
"Tumben kamu menyuruh aku datang ke sini?" Tanya Virna setelah dirinya bertatap muka dengan Syakiel di ruang kerja.
Syakiel menaik turunkan alisnya, kemudian tersenyum tipis. "Maksud kamu apa?! kamu menyebarkan berita kek gitu seolah-olah Gadis itu sugar baby aku, hah? kamu mau membuat aku malu?" Syakiel langsung bertanya langsung pada intinya, tidak ada kata basa basi lagi.
"Mak-sud kamu apa, Syakiel? A—aku enggak paham apa yang kamu bicarakan deh!" Virna pura-pura tidak mengerti maksud pertanyaan dari Syakiel.
Virna syok sekali, kenapa Syakiel bisa mengetahui kalau itu semua ulah dia sendiri. padahal sebisa mungkin Virna berhati-hati agar tidak diketahui oleh siapa pun bahwa dirinya penyebabnya.
"Tidak usah pura-pura deh, Virna!" Sentak Syakiel uang sudah tidak bisa sabar lagi menghadapi Virna yang mengelak. "Aku punya buktinya!" Lanjut Syakiel membuat Virna membulatkan mata sempurna.
"Bu-bukti apa?" Tanya Virna tergagap. Tubuhnya mulai panas dingin, Virna kaget banget karena Syakiel mempunyai buktinya.
__ADS_1
Syakiel pun langsung menunjukkan bukti tersebut kepada Virna, sontak membuat Virna kembali ternganga. Bisa-bisanya percakapan dia waktu itu bersama temannya ada yang merekam.
"Siapa sih sebenarnya Malika itu? Kenapa kamu dan dia sangat dekat sampai adu bibir?" Tanya Virna penuh amarah, Virna marah jika dia teringat kejadian itu.
Syakiel malah ketawa kecil. "Jadi kamu ingin tahu siapa dia?" Syakiel pun beranjak berdiri dari tempat duduknya, melipatkan kedua tangannya di atas dadanya. "Dia itu kekasih aku, Virna. Jadi ... Jangan coba-coba kamu mengusik dia karena dia masih sekolah. Kalau kau berani melakukan ini lagi! Kau akan langsung berhadapan dengan aku. Dan tidak ada kata maaf lagi. Kau akan terima akibatnya," ancam Syakiel membuat Virna geleng-geleng kepala.
"Syakiel, kau pacaran dengan gadis yang masih ingusan? apakah kau waras?" Virna semakin iri saja kepada Malika.
Virna tidak terima, ia pun memutuskan untuk ke luar saja dari ruangan tersebut. Virna tidak ingin tensi darahnya semakin naik, Virna akan melakukan sesuatu yang akan membuat Syakiel menjauhi Malika. Virna tidak akan diam begitu saja menerima kekalahannya.
'Masa sih gue harus kalah dengan gadis ingusan itu?' gerutu Virna dalam hati.
__ADS_1
Namun, Syakiel tidak akan membiarkan Virna lolos begitu saja. Dia akan menyuruh seseorang untuk memantau gerak-gerik Virna, tidak mau sampai gadis kecilnya dalam bahaya, tidak mau hanya karena hubungan ini masa depan Malika terancam. Sebentar lagi Malika lulus sekolah, Syakiel tidak ingin ada yang mengganggu istri kecilnya.
"Tolong kamu awasi wanita itu! Jangan sampai kamu lengah sedikit pun, wanita itu sangat berbahaya, saya tidak ingin Malika dalam bahaya!" kata Tuan Kiel kepada orang suruhannya lewat telepon, tak lupa Tuan Kiel mengirim foto nya Virna agar orang suruhan nya lebih mudah.
"Baik, Tuan Kiel. Saya akan berkerja dengan semaksimal mungkin!" Kata orang suruhan Tuan Kiel.
Tut..
Tuan Kiel pun mematikan teleponnya, Meksi dirinya belum di anggap sama sekali oleh Malika sebagai suami. namun, ia tidak akan membiarkan Malika dalam bahaya, sebisa mungkin dirinya akan melindungi Malika.
'Aku selalu berharap, suatu saat nanti kamu bisa membalas perasaanku, Malika!'
__ADS_1