
Kabar duka menyelimuti keluarga Irwan. Irwan yang mengetahui jika seluruh keluarganya diluar negri kecuali Regan yang entah pergi kemana. sengaja menyebarkan berita jika Rinjani menantu mereka telah meningal dan sudah dimakam kan tanpa menunggu kedatangan keluarganya karena takut perbuatan mereka tercium media dan polisi.
"Irwan" kenapa kamu tidak menungu aku baru memakam kan jasad Rinjani? tanya pak Waluyo dengan kemarahan yang meluap.
Maaf pa saya sudah menghubungi nomor papa berulang kali, tapi tidak bisa tersambung. jadi terpaksa saya bertindak cepat jawab Irwan beralasan.
"Dimana makam nya?"tanya Waluyo yang terlihat sedih dan terluka mendengar kematian Rinjani.
Irwan membawa Waluyo kesebuah makam yang sengaja dibuat untuk mengelabui keluarganya.
"Ini pah" kata Irwan menunjuk kearah makam kosong didepannya.
Maafkan kakek tidak bisa menjaga mu Rinjani. kakek mohon ampuni kakek..ucap pak Waluyo dengan mengusap batu nisan didepan nya.
Setelah membacakan doa pak Waluyo melangkah kearah mobilnya.
Antarkan aku ke bandara sekarang Irwan, aku tidak Sudi melihat apa lagi menginjak rumah mu lagi..kata pak Waluyo yang terus mengusap air mata yang menetes di pipinya.
Sementara di tempat lain Rania dan ibunya tertawa bahagia mendengar kematia Rinjani .
__ADS_1
Ma akhirnya perempuan dusun itu mati juga. berarti mas Regan sudah bisa menikah dengan model itu!" kata Raina.
"Iya sayang" mama juga bahagia mendengar kematian Rinjani. Dengan begitu keluarga kita akan terbebas dari tuntutan pak Waluyo yang super cerewet. kata ibunya Regan yang sibuk membongkar belanjaan nya.
Dengan begitu kita akan tetap kaya seperti ini ya ma..ucap Raina yang sudah berbaring di kasurnya.
"Iya sayang" jawab ibunya.
Rinjani besok kita akan ke Jerman kamu harus tingal disana untuk sementara, agar tidak ada yang tau jika kamu masih hidup. kata Carla dengan membelai rambut Rinjani.
"Iya dokter, Jani mau!" jawab Rinjani yang terlihat mulai terlihat lebih baik.
Carla benar benar membawa Rinjani kejerman.tidak hanya untuk mengobati luka fisik di tubuh, tapi juga untuk tujuan tersembunyi lain nya.
Tiba di Jerman Rinjani langsung menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit ternama
dan Carla mendaftarkan Rinjani kesebuah universitas ternama disana.
Aku bersumpah akan membuat kalian menyesal sudah berani membuat keponakan ku tersakiti seperti ini. gumam Carla yang terus mendampingi Rinjani.
__ADS_1
"Mama" pangil Rinjani pada Carla.
"Iya sayang" ada apa?" tanya Carla setelah sebulan Rinjani menjalani pengobatan. kini Rinjani sudah sembuh total bahkan tidak ada sedikit pun lagi bekas luka ditubuhnya.
Besok boleh nggak Jani menghadiri pameran di pusat kota? Jani inggin sekali melihat para pelukis handal yang yang bersaing menunjukan bakat mereka?" kata Rinjani dengan mata berbinar cerah.
"Boleh sayang" tapi jangan sampai kesorean ya.jawab Carla memberi ijin.
"Siap mama ku sayang" kata Rinjani dengan memeluk tubuh Carla.
Rinjani begitu di manja dan diperhatikan segala kebutuhan nya oleh Carla dan suaminya, karena mereka tidak memilik anak perempuan sama sekali. mereka hanya memiliki dua anak laki laki yang satu sudah menikah dan satunya masih kuliah di Boston.
Rinjani menjalani harinya dengan penuh bahagia. hingga suatu hari saat Rinjani baru pulang dari kampus didepan sebuah pusat perbelanjaan yang ramai. Rinjani dibekab dan diculik oleh seseorang yang tak dikenal nya sama sekali.
Carla yang mendengar jika Rinjani diculik langsung berusaha mencari keberadaan Rinjani, karena ia trauma saat dulu juga harus kehilangan adik satu satunya meski lain ayah yaitu Naomi saudara satu satunya carla.
"Pah" kita harus melapor ke polisi sekarang juga mama nggak mau terjadi hal hal yang tidak diinginkan oleh Rinjani pa. kata Carla yang terlihat begitu ketakutan.
Tenang lah sayang" kita pasti akan dapat menemukan Rinjani. Kata suaminya dengan memeluk tubuh Carla.
__ADS_1