
...lebih baik gagal dari pada tidak mencoba nya sama sekali...
Aira berlari dengan cepat dan menabrak setiap pelayan dari Mansion dan mencoba menghentikan nya.
wanita itu hanya terdiam dari tempat nya ,dan hanya menghela nafas nya dan berkata "jangan ganggu dia,berikan waktu untuk meluapkan akan amarah nya."ucap Vivianne yang mengangkat rambut nya ke atas dengan mata yang lelah.
para pelayan hanya mengikuti perintah Vivianne dan membiarkan Aira sendirian,karena Vivianne tahu bahwa ketika Aira sedang marah seluruh barang di mansion menjadi rusak berkeping-keping.
"ibu jahat.!!"
"ibu jahat..!!"
"Aira juga ingin bertemu dengan ayah.!!"
"Aira bahkan tidak tahu seperti apa ayah..!"
"jahat..! ibu benar benar jahat!!"
ucap gadis kecil itu memecah kan setiap barang barang ,suara serpihan kaca dan perkataan yang kasar.
__ADS_1
Vivianne hanya melihat nya dari tangga , meskipun memecahkan barang barang membuat orang terluka tapi kasus yang dimiliki oleh Aira berbeda, ketika dia terluka ,luka luka nya akan sembuh sendiri nya.
seluruh mansion mengetahui fakta itu ,karena hal itu Vivianne memperkejakan semua pelayan dengan indentitas berbeda.
dimulai dari seorang pembunuh di pasar gelap, seorang penembak jitu ,atau bahkan seorang penyihir.. Vivianne memperkejakan mereka .
saat Aira terluka di Luar mereka harus berpura pura untuk menyembuhkan Aira ,dengan menyembunyikan kemampuan nya sebelum di lihat oleh banyak orang.
Aira mengetahui fakta itu dan mengikuti perkataan ibu nya ,namun jika itu bersangkutan Kasih sayang seorang ayah Aira akan meledak ,karena dia tidak mendapatkan nya..!
"apakah kau sudah selesai?"tanya Vivianne di atas tangga dan menatap Aira yang sedang marah.
sontak saja Vivianne terkejut dan mata nya sedikit bergetar karena dia melihat bayang Bayang pria itu,yang tidak lain adalah ayah Aira namun bagi Vivianne dia hanya seorang pria pemarah dan terlalu percaya diri.
Vivianne membuka mulut nya dan memutar badan nya dan Berkata "kau sangat mirip dengan ayah mu."ucap Vivianne dengan suara acuh dan terdengar oleh semua orang dibawah tangga.
Aira terkejut dan berusaha tenang.
__ADS_1
malam hari.
Vivianne sudah menyelesaikan makan malam nya dan kemudian duduk di kursi lembut nya ,yang searah dengan bulan,kamar yang gelap dan sunyi bahkan mata nya menatap bulan dengan kosong.
"sunyi sekali."ucap Vivianne di kamar nya Yang sepi.
secara tiba tiba seseorang muncul dari belakang dan berlutut membelakangi Vivianne "Nona..kami sudah menyelesaikan perintah anda."ucap pria sebelum nya.
Vivianne diam dan menatap bulan lalu berbicara "apa ada lagi? bagaimana dengan bagsawan yang bergerak."ucap Vivianne memejamkan mata nya.
"seperti nya mereka berusaha membunuh kaisar sebelum nya,namun di hentikan oleh seseorang nona."ucap pria itu dengan langsung.
Vivianne sontak saja terkejut dan berkata"benarkah? siapa yang berani ikut dengan masalah kerajaan."ucap Vivianne.
pria itu berpikir dalam batin nya"itu anda.!?"ucap batin nya .
"ekhemm..saya tidak tahu namun terakhir kali saya dengar orang itu berambut abu abu dengan mata putih keabuan yang dingin,itu sangat mirip dengan.. "ucap pria itu yang mengingkatkan sesuatu.
pria itu tersentak dan merasa kan keberadaan yang sangat dingin dari Vivianne, dengan Aura yang kuat dan pekat "m-maaf kan atas saya nona."ucap pria itu dengan gugup.
__ADS_1
salam manis author 💚