ISTRI TAK DIANGAP

ISTRI TAK DIANGAP
Pernikahan yang dipaksa


__ADS_3

Regan duduk didepan penghulu dengan wajah ditekuk saat melihat istrinya seperti anak baru gede..setelah mengucapkan ijab kabul Regan terpaksa duduk di pelaminan dengan wajah masam. sementara Rinjani tersenyum bahagia karena mimpinya punya suami kerja kantoran tercapai.


Jani jadialah istri yang baik dan patuh pada suami mu.. pesan kedua orang tua angkatnya.


"Iya pak, buk. akan Jani inggat selalu pesan bapak dan ibu jawab Rinjani dengan perasaan bahagia.


Sementara di sudut yang cukup jauh dari tempat Jani dan Regan bersanding. terlihat Rangga menatap nanar kearah Rinjani dengan hati terluka..


Andai aku tau kamu menyukai lelaki yang bekerja dikantor..tentu akan aku terima permintaan Oma ku jani!" gumam Rangga sedih..


Aku bersumpah jika dia berani menyakiti kamu. akan aku rebut dari Regan apa pun yang terjadi Rinjani..desis Rangga dengan hati pilu.


Setelah semua selesai. Regan memaksa untuk pulang kejakarta malam itu juga karena Engan menginap dirumah orang tua Rinjani.


Apa nggak nginap Disni dulu aja nak Regan?" tanya ayah angkat Rinjani .


"Maaf pak, Kerjaan saya sudah menunggu. jadi saya harus pulang malam ini juga..jawab Regan beralasan.


Kalau begitu tolong jaga dan lindungi putri kami ya nak Regan..bimbing dia karena dia masih terlalu muda dan polos..pesan pak Jauhari pada Regan iya pak jawab Regan acuh dan cuek..


Rinjani menangis menatap rumah yang selama ini ditinggalinya dengan perasaan sedih dan terluka..


Ya Allah berikanlah kesabaran pada kedua orang tua ku, atas kepergian ku ini doa Rinjani.


Regan menatap Rinjani dengan tatapan penuh benci..akan aku buat kamu menderita seperti berada di neraka. gumam Regan.


Mereka tiba dirumah orang tua Regan saat hari sudah menjelang pagi..


Rinjani terbangun saat pak sopir memangil namanya..


Non bangun kita sudah sampai. ucap sang sopir...oh iya pak..ini dimana pak? tanya Rinjani bingung


Ini rumah milik orang tua den Regan, non. jawab pak supir dengan tatapan iba.


Mas Regan nya mana pak?"tanya Rinjani bingung.


Sudah masuk duluan non. jawab pak supir lagi.


Lo Rinjani ko kamu masih didepan, kenapa nggak masuk? tanya kakek Waluyo yang baru sampai.


Iya kek ini kami juga baru sampai. jawab Rinjani gugup..

__ADS_1


Ayo masuk kedalam ajak.. kakek Waluyo diikuti kedua orang tua Regan dan Rania.


Ayo duduk Rinjani, biar pembantu yang bereskan pakaian kamu dilemari nanti..ucap kakek Waluyo dengan perasaan bahagia menatap kearah Rinjani.


"Iya kek!"jawab Rinjani yang menatap sekeliling dengan tatapan kagum.


Kek rumahnya kaya istana ya..ucap Rinjani


"Kamu ada ada saja..!jawab kakek Waluyo sambil terkekeh.


Raina menatap kearah Rinjani dengan tatapan bencinya.


Kalian harus bersikap baik dan menyayangi Rinjani. jangan pernah kalian perlakukan dia dengan buruk..kata pak Waluyo memperingati anak menantu dan cucunya.


"Iya pak!" jawab mamanya Regan dan papanya Regan.


Ayo kakek tunjukan kamar mu!"ajak pak Waluyo sambil menarik tangan Rinjani.


Ini kamar mu dan disebelah sana kamar Regan. untuk sementara kalian pisah kamar ya..karena kamu masih dibawah umur pesan kakek Waluyo..


"Iya kek.. jawab Rinjani ya sudah kamu istirahat aja dulu nanti kita sarapan sama sama..ucap kakek Waluyo..


Rinjani memasuki kamarnya dengan perasaan bahagia ..kamarnya seperti kamar para raja saja. gumam Rinjani kagum sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur..


Jangan sampai kakek mendengar kalian menyakiti dia sedikit pun.. jika tidak inggin hidup kalian sengsara!" pesan kakek Waluyo.


Cepat suruh pembantu mu menyiapkan makanan enak, untuk menyambut kedatangan Rinjani jangan sampai dia kelaparan perintah. kakek Waluyo.


"Baik pak..!jawab mamanya Regan.


"Raina, pangil Regan kemari..perintah kakek Waluyo


Raina berjalan menuju kamar Regan sambil mengerutu..emang dia siapa sih? tuan putri anak raja..makanya harus diperlakukan istimewa segala..


Mas Regan dipanggil kakek..kata Raina .


Regan berjalan keluar menuju ruang keluarga.


"Ada apa kek? jawab Regan dengan wajah masamnya.


Duduk kamu..kata kakek Waluyo.

__ADS_1


Regan sekarang kamu sudah punya istri. kakek harap kamu bisa memperlakukan dia dengan baik, jangan pernah menyakiti hatinya atau pun pisiknya.. jika itu sampai terjadi maka kamu akan sengsara beserta kedua orang tua mu..ingat itu baik baik. ancam kakek Waluyo.


Emang dia siapa sih, kenapa harus diperlakukan seperti putri raja..pada hal cuma anak desa doang..ejek Raina.


Jaga bicara kamu Raina..Kakek yakin dia orang nya yang selama ini di cari orang itu..


jaga dia baik baik ingat itu..pesan kakek Waluyo.


Emang dia siapa kek..tanya Raina


Kakek nggak bisa mengatakan nya sekarang tapi kakek akan berusaha meyakinkan, jika benar dia orangnya maka kalian harus bersyukur dengan kehadiran nya. ingat pesan kakek jangan sakiti dia perlakukan dia dengan baik.


Sekarang pangil Rinjani segera. kita sarapan sama sama..perintah kakek Waluyo.


Raina terpaksa memangil Rinjani dengan perasaan jengkel.


"hei!"perempuan Udik, bangun di pangil kakek sekarang ..bentak Raina.


"Iya mbak ada apa?" tanya Rinjani yang kebetulan mendengar teriakan Raina.


Dipanggil kakek cepat turun sekarang..awas kalau kamu berani mengadu pada kakek ancam Raina pelan.


Rinjani berjalan mengikuti Raina setelah selesai mencuci mukanya.


Kamu sudah bangun. ayo kita sarapan sekarang!" ajak kakek Waluyo dengan tatapan bahagia.


"Iya kek!" jawab Rinjani dengan duduk disamping kakek Waluyo.


Kamu mau apa ambil saja. ucap kakek Waluyo dengan ramah.


Banyak sekali kek lauknya?"ucap Rinjani yang bingung melihat makanan dimeja yang begitu banyak..


Sengaja untuk menyambut kedatangan mu kerumah ini.. jawab kakek Waluyo dengan menatap kearah menantu dan cucunya dengan tatapan tajam.


"Iya Rinjani!" ayo dimakan nak.. kata mamanya Regan dengan sikap ramah yang dipaksakan.


"Iya Bu..!"jawab Rinjani malu malu.


Ayo nak jangan malu malu, ambil aja. ucap papanya Regan sambil tersenyum tulus.


"Iya pak, terima kasih" jawab Rinjani dengan mengambil.nasi goreng dan ayam goreng.

__ADS_1


Enak banget nasi gorengnya. pikir Rinjani


Ternyata seperti ini tingal di rumah gedongan semua serba ada, makan pun dilayani. aku beruntung bisa tinggal dirumah ini dan jadi istri mas Regan..pikir Rinjani sembari melirik kearah suaminya.


__ADS_2