Istri Kecil Kesayangan Tuan Kiel

Istri Kecil Kesayangan Tuan Kiel
Part 22


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu. Malika sudah selesai ujian nasional, bahkan sekarang Malika tengah menikmati libur sekolah karena hanya tinggal menunggu kelulusan saja. Rencananya, Tuan Kiel akan menjemput Malika hari ini. Tuan Kiel ingin Malika tinggal bersama dirinya karena sekolah hanya tinggal menunggu kelulusan saja.


Selama seminggu ini, Virna mencoba untuk mencelakai Malika. Namun selalu gagal, dan gagal. Sebab Syakiel berusaha untuk melindungi Malika dalam diam, orang yang Syakiel bayar selalu memantau Virna. Hampir saja Malika celaka, dengan sengaja ada sebuah mobil yang akan menabrak Malika. Mobil itu gagal menabrak Malika, karena ada yang menolong Malika. Kejadian itu saat pulang sekolah, ketika Tuan Kiel telat menjemput karena pekerjaan di kantornya yang padat.


"Kiel, kamu jadi jemput menantu Mama?" tanya Mommy Sarah, ia tak sabar ingin menantunya tinggal di sini lagi. Meski menantunya itu masih malu-malu, dan kerap sekali mengurung di dalam kamar. Tak membuat Mommy Sarah membenci Malika, bahkan Mommy Sarah mencoba memahami, karena usia Malika masih muda banget.


"Jadi, Mom. Ini aku mau on the way ke sana."


"Alhamdulillah ... Mommy tidak akan merasa kesepian lagi kalau ada Malika di sini. Ya ... Emang sih, Virna sering banget datang ke sini menemani Mommy. Tapi ... Kenapa ya? Mommy merasa kurang srek saja."


Syakiel hanya balas dengan senyuman tipis, ingin sekali Syakiel menceritakan kedoknya Virna, namun ia tahan-tahan. Sekarang Syakiel hanya fokus ke Malika saja.

__ADS_1


"Yasudah, Syakiel pamit dulu jemput Malika ya, Mom!"


Tak lupa Syakiel pun mencium punggung tangan Mommy Sarah, gegas Syakiel pun ke luar rumah.


Di kediaman Atmaja, Malika sudah bersiap untuk di jemput oleh Tuan Kiel, terpaksa karena sebenarnya Malika masih nyaman tinggal bersama orangtuanya. Malika masih belum menerima pernikahan ini, Malika juga sudah mengetahui kalau penyebab perusahaan Papanya hampir mau bangkrut adalah ulah Syakiel..


Namun, Malika belum punya bukti yang kuat. Saat itu, tak sengaja Malika mendengar percakapan Tuan Kiel dengan Pak Zaki.


Malika berharap, meskipun dirinya tidak ada harapan untuk kembali lagi bersama Riki setidaknya Malika bisa bebas dari jeratan pernikahan tanpa cinta dengan Tuan Kiel.


Malika berdiri di atas balkon di depan kamar, Malika melihat mobil Tuan Kiel berhenti di halaman rumahnya. Gegas Malika pun segera ke ruang tengah, ikut serta menyambut kedatangan Tuan Kiel.

__ADS_1


"Kartu As kamu ada padaku, Tuan Kiel! Tinggal nunggu tanggal mainnya saja!" ucap Malika tersenyum menyeringai. Malika berjalan menuruni anak tangga, Tuan Kiel sampai tdiak berkedip melihat pesona Malika.


Malika pun sekarang sudah bergabung dengan Mama dan Papanya serta Tuan Kiel.


"Malika, kamu yang betah ya tinggal di sana." Mamanya Malika langsung memeluk tubuh Malika mengusap punggung putrinya.


"Iya, Mah!" Sahut Malika.


Setelah itu, Syakiel pun mengajak Malika masuk ke dalam mobil.


"Makasih ya Malika, kamu mau tinggal bersamaku. kamu tenang saja, kamu pasti nyaman tinggal di rumahku."

__ADS_1


Malika malah acuh, Malika setuju tinggal di rumah Syakiel karena dia mempunyai suatu tujuan. Malika ingin mencari bukti bahwa Tuan Kiel yang menyebabkan perusahaan Papaya Malika bangkrut, hingga Malika harus terjebak pernikahan menyebalkan seperti ini.


__ADS_2