Istri Pilihanku

Istri Pilihanku
rumah sakit


__ADS_3

sepasang suami istri berlari di koridor rumah sakit tempat di bawanya korban kecelakaan di jalan xx


*maaf sus dimana ruangan korban kecelakaan tadi pagi di jalan xx..?tanya pria paruh baya itu pada salah seoarang resepsionis rumah sakit.


*sekarang mereka di ruangan icu d sebalah kanan lusrus saja dari sini pak.*ucap resepsionis rumah sakit ramah


*terima kasih*seru pasangan pasutri itu dan langsung berjalan sesusai arahan tadi


"paa....bagaimana ini mama tidak mau apa apa terjadi sama vian"ucap perempuan paruh baya itu pada sauminya


"kita berdoa saja mah semoga vian baik baik saja"seru suami dari perempuan itu sambil memeluk dan mengelus punggung sang istri dan menenangkanya


setelah menunggu beberapa waktu dokterpun keluar dari ruang icu..


dokter keluar lalu menutup pintu ruang icu dan menghampiri kedua pasutri tersebut dan bertanya!

__ADS_1


*apa ada yang bernama farhana..*tanya dokter yang baru keluar dari ruangan..


sepang pasutri itu menggelengkan kepalanya serempak dan langsung menanyakan keadaan sang putra yang tidak lain adalah pria yang menabrak bi hani


*maaf dokter bagaimana keadaan anak saya*tanya bu asti mamanya vian


dokterpun membawa kedua pasutri itu keruangannyan dan menjelaskan semua keadaan korban kecelakaan itu. saat hendak memasuki ruangan dokter seorang laki laki menghampiri mereka dan memberikan sebuah ponsel yang di duga milik bi hani.


" maaf ! ini ponsel wanita korban kecelakan tadi"ucap pria itu sopan sambil menyerahkan ponsel kepada pak dirga suami bu asti


*sama sama pak* tukas laki2 itu lalu meninggalkan mereka yang berdiri di depan pintu ruangan dokter. setelah melihat pria itu pergi sapasang pasutri itu masuk keruangan doktet tersebut dan di persilakan mereka duduk lalu mwnjelaskan keadaan mereka (vian dan bi hani)begitu dokter menceritakan keadaan mereka..


bagaikan petir menyambar d telinga pasangan pasutri tetsebut dokter menjelaskan bahwa keadaan wanita yang menjadi korban tabrakan itu kritis walau masih mempunyai keasadaran akan tetapi luka yang di derita cukup parah..sementara keadaan vian sekarang masih belum sadarkan diri pasca operasi di bagian kakinya dokter menjelaskan keadaan vian pasca operasi kepada kedua orang tuanya.dan mereka berdua mendengarkan penjelasan dari sokter dengan seksama wajah mereka terlihat pucat setelah mendapatkan penjelasan dari dokter tersebut.dokterpun mengijinkan keduanya melihat keadaan mereka(vian dan bi hani) lalu sepasang pasutri itu berjalan keluar dari ruangan doktet dan menuju rauang icu tempat anak mereka dan bi hani berada


"paahhh......."lirih bu asti memandang kedua brankan di depan mereka sambil terisak..

__ADS_1


pak dirga yang menggandeng istrinya mecoba menenangkan sang istri yang terus menangis seraya menghampiri putranya dan bi hani


setelah keduanya sampai di sisi brankar.keduanya berdiri di tengah tengah antara sisi brankar vian dan bi hani .mereka yang melihat vian yg masih belum sadarkan diri lalu mlihat bi hani yang bersebelahan dengan vian dan hanya di sekat dengan horden..saat melihat kaedaan bi hani yang kritis. bi hani meracau memanggil manggil nama farhana pak dirga dan bu asti yang mendengarnya mencoba bertanya pada bi hani


*apa ada yang bisa saya lakukan*tanya bu asti lirih seraya menatap bi hani sayu..


*far...hana....*lirih bi hani nafasnya tersengal sengal lalu menitikan airmata..


bu asti yang mencoba mengerti apa yang di ucapkan bi hani mecoba bertanya pada bi hani siapa farhana..akan tetapi bi hani yang kondisinya semakin memburuk membuat bu asti takut dan khawatir bi hani yang sakaratul mencoba berbicara*to-long ja-ga farh-ana ja-ngan biar-kan di-a sen-diri dan menang......issssss*


tit..........^suara monitor .bi hani menghembuskan nafasya yang terakir bu asti yang melihatnya pun langsung menghapiri suaminya dan berbicara*pah... wanita ini meninggal..*pak dirga yang sebelumnya tengah menelfon pun langung mematikan ponsel miliknya dan menghampiri istrinya tersebut dan menengankan istrinya yang baru saja melihat bi hani meninggal dengan wajah muram dan sedih bu asti mencoba memeriksa ponsel milik bi hani yang ia dapat dari pria di depan ruang icu.bu asti yang mencoba memeriksa panggilan dari ponsel tersebut melihat panggilan terakir dan muncul dilayar ponsel itu bernama ara..


setelah mencoba menelfon beberapa kali akirnya telpon itu terangkat bu asti langsung bertanya kepada pemilik suara yang di seberang dan memastikan siapan pemilik nama yang tertera d ponsel itu.


*apa ini benar ara??*bu asti langsung bertanya dan tk memberi salam karna terlalu gugup bercampur rasa khawatir..

__ADS_1


__ADS_2