
di suatu tempat ada yang menunggu kekasihnya jemput yaitu *ANJANI NARALDA* bisa di panggil jani, lalu kekasihnya pun datang untuk menjemput jani nama kekasihnya yaitu *JUAN NARENDRA* mereka berpacaran selama 6 tahun, Juan dilahirkan dengan keluarga kaya raya, bahkan di umur nya 21 juan sudah menjadi bos muda, karena dia memiliki perusahaan kantor ayah nya yang mempunyai 3000 cabang dari berbagai daerah dan negara, juan bisa di kenal dengan lelaki arogan dan tidak suka berbaur dengan wanita lain kecuali bersama Jani,Juan sangat mencintainya bahkan lebih dari apapun yang jani ketahui Juan bahkan rela berkorban demi menyelamatkan nyawa Jani, Juan juga bisa disebut dengan pria yang dingin tapi perhatian harmonis dan rela melakukan apapun demi kekasihnya yaitu *ANJANI NARALDA* sifat manja dan manis Juan hanya ditunjukkan kepada Anjani, dan sifat yang dikeluarkan oleh Juan saat bertemu orang asing atau sebagainya yang sudah dekat dia menjadi pria arogan dan dingin
"maaf jan, nunggu lama" ucap juan kepada jani
"iya gapapa ayo, eh bajunya di pake, gue kira gabakal di pake" jawab Jani yang kaget karena dia memberi baju couple bersama Juan yang berwarna hitam kaos pendek dan jani menggunakan dress hitam yang sesuai dengan warna kulitnya yang putih cantik tinggi dan rambutnya yang sedikit coklat, begitupun sebaliknya Juan yang lebih tinggi dari Anjani Dia memakai kaos hitam dan celana hitam sambil membawa mobil Lamborghini kulitnya yang putih seperti Anjani Dia sangat tampan, bahkan dia menjadi favorit cewek yang ada di kantornya dan banyak yang mencoba untuk mencuri hati Juan akan tetapi Juan yang sikapnya dingin dan arogan tidak memperdulikannya karena dia takut Jani cemburu
"iya baguskan?" jawab juan
"iya bagus, mau naik mobil?" ucap anjani yang sambil melihat ke arah mobil
"iyya kita naik mobil, emang nya lu mau naik apah, hem?" tanya juan
"mau jalan kaki aja, biar sehat" jawab anjani yang sambil menatap mata juan
saat seperti itu juan tidak bisa membantahnya lagi, karena bagi dia jani adalah yang sangat berharga
"yaudah kalo gitu anterin gue dlu naro mobil nya, ya" jawab juan
"oh, iya kata mamah kamu harus dateng dulu kerumah, soalnya mamah udah masakin banyak buat kamu, terus katanya papah mau ngasih hadiah buat kamu" sambung juan yang sambil tersenyum manis ke arah jani, ya orang tua Juan sudah sangat dekat sekali dengan Anjani karena bagi mereka Anjani juga sudah dianggap anak perempuan oleh mamah yuya dan papah lion karena kedua orang tua Juan hanya memiliki tiga anak laki-laki yang pertama Juan Narendra, Rendy revaldi, dan clayton, clayton adik terkecil dari Juan dan Rendy karena umur dia masih 5 tahun dan Rendy umurnya 19 tahun Juan 21 tahun dan Jani 20 tahun,
"iyakah,?" tanya jani dengan penasaran
__ADS_1
"iya jan, makanya ayo, anter gue pulang dulu" jawab juan lalu jani pun mengangguk dan menaiki mobil mewahnya juan
*sesampainya di mansion milik juan*
mamah yuya dan papah lion sudah menunggu jani sedari tadi
"ehh sayang aduh, mamah kangen bangett" ucap mamah yuya kepada jani, juan dan papah lion pun hanya tertawa
"hehehe, iya mah sama, gimana keadaan mamah sama papah, baik?" tanya jani
"baik, alhhamdullilah, kalo kamu sendiri gimana?" jawab papah lion
"loh kamu masih ngambek?" tanya jani
"engga, sayang tapi kan aku juga khawatir sama kamu" jawab juan yang sambil mendekat ke arah jani dan mencium lembut pipi nya
"aduhh, soswit bangett" ucap rendi yang sedari tadi mengintipnya di pintu, mamah yuya dan papah lion hanya tertawa
"iri lu" jawab juan yang sambil menatap tajam ke arah rendi
"heh sudah-sudah ayo kita masuk oh ya Anjani ayo kita makan bersama mama sudah memasak makanan kesukaan kamu loh" ucap mamah yuya lalu jani pun tersenyum dan mengiyakan
__ADS_1
jani berjalan di samping juan sambil menggandeng tangan juan, juan sesekali menoleh ke arah jani dan mencium pipi nya,
mamah yuya pun menyuruh mereka semua untuk duduk di meja makan dan makan, jani sibuk untuk menyuapi juan makan,
"clayton kemana mah, tumben ga ikut makan" tanya jani karena dia tidak melihat clayton sama sekali
"itu dia katanya lagi main layang-layangan di lapangan" jawab mamah yuya
"bocah kerjaannya, main layang-layangan mulu, pulang-pulang muka merah" ucap rendi
"adek lu juga ren" jawab juan yang sambil tertawa
"hehh, sudah-sudah itu kan adek kalian berdua" ucap papah lion, jani hanya tertawa kecil
"ayo sayang kita jalan-jalan ke mall" ajak juan kepada jani
"ah gamau ke mall mau nya ke taman ajaa, lagian ke mall ngapain?" tanya jani kepada juan
"kamu bisa beli baju, pake kartu black kard aku" jawab juan yang sambil tersenyum
"baju aku udah banyak di rumah, mendingan kita main ke taman aja" ucap anjani kepada juan, Juan pun tersenyum dan mengangguk dan menggandeng tangan Jani Juan sangat beruntung karena mendapatkan wanita seperti Jani yang tidak suka berfoya-foya seperti wanita di luaran lain
__ADS_1