulit sekali untuk ditargetkan. Cara lainnya adalah melumpuhkan mata lainnya sekaligus. Minimal, dua kali serangan sudah bisa melumpuhkan mata di tangan, kaki, dan kepalanya. Lalu, mata di punggungnya dijadikan yang terakhir pada serangan ketiga.
__ADS_1
Buat kalian yang pernah menonton film super hero buatan Amerika, pasti sangat familiar dengan sosok yang ada gambar tersebut.
Namun, seperti itulah tubuh kosmos milik para Starseed. Makanya, terkadang aku pikir kalau pembuat karakter Silver Surfer ini mungkin tahu soal Starseed. Soalnya, dia bahkan menggambarkan kendaraan atau papan mirip selancarnya juga.
Sebenarnya, benda mirip papan selancar atau skateboard ini memiliki macam-macam fungsi. Benda ini bisa berubah-ubah bentuk menjadi senjata apa pun. Tentu saja, tanpa benda ini pun kami masih bisa terbang. Benda mirip papan selancar ini bisa berubah-ubah ukuran juga. Pokoknya, benda ini sangat berguna. Ketika tidak digunakan, benda ini akan mengecil dan masuk ke dalam telapak tangan kami. Pada telapak tangan kami memang bisa menyimpan banyak benda. Ketika ingin menyimpan suatu barang seperti senjata, itu akan mengecil dan seperti terhisap oleh telapak tanganku. Itu seperti penyimpanan ruang dimensi atau ruang spasial.
Kembali soal pada Kadal Batu, jantung makhluk ini bisa digunakan untuk memperkuat senjata kami. Soalnya, senjata kami yang sering memakai bentuk papan selancar ini bisa di upgrade layaknya item atau senjata pada sebuah game. Karena itu, kami menjelajahi berbagai dunia juga dalam rangka mengkoleksi banyak barang berharga seperti inti energi atau Kadal batu ini.
__ADS_1
Sekilas ilustrasi pertarungan kami. Kami berdua berhasil memotong kepala serta kedua tangan dan kakinya dalam satu serangan. Meski begitu, Kadal Batu masih belum kalah dan masih merepotkan. Langkah kedua kami adalah dengan temanku menahan ekornya dan aku mengincar mata di punggungnya. Ketika semua matanya hancur, barulah Kadal Batu ini tidak bisa melawan lagi dan kami berdua pun bisa mengambil inti energinya.