
Saat itu, ada 2 orang sahabat yang sangat baik, mereka membantu orang-orang yang susah.
Mereka berdua mempunyai nama Pleser dan Kaizram, sampai suatu saat Pleser menjadi lupa tentang persahabatan mereka.
Karna hal tersebut Kaizram menjadi sedih, hingga suatu saat Kaizram memutuskan untuk membuat sebuah obat.
Obat tersebut memiliki efek yang membuat penggunanya tertidur dan bermimpi untuk waktu yang sangat lama, dalam mimpi yang pengguna alami dirinya akan melihat kenangan Kaizram dan Pleser sebelum Pleser hilang ingatan.
Kaizram saat itu menjumpai Pleser dan berbincang untuk waktu yang sangat lama, walau Pleser tidak mengingat dirinya, seperti biasa mereka benar-benar orang yang sangat cocok untuk menjadi seorang sahabat.
Setelah berbincang dengan Pleser dirinya bergegas pulang kerumah, ia menyimpan obat yang akan dirinya minum karna tidak dapat menahan kesedihan yang dirinya rasakan "Dirinya benar, menyakiti diri sendiri hanyalah usaha yang percuma" Air mata mulai bercucuran hingga menyentuh lantai.
Dirinya menyimpan obat tersebut di atas meja setelah seseorang mengetuk pintunya.
__ADS_1
"Ada apa ya pak?" Tanya Kaizram.
"Tidak ada, uang mu ketinggalan di rumah ku tadi".
Kaizram tidak menyangka jika orang tersebut adalah Pleser "Oh iya, di luar lagi hujan, mampir di rumah ku dulu aja" Ucap Kaizram.
Pleser dengan nada lembut menerima tawaran tersebut "Oh! Boleh, dari kemarin aku belum mampir kerumah siapapun, sekalian agar lebih kenal dengan sahabatku".
Kaizram pun pergi dari ruang tamu untuk mengambil permen, hingga di depan meja ia tersandung dan permen yang berada di dalam toples terjatuh.
Setelah insiden tersebut mereka kembali ke ruang tamu.
Kaizram pun memakan permen tersebut, "dulu kamu suka permen ini loh, coba dulu ser" Ucapnya dengan dengan sedikit memaksa.
__ADS_1
Pleser memakan permen tersebut, "tuhkan, apa ku bilang, tapi ga kusangka kamu sudah memakan 9 permen" Ucap Kaizram sambil tertawa.
Pleser pun mengambil 3 permen lagi, tetapi setelah hal tersebut dirinya tertidur hingga tak dapat di bangunkan, Kaizram pergi mengecek meja.
Kaizram terkejut karna obat yang di atas meja sudah menghilang "Ini salah ku, andaikan aku tidak tersandung meja yang membuat obatnya terjatuh, pasti dirinya tidak akan memakan obat yang tidak sengaja terambil saat membereskan permennya" Kata Kaizram dalam hati sambil menangis dan menyesal karna membuat obat tersebut.
Dirinya terus menangis hingga matanya menjadi sangat merah. Dirinya terus memohon kepada tuhan agar sahabatnya itu terbangun dari tidurnya, tetapi karna semua hal memiliki konsequensi yang mana bagian dari hukum sebab dan akibat, tentu saja doa-doa tersebut tidak ada satupun yang terjadi pada saat itu. Saat ini Kaizram hanya dapat menunggu hingga sahabatnya itu terbangun.
"Andaikan saja aku tak menyuruhnya memakan permen tersebut, mungkin semua hal ini tidak akan terjadi" Ucap sahabat dari Pleser sambil menusuk perutnya sendiri.
...----------------...
Beberapa ingatan, kenangan dan hal-hal lain yang mempunyai kemiripan dengan kata ingatan mulai dapat dirinya ingat "Dimana Kaizram setelah aku tertidur?" Pleser terus bertanya-tanya di mana sahabatnya.
__ADS_1
"Andaikan saja saat itu aku tak lupa ingatan, mungkin semua ini tak akan terjadi!" Teriaknya sambil menangis menyesali tentang kejadian tersebut.
"Kenapa, kenapa semua ini harus terjadi? Apakah karna sebab akibat terus berjalan? Karna waktu, aku membenci hal ini!" Teriak Pleser dengan sangat marah dan sedih sambil memukul tembok di samping tempat tidurnya".