
Diberikan izin untuk masih memakai seragam Knight Force, Zhao sekarang berpetualang menggunakan seragam Knight Force
Bahkan Zhao juga masih bisa berkomunikasi dengan anggota Knight Force untuk sekedar berbicara, atau melaporkan suatu kejadian
Masih di Norland, kini Zhao sedang menuju ke sebuah kota yg ada di salah satu kepulauan Norland
Sudah banyak mobil dan motor berlalu-lalang keluar-masuk kota yg cukup luas tersebut
Oh iya, kota ini tidak seperti kota fiksi di cerita anime Isekai pada umumnya, ya
Kota ini tidak dikelilingi oleh dinding atau pun memiliki gerbang yg dijaga oleh pasukan berzirah yg memegang tombak, tidak
Layaknya kota di Bumi pada umumnya saja, jalan keluar-masuk terbuka lebar untuk pengunjung asing dan orang dalam
Singkatnya, Zhao sudah berada di jalan masuk ke kota tersebut
"Aha, ini dia"
Serunya dengan senang
Zhao mulai memasuki kota tersebut, disambut dengan suasana yg cukup ramai pengunjung
Kota tersebut bernama Troldeim El, kota yg dominan pelabuhannya
Troldeim El bisa dibilang kota peternakan ikan terbesar di Norland, berkat pulaunya yg banyak perairan bersihnya
Tidak jarang nelayan di kota ini sangat kaya
Sambil tersenyum, Zhao berkata dalam hati:
"Hm, kurasa suasana ramai juga tidak begitu buruk"
Di perjalanan Zhao menyusuri kota, Zhao menjadi bahan sorotan masyarakat setempat dikarenakan pakaian yg ia pakai sangatlah mencolok
Ya, orang-orang Bulos tau Knight Force adalah seseorang yg pastinya berbakat, dan penting
Penduduk Bulos jarang sekali melihat Knight Force berkeliaran di daratan dikarenakan mereka hanya akan keluar di saat yg genting
Zhao berhenti untuk membeli sebuah sarapan kedai kecil yg menjual hotdog
"Wow...! Mereka terlihat menggugah selera"
Komen Zhao ketika melihat gambar menu yg ada di papan menu
Sang penjual dengan ramah menawarkan barang dagangannya:
"Silahkan dipilih, Pak. Ada banyak makanan enak tapi ramah dikantong"
Zhao dengan penasaran menunjuk salah satu gambar makanan
"Apa ini?"
Tanyanya
Si penjual menjelaskan:
"Itu adalah Polse. Jika Anda penggemar hotdog, Anda harus mencobanya. Bedanya Polse dilapisi wafel, bukan roti"
Semakin dijelaskan Zhao semakin lapar
"Di negaraku, kami menyebutnya GUK! GUK!"
Canda Zhao sambil tertawa, diikuti si penjual
Zhao mengeluarkan beberapa mata uang Bulos, yaitu koin emas
"Aku beli satu"
Selang beberapa saat, Polse sudah siap
"Selamat menikmati"
Ucap penjual sambil memberikan Polse ke Zhao
Zhao pun mulai memakannya
"Mmm. Paduan manis dan gurihnya sangat pas"
Komennya sambil mengunyah
"Anda... Bukan orang sini, ya?"
Tanya si penjual
"Mm? Oh, iya. Aku dari Yū, benua Arlan"
Jawab Zhao masih sambil makan
"Wah! Jauh sekali itu. Dan kelihatannya Anda orang penting"
Lanjut si penjual
Zhao lalu melihat seragamnya
Lalu Zhao mulai tertawa kecil sambil menjelaskan:
"Oh, tidak. Aku hanya anggota sementara Knight Force, tapi Kapten memberikan seragam ini untuk penghargaan"
"Hm, cukup beruntung"
"Baiklah, aku pergi dulu"
Zhao mulai berjalan meninggalkan kedai, sambil makan
"Semoga harimu menyenangkan! Kembali lagi lain hari!"
Seru si penjual
Belum sempat Zhao menghabiskan makanannya, tiba-tiba seseorang menabraknya, membuat makanannya terpental
Dia hanya bisa berdiri dan menatapi nasib malang makanannya dengan sedih
Lalu dia beralih ke seseorang yg menabraknya
Seorang anak laki-laki terduduk sambil mengusap dahinya
Tanpa pikir panjang, Zhao langsung membantunya berdiri
"Hei nak, kau baik-baik saja?"
Anak itu dengan suara yg seperti dieja menjawab:
"Noah. Baik-baik. Saja"
Setelah Zhao menelitinya, ternyata anak tersebut merupakan ras manusia setengah serigala/Anima
Bukan hanya setengah serigala, Anima juga punya banyak jenis seperti setengah anjing, kelinci, monyet, dan lain sebagainya
"Noah. Tidak. Melihat. Jalan. Maaf"
Ucapnya yg meminta maaf
Mendengar anak bernama Noah tersebut mengeja kata-katanya, bersamaan dengan baju yg compang-camping, Zhao mulai menerawangnya
"Anak ini tidak dibesarkan oleh orang tuanya, ya?"
Pikirnya
Tanpa berpikir panjang lagi, Zhao bertanya:
"Memangnya kau mau kemana, nak? Mungkin aku bisa membantu"
Wajah senang mulai terlihat di wajah Noah
"Noah. Ingin. Menjual. Sesuatu. Noah. Ingin. Makan"
Ucapnya
Untuk membantu Noah yg sepertinya sangat berkebutuhan, Zhao akhirnya mengusulkan:
"Mungkin kau bisa menawarkannya kepadaku. Memang apa saja yg kau jual?"
Noah lalu menunjukkan sebuah permata seukuran tangan orang dewasa berwarna ungu menyala
Dia memberikan permata tersebut ke Zhao
Setelah dipegang Zhao, dia sedikit memperhatikannya
Tidak lama setelah itu, matanya melebar lalu membuang permata tersebut jauh-jauh hingga pecah
Noah terkejut bukan main
"Apa. Yg. Tuan. Lakukan?!"
Tanyanya
Zhao dengan panik malah menanya balik:
"Nak! Dimana kau menemukannya?!"
Noah menjawab:
"Selatan. Troldeim El"
Zhao langsung berlari menuju selatan Troldeim El
"Tunggu! Tuan!"
Seru Noah yg mengikutinya
Tanpa memperhatikan Noah, Zhao membuka alat komunikasi berupa jam di pergelangan tangannya
Lalu dia melapor dengan tergesa-gesa
"Di sini Zhao, aku meminta bantuan kalian untuk menuju ke bagian selatan Troldeim El! Dan aku butuh medis untuk jaga-jaga ada yg terluka"
Dan terdengar Arka menjawab panggilan tersebut:
"Dimengerti, kami akan mengerahkan Liv dan Kahjilar"
Sambil masih mengejar Zhao, Noah memanggilnya:
"Tuan. Apa. Yg. Terjadi?!"
Sambil berlari menengok ke belakang, Zhao menjawab:
"Nak, batu yg tadi kau temukan bukan batu biasa! Itu batu berbahaya! Dan sebaiknya kau tidak usah ikut aku!"
Noah menggelengkan kepalanya
"Noah. Masih. Ingin. Tau"
Jawab Noah
Akhirnya Zhao sampai di lokasi, di mana sudah banyak penduduk Troldeim maupun turis luar sedang menonton sebuah batu raksasa berwarna ungu
Polisi setempat sudah memberikan garis pembatas untuk para penduduk agar tidak terlalu dekat dengan objek
"Sial! Aku terlambat!"
Gumam Zhao ketika melihat kerumunan
Noah yg baru sampai bertanya:
__ADS_1
"Tuan. Ada. Apa. Ini?"
"Nak, kau duduk baik-baik di sini. Jangan ikuti aku dulu!"
Pinta Zhao
Noah mengangguk
Lalu Zhao mulai menerobos kerumunan sambil "permisi-permisi"
Dia sudah sampai di bagian depan
Polisi yg menjaga garis tersebut langsung memberi hormat ke Zhao
"Sejak kapan ada di sini?"
Tanya Zhao
Polisi tersebut menjawab pertanyaannya:
"Sekitar jam 04.26 pagi buta. Ada beberapa orang melihat ada seorang Anima kecil mengambil pecahan batu ini, Pak"
Zhao sudah mengetahui seorang Anima kecil yg mengambilnya
Di saat yg tepat, KA-X mendarat beberapa meter dari TKP
Di saat Knight Force datang mendekati objek, para polisi sudah terlebih dahulu menggusur penduduk untuk memberi jalan
Kahjilar mulai bertanya ke Zhao:
"Apa masalahnya dengan benda ini?"
Zhao pun menjawab:
"Benda ini adalah telur untuk parasit yg menjadi binatang peliharaan alien Roneus. Jika menetas, benda ini akan menyemburkan gas berwarna ungu yg sangat berbahaya. Siapa pun yg menghirupnya akan menjadi makhluk menjijikkan berlumut berwarna ungu. Mereka disebut Purpur"
Dengan demikian penjelasan, Liv langsung terlihat panik
"Kenapa tidak di isolasi tempat ini dari tadi?!"
Tanya Liv yg khawatir
Lalu dengan entengnya Zhao menjawab:
"Aku saja baru sampai"
Dan pada akhirnya area sekitar TKP dibuat menjadi tempat terlarang layaknya pangkalan militer yg dijaga ketat oleh banyak prajurit
Para Knight Force mulai berunding sebentar
"Purpur? Nama aneh macam apa itu? Seperti nama Block di gim kotak-kotak Farmbuild"
Farmbuild merupakan plesetan dari Minecraft
Kata Kahjilar yg geli sendiri dengan nama aneh tersebut
"Jangan meremehkannya, aku yg kebal terhadap segala jenis sihir bisa diserang olehnya"
Balas Zhao dengan serius
Liv lalu bertanya:
"Kau pernah bertarung dengan makhluk-makhluk tersebut di planet lain?"
"Jauh sebelum aku ke Bulos, iya. Mereka memang berjumlah banyak dan biasanya lemah, tapi sekalinya mereka berhasil menginfeksi hewan buas, mereka akan sulit dikalahkan. Dibanding melawan Beast dari Bestamys, Purpur jauh lebih sulit"
Jawab Zhao
"Tunggu! Kau pernah ke Bestamys? Planet itu sangat terisolasi dan berbahaya karena Beast"
Tanya Kahjilar yg terkejut dengan penjelasan Zhao
"Memang berbahaya, tapi bukan berarti tidak bisa disentuh ataupun dikalahkan. Orang terlemah di sana setidaknya bisa menghajar kalian dalam kurang dari enam detik"
Jawab Zhao dengan sedikit bercanda
Liv lalu berkata:
"Entah kenapa ini mengingatkanku pada Draysoil, negara paling keras di seluruh Bulos"
Draysoil merupakan negara Brazil versi Bulos
Zhao lalu berkata sambil memegang dagu layaknya sedang berpikir:
"Draysoil ya... Aku belum pernah ke sana tapi aku sering mendengarnya"
"Tadi Arka menerima sinyal sesuatu memasuki atmosfer Bulos. Harusnya satelit sudah menembaknya karena benda tersebut bukan pesawat atau seseorang yg memiliki izin"
Jelas Kahjilar
Zhao juga berbagi informasi:
"Tadi aku menemukan anak yg membawa pecahan batu tersebut"
"Lalu dimana dia sekarang?"
Tanya Liv
Zhao berjalan menuju tempat dimana dia meninggalkan Noah, diikuti Kahjilar dan Liv
Setelah sampai, Noah masih sedang duduk-duduk sambil main sebuah tanduk hewan buas
"Hai nak. Apa aku terlalu lama?"
Sapa Zhao
Noah pun berdiri dan menjawab:
"Ti-tidak. Apa-apa. Noah. Biasa. Sendiri"
"Nak, dimana kau tinggal? Dimana orang tuamu? Apa kau baik-baik saja di luar sendirian? Dunia luar itu jahat loh!"
Tanya Liv layaknya seorang ibu yg khawatir dengan anaknya
"Hei Liv, hentikan!"
Kahjilar menarik Liv
"Kau menakutinya!"
Lanjut Kahjilar
Lalu Noah mulai menjelaskan dengan ekspresi biasa:
"Noah. Tidak. Punya. Orang. Tua. Noah. Sendirian. Di hutan"
Zhao melipat lengannya sambil bertanya:
"Kau tau berapa usiamu?"
Ketika dia tanya begitu, Kahjilar langsung menampar punggung Zhao
"Bicara saja masih dieja, kau pula tanya usianya"
Marah Kahjilar
Zhao ketawa kecil sambil berkata:
"Kenapa? Apa salahnya bertanya?"
Noah mulai menjelaskan lagi:
"Pagi. Noah. Menemukan. Batu. Cantik. Noah. Ambil. Noah. Jual. Noah. Lapar"
Semakin tau, ketiga Knight Force semakin merasa kasian
Lalu mereka bertiga memutar balik badan dan berdiskusi sebentar
"Bagaimana ini? Kasian dia sendirian"
Kata Kahjilar
"Kau adopsi dia, kau kan sudah nikah! Pasti berpengalaman lah!"
Saran Liv
"Kahjilar sudah nikah? Padahal dia keliatan masih bujang"
Canda Zhao
"Aku sudah menikah dan punya dua anak. Aku tidak yakin istriku mengizinkan mengadopsi seorang anak yg tidak jelas asal-usulnya"
Jawab Kahjilar
"Kenapa tidak kau, Liv?"
Tanya Zhao
"Kawan, hubunganku dengan pacarku semakin merapat. Dengan membawa anak ini akan terjadi kesalahpahaman"
Jawab Liv
Sambil memegang dagu, Zhao bergumam:
"Benar juga"
Lalu Kahjilar menyarankan:
"Kenapa tidak kau saja, Zhao?"
Zhao pun menjawab:
"Sobat! Yū adalah negara yg berada sangat jauh dari benua ini. Dan lagi, aku sedang menaruh perasaan ke seorang ningrat di desaku"
"Setidaknya lakukan sesuatu pada anak ini, bodoh!"
Bentak Liv
Zhao menghela nafas
"Baiklah, baiklah, akan kubawa di bertualang"
Jawab Zhao
"Kau gila?! BERTUALANG?!"
Tanya Liv yg semakin marah
"Sudah kubilang menitipkan dia kepadaku hal yg salah. Belum lagi kasus alien Roneus yg belum selesai, bisa tahun depan aku pulang ke Yū"
Jawab Zhao sambil membuang muka
Kahjilar menghela nafas
"Ya, daripada tidak sama sekali, Liv"
Ucap Kahjilar
"Terserah lah!"
Akhirnya Liv menyerah
Lalu mereka kembali memutar balik badannya, berhadapan dengan Noah
__ADS_1
Dengan sedikit berat hati, Zhao berkata:
"Baiklah, nak. Kau akan ikut aku bertualang"
Wajah Noah yg tadinya murung mulai bersinar terang
"Benarkah? Noah. Ikut? Boleh?"
Tanya Noah
Zhao mengangguk lalu menjawab:
"Boleh, asalkan kau bisa menjaga dirimu sendiri. Dan kau mau tidak mau harus ikut denganku bertualang keliling dunia"
Noah lalu memasang pose seperti orang berotot sambil tersenyum, tapi malah membuatnya terlihat imut
"Noah. Kuat!"
Ketiga Knight Force tersenyum kembali dengan sedikit tertawa
Sambil menepuk punggung Zhao, Kahjilar berpamitan:
"Baiklah, kami akan pergi dulu. Besok aku meminta Arka untuk menganalisa telur tersebut"
Zhao mengangguk sambil tersenyum
Sementara Liv berpamitan dengan Noah:
"Nak, jaga dirimu baik-baik"
Noah mengangguk sambil berpose orang berotot lagi
"Noah. Kuat! Noah. Tidak. Nangis!"
Dan dua Knight Force telah kembali ke markas mereka
Sekarang Zhao dan Noah sedang berkeliling kota Troldeim El
Lalu mereka berhenti di depan sebuah bar
Sambil menunjuk ke pintu depan, Zhao bertanya ke Noah:
"Mau?"
Noah menggelengkan kepala dan menjawab:
"Noah. Tidak. Punya. Uang"
Lalu Zhao tersenyum dan berkata:
"Tenang saja. Aku yg bayar?"
Mata Noah mulai bersinar lagi
Dengan riang gembira sambil melompat-lompat, dia berseru:
"Terima! Kasih! Tuan! Zhao!"
Dan mereka pun masuk ke bar tersebut
Ketika di dalam, sudah banyak orang-orang menyeramkan dari beberapa ras, manusia termasuk
Mereka terlihat seperti preman dan bajak laut, cara mereka makan dan minum sangat berantakan
Sementara Zhao melihat mereka merasa biasa saja, Noah terlihat ketakutan
Noah mulai bersembunyi dibalik badan Zhao karena takut
Zhao mulai berjalan di meja paling depan, paling dekat dengan pelayan bar, diikuti Noah
Mereka akhirnya kebagian tempat duduk paling depan, walau di pinggir mereka juga ada pelanggan lainnya
Pelayan yg seorang Hydropus, makhluk yg berwujud seperti manusia tapi badannya seperti ikan
Bersisik, berlendir, dan memiliki insang
Jika kalian penggemar film klasik, kalian pasti tau film tahun 1954 garapan Jack Arnold yg berjudul Creature from the Black Lagoon
Ya, bartender tersebut berbentuk seperti Gill-man yg legendaris itu
"Ada yg bisa kubantu, teman?"
Tanya pelayan dengan sangat ramah walau perawakannya seram
"Aku pesan makanan untuk anak kecil yg sedikit sayurnya, dan bir"
Jawab Zhao
Pelayan mengangguk lalu segera ke belakang untuk membuat makanan
Sementara Zhao terlihat biasa saja, Noah terlalu overthinking
Dia beranggapan bahwa orang yg ada di samping kanannya sedang memelototi Noah
Seorang Harpy di samping kiri Zhao tiba-tiba membuka topik pembicaraan dengan sangat ramah:
"Oi, kawan, ente keliatan dari jauh"
Mendengar aksen Harpy tersebut yg lucu, Zhao menggodanya dengan menjawab dengan aksen yg sama:
"Yoi, bre. Ane dari Yū"
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak
Noah malah terkejut karena orang yg seram memiliki sifat yg ramah
Lalu Noah menengok ke samping kanannya, melihat seorang Ogre sedang makan jajan seperti sate
Ogre tersebut menyadari kalau Noah menatapinya
Ogre tersebut menawarkan Noah makanannya:
"Mau?"
Dua kali terkejut, Ogre yg dikira seram ternyata sangat dermawan
Noah menggelengkan kepalanya
Noah mulai menarik baju Zhao yg masih cekikikan
"Iya?"
Tanya Zhao
Noah bertanya balik:
"Noah. Bingung. Orang. Seram. Baik"
Tanpa disangka, seisi ruangan langsung terdiam yg menatapi Noah
Suasana menjadi hening
Lalu salah seorang manusia yg berperawakan seperti bajak laut mulai menepuk pundak Zhao dari belakang
Zhao berbalik arah dengan disambut pertanyaan
"Apa dia anakmu, sobat?"
Tanya bajak laut tersebut
Zhao dengan entengnya menjelaskan:
"Kawan, dia seorang Anima, aku seorang manusia. Apa itu tidak jelas?"
Suasana menjadi hening sesaat
Noah mulai menelan ludah saking tegangnya
"DIA LUCU! AHAHAHAHAHA!"
Teriak si bajak laut
Seisi ruangan langsung tertawa terbahak-bahak
Lalu si bajak laut mulai menasehati Noah:
"Nak, jangan pernah menilai buku dari sampulnya. Kalau sampulnya jelek belum tentu isinya bagus"
Noah garuk-garuk kepala sambil bertanya:
"Noah. Tidak. Paham?"
Zhao pun menjelaskan versi simpelnya:
"Artinya, bukan berarti mereka jahat walau wajah mereka seram. Bisa jadi mereka... Memang brengsek"
Harpy di samping Zhao pun ikut tertawa
Pelayan bar datang dengan membawa segelas bir dan sepiring makanan porsi kecil
"Terima kasih"
Ucap Zhao
"Terima kasih"
Untuk pertama kalinya Noah mengucapkan sesuatu tanpa terbata-bata
Si pelayan tersenyum dan mengelus kepala Noah
"Anak pintar"
Si pelayan juga orang baik, dan itulah yg membuat Noah semakin terkejut
Setelah ketakutan, akhirnya Noah tersenyum kembali
Dengan bodo amat, Noah mulai makan makanannya
Zhao mencicipi sedikit birnya
Wajahnya sedikit masam
"Bir jenis apa ini?"
Tanya Zhao ke pelayan
Si pelayan menjawab:
"Ale"
Harpy di samping Zhao bertanya:
"Emang kenapa, kawan? Ale itu sedep, cok"
Zhao pun menjawab:
"Tidak. Hanya saja aku keseringan minum wine. Dan kukira ale hanya terkenal di Gerban, Alastair, dan Excalibur"
Dan yg dimaksud Zhao adalah Jerman, Australia, dan Inggris versi Bulos
Zhao mulai meminum ale tersebut
Dan Noah memakan makanannya
__ADS_1
Zhao dan seorang Harpy disebelahnya mulai ngobrol basa-basi
Mereka menghabiskan waktu dengan bersantai-santai di bar, tidak peduli walau malam telah tiba