Indigo Starseed

Indigo Starseed
Bab 7 : Kekasih masa lalu


__ADS_3


Bertepatan dengan hari Valentine, kesadaranku mulai buyar setelah tiba-tiba merasa sedih. Sebenarnya, aku bukan sedang patah hati atau teringat mantan pacar. Namun, hatiku tiba-tiba terasa sesak dan aku merasa sangat lelah. Aku pun mencoba istirahat dengan memejamkan mataku sejenak. Sekilas, aku melihat senyuman dari sesosok gadis cantik yang terasa begitu familiar sekaligus asing dalam pikiranku.


Wajah gadis yang awalnya samar-samar mulai semakin jelas. Ia tersenyum dan tengah menunggangi kuda bersayap yang berwarna putih. Aku masih bisa merasakan dengan jelas bagaimana ritme napasku yang semakin teratur dan tubuhku yang sedang berbaring mencoba untuk rileks.


Tiba-tiba, semua menjadi blur putih dan aku masuk ke dunia seperti mimpi. Aku tidak yakin dunia tersebut adalah mimpi karena masih sadar dan masih bisa merasakan tubuh fisikku yang tengah terbaring. Ini adalah keadaan setengah sadar dan rasanya aku tengah menggunakan dua tubuh sekaligus.


Gadis yang berpakaian serba putih itu mengulurkan tangannya dan aku pun segera meraih tangannya. Setelah itu, kami bermain bersama di padang rumput yang luas. Namun, gadis misterius tersebut mulai menunjukkan raut wajah sedih dan segera menunggangi kudanya lagi.


Aku bicara dengannya tanpa menggunakan kata-kata atau ucapan. Kami berdua seperti berkomunikasi lewat telepati karena bisa saling memahami hanya dengan kontak mata.


Portal dimensi tiba-tiba terbuka membelah awan dan gadis ini terbang menuju ke arahnya. Aku sadar kalau ia akan segera pergi dan rasanya aku tidak rela untuk berpisah dengannya. Aku pun berusaha membujuknya agar tidak pergi seraya menyusulnya terbang.


“Kamu mau ke mana?”


“Ikutlah denganku!”


Ia mengulurkan tangan dan mengajakku untuk ikut bersamanya. Namun, entah mengapa aku malah terdiam. Dari sini aku tidak bisa mengendalikan tubuhku yang di dunia tersebut. Diriku yang lain atau tubuh yang saat itu kugunakan seolah berkata kalau sekarang bukan waktunya untuk pergi dengannya.


Aku pun mulai sadar bahwa sejak awal aku hanya pihak ketiga. Kesadaran diriku hanya merasuk ke tubuh lelaki yang menemui gadis ini.


Aku merasuki tubuh lelaki yang sangat mirip denganku dan bisa dikatakan bahwa ia mungkin adalah diriku yang lain.

__ADS_1


“Maaf, aku belum bisa ikut denganmu saat ini. Namun, aku berjanji bahwa kita akan bertemu lagi nanti!"


“Baiklah, aku akan terus menunggumu dengan sabar!”


Kesan yang aku dapat dari kejadian ini adalah bahwa gadis itu tengah menunggu dan kembaranku masih ada urusan yang perlu diselesaikan olehnya.


Meski begitu, aku sangat bingung dan mulai bertanya-tanya tentang apa maksud dibalik semua ini. Ketika aku semakin jatuh dalam kebingungan, tiba-tiba semuanya mulai bergerak cepat. Semua berputar mundur seolah-olah waktu sedang disetel ulang ke awal.



Aku hanya merasa sedang terapung di ruang hampa dan tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk beberapa saat, aku hanya merasakan diriku terbawa hanyut oleh arusnya. Setelah itu, aku mendapati kesadaranku sudah berada di suatu tempat mirip aula istana kahyangan.


Lalu, tampak ada sosok raksasa mengambang di udara yang tersenyum melihatku. Sosok tersebut begitu bercahaya dengan rambut dan lengannya berwarna emas. Di sini aku bingung untuk menjelaskannya. Sosok ini jelas-jelas mirip dengan sosok Dewa Matahari.


Aku bahkan belum sepenuhnya sadar dalam pertemuan tersebut. Namun, lagi-lagi aku terjebak situasi aneh.


Tiba-tiba kekuatan misterius mendorongku jatuh ke bawah dan aku seperti jatuh dari istana langit.


Aku tidak tahu seberapa jauh aku jatuh. Namun, aku berakhir di tempat asing lainnya dan merasuk ke diriku yang lain.


“Apa ini?”


Tiba-tiba aku masuk ke tubuh kembaranku dengan sebuah pedang menancap pada punggungnya. Lalu, di depanku ada gadis yang sebelumnya kutemui itu. Ia terlihat sangat terkejut sebelum akhirnya mulai menangis. Situasi ini mirip sekali dengan adegan sebuah film yang pernah aku tonton.

__ADS_1


Selanjutnya, aku keluar dari tubuh tersebut dan hanya bisa menonton kembaranku tergeletak bersimbah darah.


Aku mulai mengamati keadaan sekeliling dan orang-orang di tempat ini sepertinya tidak bisa melihatku. Aku seperti menjadi roh yang sedang gentayangan.


Aku lihat tempat ini berada di depan istana yang mirip istana China kuno.



Seluruh tempat ini dipenuhi oleh prajurit dan di ujung tangga ada sang raja tengah berdiri.


Sang raja menginginkan gadis ini, tetapi ditolak. Lalu, gadis ini dituduh sebagai penghianat dan akan dieksekusi mati. Namun, kembaranku sangat menentang hal ini karena ia sangat mencintai sang gadis. Sebenarnya, kembaranku ini adalah pangeran dan adiknya sang raja.


Singkat cerita, kembaranku berhasil membujuk sang raja agar melepaskan gadisnya. Namun, ia harus melepas gelarnya sebagai pangeran dan meninggalkan istana.


Kembaranku setuju dengan keputusan tersebut dan akhirnya ingin segera pergi meninggalkan istana bersama sang gadis. Namun, sang raja berubah pikiran dan menyuruh salah satu prajurit terbaiknya untuk menghabisi sang gadis. Sayangnya, kembaranku menyadari hal tersebut dan malah dirinya yang terkena serangan tersebut karena berusaha mencegahnya.


Akhirnya, semua orang tertegun ketika yang tewas malah kembaranku. Dalam situasi ini, ayahnya sang gadis muncul dengan membawa banyak pasukan dan terjadilah perang berdarah. Akhirnya, kerajaan tersebut jatuh dan sang gadis diangkat menjadi ratu. Namun, gadis tersebut jatuh dalam kebencian mendalam dan mulai menjadi tiran yang kejam.


Setelah kehidupan itu berakhir, gadis yang kusebut Mulan ini bereinkarnasi menjadi Dewi Racun pada kehidupan selanjutnya.


Di kehidupan sebagai Dewi Racun, ia kembali mengalami kisah cinta yang tragis. Namun, kisahnya akan aku ceritakan pada bab selanjutnya saja.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2