
saat sudah sampai di taman Anjani dan Juan pun duduk di bangku yang berada di dekat taman dan tetiba ada seorang wanita berusaha menggoda Juan
"hayy, sayang udah lama ya kita ga ketemu gimana kabar kamu" tanya wanita yang so asik kepada juan, juan menatapnya dengan jijik,
"juann.." panggil jani kepada juan karena dia selingkuh kepada nya
"engga sayang, engga aku bisa jelasin," ucap juan yang sambil memeluk jani dan menatap mata nya dengan khawatir karena jani salah paham
"KAU SIAPA, DAN APA MAU MU!!?" ucap juan kepada wanita itu
"kau kelihatannya kaya raya, aku mencintaimu" ucap wanita itu
"DASAR GILA!!" jawab juan yang langsung pergi membawa jani ketempat yang lebih aman
"aku tidak tau wanita itu, maafkan aku," ucap juan kepada anjani yang sambil berjongkok karena meminta maaf
"kenapa kau berminta maaf seperti itu?, aku tidak marah padamu," jawab jani
"apa alasannya kau tidak marah kepada ku?" tanya juan yang sambil mengangkat alisnya
"karena aku yakin jika kau benar-benar mencintai ku, kau tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu" jawab jani yang sambil tersenyum
"aku berjanji akan mencintaimu selalu, dan menjagamu" ucap juan yang sambil memeluk jani
"juan aku ingin menaik ayunan itu," ucap jani kepada juan lalu juan pun mengangguk dan menganggandeng tangan jani dan menyuruhnya duduk
__ADS_1
"sini duduk, gw bakal ngayunin pelan-pelan" ucap juan lalu jani pun duduk sembari di ayunkan,
"dih, apasih pelan bangett" jawab jani kepada juan karena membuatnya mengantuk
"oh pengen yang kenceng? okeh siap-siap ya" juan pun langsung mengayunkan jani dengan sangat tinggi dan tinggi
"ehh, ehh, juann berentiin sumpah gue takut" ucap anjani kepada juan tetapi karena juan usil dia makin mengayunkan nya lebih tinggi dan anjani pun tidak sengaja melepaskan pegangan dari ayunannya dan dia terlempar dan terjatuh, juan sangat panik dan menyesal
"ANJANII!!!" teriak juan, juan pun berlari mendekati jani sambil membelai rambutnya
"kau tidak apa-apa sayang?!!" ucap juan dengan khawatir
anjani hanya tertawa kecil. "itu menyenangkan walaupun sedikit sakit, tapi gw suka" jawab jani, juan pun lega karena bisa melihat senyum nya kembali
"oh ya jan, gue mau ngasih ini buat lu" ucap juan yang sambil mengeluarkan kotak kecil dari kantong nya
"sini, duduk" ucap juan yang menyuruh jani untuk duduk lalu jani pun menuruti perintah nya
"gw mau ngomong sesuatu boleh ga jan?" tanya juan kepada jani
"boleh dong masa gaboleh" jawab jani yang sambil tersenyum
juan menarik nafas dalam-dalam dan langsung mengatakan yang sebenarnya
"gw mau ngomong serius sama lu jan, lu mau ga jadi istri gw, gw udah izin ke papah sama mamah, mereka seneng bangett" ucap juan dengan nada yang serius dan penuh kejujuran
__ADS_1
"iya gw mau" jawab jani yang sambil tersenyum manis ke arah juan
"hahh serius jan?? yessss akhirnyaaa" jawab juan dengan gembira dan sambil memasang kan cincin di jari manis jani
anjani hanya tertawa kecil melihat tingkah laku juan, namun saat seperti itu juan mendapatkan telpon dari thomas, bahwa dia harus meeting malam ini juga,
"jan gue mau meeting di kantor, sekarang lu gw anterin pulang ya," jawab juan
"iya ayo, sayang" ucap anjani kepada juan
"oh ya, besok jam 9 mamah kamu udah harus ada ya, aku bakalan bawa mamah sama papah kerumah kamu buat minta restu" ucap juan
"iyya juann" jawab jani yang sambil tersenyum
Lalu Juan pun mengantarkan Anjani pulang ke rumahnya dan pamit ke Anjani sambil mencium pipinya
"dadahh, tunggu besok ya sayang" ucap juan yang melambaikan tangannya, jani hanya tersenyum dan langsung pergi untuk masuk kedalam rumah,
"kalo gitu gue harus nelpon mama sih buat ke sini" ucap jani yang langsung mengambil ponselnya
_mah : ya halo kenapa?_
_jani : mah besok datang ya ke sini jam 09.00 soalnya besok ada yang mau minta restu mamah namanya Juan_
_mah : loh Kamu masih pacaran sama dia, ya udah nanti besok mama datang ke sana jam 09.00_
__ADS_1
_jani : makasih_
*# lalu telpon mereka pun mati