Is It A Dream?

Is It A Dream?
Kebangkitan


__ADS_3

"Bukankah aku menyuruh mu untuk tak melakukan hal tersebut? Lihat lah hasil dari segala hal yang kau lakukan, Ribuan orang telah terbunuh karna perbuatan mu" Ucap Reyna mencoba memberitau Malika tentang kesalahan yang dirinya perbuat.


Malika terdiam sesaat, dengan air mata yang terus bercucuran Malika mencoba menjawab ucapan Reyna


"..." Malika tidak mampu menjawab ucapan Reyna dan air matanya terus bercucuran tanpa henti, mulutnya tertutup, dengan muka yang sangat tertekan dan membenci seseorang, tapi juga sangat ketakutan, Dirinya terus menagis tanpa mengeluarkan suara.


Dirinya terus memendam segala hal ini "Ada apa dengan diri mu, bangkitlah, kau pikir mempunyai waktu untuk beristirahat?" Meskipun terlihat selalu memarahi Malika, tanpa adanya Reyna, Malika tidak mungkin dapat hidup hingga sekarang


Walaupun dirinya sedang menangis dirinya berdiri dari duduknya "ya, mungkin kau benar..." ucap Malika yang terus memendam rasa bencinya


Malika pun berlari menjauh dari kota sambil melihat gedung-gedung tinggi runtuh "Mengapa semua ini dapat terjadi, apakah karna tuhan? Jika iya, maka aku akan membencinya" Ucap Malika dalam hati sambil mengusap air matanya


Setelah bersembunyi Reyna mengatakan sesuatu "lihatlah mata mu, karna sebuah tangisan matamu menjadi bengkak, tidur lah, pagi nanti kita harus kabur mencari sesuatu di gunung" Reyna akhirnya memberi Malika waktu untuk beristirahat


"..., Apakah kita akan terus seperti ini?" tanya Malika


"Tidurlah dulu, simpan itu, aku akan menjawabnya di waktu lain, mungkin saat semua ini berakhir" ucap Reyna sambil memantau keadaan di luar sana

__ADS_1


Drrttt!!!! Suara tembakan terdengar dimana-mana Reyna menyuruh Malika untuk bangun dan mengenakan sesuatu di telinganya


Reyna bertanya ke Malika "Apakah kau bisa tidur lagi?" Suara tersebut memang mengganggu Malika yang ingin tidur


Tok-tok suara seseorang mengetuk pintu "hey, cepat pergi dari sini, para mahluk luar angkasa dan persatuan dunia akan mengerahkan semua kekuatannya di sini, seharusnya akan ada banyak bom hidrogen dan bom lainnya dari kedua sisi, cepat kabur" Ucap orang tersebut


Reyna segera membangunkan Malika "Hey cepat bangun, kita harus pergi, buka portalnya, jika tidak diri mu akan terbunuh!!" Teriak Reyna


Malika yang mendengar perintah tersebut langsung membuka portal dan memasukinya "Tunggu siapa dia?" Ucap Malika


"hey!! Ada yang aneh, kenapa semua hal di sini menjadi putih, bukankah seharusnya kita berada di titik lain bumi??" Tanya reyna


Reyna bertanya "Hey Malika, tumben portal mu mengarah ke bungker" Reyna memuji Malika


"Reyn, aku takut dengan orang tadi" Ucap Malika


"Tenang saja, Diri ku akan berjaga saat malam, kau tidur lah dahulu, dari kata-katanya dia tidak akan datang selama 1 minggu ini, lagian persediaan makanan di sini sangat banyak" Ucap Reyna

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan tidur duluan ya!" Ucap Malika


"Iya!!" Teriak Reyna dari dapur


...----------------...


Pleser dengan cepat membunuh Aquaria "Yah, aku tidak punya pilihan lain" Ucap pleser sambil menghidupkan mereka yang mati" Pleser akan melakukan hal tersebut terhadap orang yang dirinya kenal terkecuali Aquaria


Pleser pun mimisan dan setelah beberapa detik dirinya terjatuh dan pingsan setelah menggunakan kekuatannya dengan berlebihan "Dimana diri ku?" Ucap Pleser kebingungan


"Maafkan diri ku, aku tak punya pilihan lain, aku di suruh seseorang, dan jiwa ku telah di rusak dan di infeksi oleh sesuatu, tapi aku membunuh Nyx karna kau bersama dirinya, aku tau kau dapat menghidupkannya, kau tau? Ini adalah sebuah rekaman yang aku buat, rekaman yang akan memasuki pikiran mu setelah jiwa ku menghilang, jadi percuma menghidupkan diri ku" Ucap Aquaria


"Hah... Hah... Hah..." Pleser tidak dapat mengatur nafasnya dengan baik untuk beberapa saat


Pleser melihat sekitar, tetapi tidak melihat ada mayat dari Aquaria


Gubrak!!

__ADS_1


Pleser memukul meja di sampingnya "Sialan, bajingan itu, seharusnya aku membunuh dirinya saat masih lemah, yang memiliki motif dan dapat melakukan hal ini hanyalah dirinya!" Teriak pleser sambil menangis dengan rasa marah dan benci yang memenuhi dirinya.


__ADS_2