Istri Kecil Kesayangan Tuan Kiel

Istri Kecil Kesayangan Tuan Kiel
Part 23


__ADS_3

Kedatangan Malika disambut hangat oleh Mommy Sarah. Peluk cium Mommy Sarah berikan untuk menantunya tesebut, meski Malika masih bersikap acuh. Namun, Mommy Sarah tetap tidak mempermasalahkan hal itu. Wajar saja, Malika masih belum siap dengan pernikahan ini.


"Semoga kamu betah ya, Sayang." Tangan Mommy Sarah sampai mengelus rambut Malika lembut.


Tanggapan Malika masih saja begitu, tidak ada respon sama sekali. Hanya sekedar senyum pun, Malika malas.


"Tante, bisakah aku minta kamar lain? Aku tidak ingin satu kamar dengan Tuan Kiel!" Ucap Malika, masih terlihat dingin.


"Nak, panggil Mommy. Kan sekarang kamu sudah menjadi anak Mommy juga. Uuummm... soal kamar, kenapa ingin pisah kamar? Kan kamu dan Kiel sudah sah."


Malika langsung menaikan satu alisnya ke atas, menyebalkan sekali menurutnya ucapan mama mertuanya. Gegas Malika pun segera ke lantai atas, dengan sangat terpaksa Malika harus satu kamar dengan Tuan Kiel.

__ADS_1


Mommy Sarah hanya bisa mengelus dada, bagaimana pun sikap Malika padanya, akan berusaha untuk ia maklumi. Syakiel baru masuk, dia habis menerima telepon dari kliennya.


"Malikanya mana, Mom?!" Tanya Syakiel karena tidak melihat Malika ada di ruang tengah.


"Ke kamar!" sahut Mommy Sarah menjawab pertanyaan dari putranya.


Syakiel pun manggut-manggut, gegas ia pun segera ke lantai atas menyusul sang istri ke kamar. Dan di dalam kamar, Malika sedang memainkan ponselnya. Maika mulai kembali diganggu oleh Riki, sang mantan. Sepertinya Riki tidak akan melepaskan Malika begitu saja, sekarang dia akan kembali berjuang untuk bisa mendapatkan cinta nya Malika lagi.


"Kembalikan ponselku!" ucap Malika meminta ponselnya dikembalikan dengan nada marah.


"Tidak! Ponselmu akan aku sita!" Kata Tuan Kiel tegas.

__ADS_1


Malika yang tidak terima ponselnya di sita, ia pun langsung tidur sembari memeluk guling. Tuan Kiel pun duduk di atas sofa, dia mulai kepo dengan isi di dalam ponselnya Malika. Sebelum terkunci, buru-buru Tuan Kiel memeriksanya. Dan sekarang Tuan Kiel tahu bahwa Riki masih suka kirim-kirim chat. Hal yang paling mengejutkan adalah, ketika dia membaca chat Malika yang entah dengan siapa tentang tujuannya setuju tinggal di rumah ini hanya semata-mata punya niat terselubung.


'Oh jadi Malika ingin mencari bukti kalau aku penyebab perusahaan Papanya bangkrut. Aku harus hati-hati, Malika mulai berani sekarang. Mungkin dia lakukan hanya untuk terbebas dari ikatan pernikahan ini.'


Tuan Kiel merasa kalau dirinya sangat-sangat susah untuk mendapatkan cinta Malika, tidak etis rasanya kalau Kiel harus meninggalkan Malika.


Tuan Kiel pun menaruh kembali ponselnya Malika di atas nakas, ia pun ke luar dari dalam kamar. Tak ingin memancing keributan, maka dari itu Tuan Kiel baiknya menghindar saja.


Malika pun bangun, dia langsung merongoh ponselnya. "Syukurlah!" Malika pun tidak jadi tidur, dia kembali memainkan ponselnya.


Malika tidak menyadarinya jika Tuan Kiel sudah membaca isi chat di WhatsApp, tentang niat dirinya tinggal di rumah ini. Malika pun membalas chat dari Riki, meminta Riki untuk tidak berharap lagi padanya. meski Malika tidak pernah menganggap Syakiel suaminya, namun gadis itu tetap tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun.

__ADS_1


__ADS_2