
Bahagia yang diharapkan derita yang dirasakan. itu yang dirasakan Rinjani setelah menikah dengan Regan bukan hanya batin tapi juga fisik yang disakiti oleh Regan serta ibu dan adiknya kecuali sang ayah mertua yang selalu baik juga melindungi Rinjani.
Hei perempuan udik, cepat beresakan dan bersihkan air kolam renang. sekalian rapikan Taman bunga milik mama!" perintah Raina pada Rinjani.
"Iya Nia, tapi aku boleh makan dulu nggak?" tanya Rinjani.
"Terserah! jawab Rania acuh.
Rinjani langsung berlari kearah dapur untuk makan karena sejak pagi Rinjani tidak diizinkan ikut makan, harus kerja terlebih dahulu baru boleh makan, itu pun hanya makanan sisa.
Dengan hati riang Rinjani memakan nasi hanya dengan sedikit sambal dan ikan goreng sisa lauk kemarin.
Mbak jani ko makan lauk sisa sih, ini ada ayam goreng. kata pembantu yang selalu membantu Rinjani disaat Rinjani kelaparan.
"Terima kasih" mbak. kata Rinjani dengan wajah bahagia.
__ADS_1
Kasian non Jani, selalu diperlakuin dengan jahat dan kejam sama semua orang dirumah ini..gumam pembantu itu.
Meski sudah dua bulan Rinjani menjadi istri serta menantu dirumah itu. tidak pernah sekali pun Rinjani diberikan uang sepeser pun bahkan makan saja selalu dilarang. tapi Rinjani menjalaninya dengan ikhlas.
Meski diperlakukan tidak adil, Rinjani tetap melayani Regan dengan mengurus seluruh keperluannya.
Baru pulang ya mas?"tanya Anjani yang berusaha meraih tangan Regan dan menciumnya.
Jangan sentuh saya. jijik saya disentuh sama kamu..hina Regan yang langsung berlalu ke arah kamarnya.
Rinjani hanya tertunduk mendengar ejekan Rania yang merendahkan nya.
Melihat Regan masuk kekamar mandi. Rinjani langsung mengambilkan pakaian Regan dan meletakan nya diatas kasur.
Regan yang baru selesai mandi terlihat kesal dan marah dengan kehadiran Rinjani. apa lagi dilihatnya terdapat pakaian nya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Plak....!plak...!Regan menampar Rinjani tanpa merasa iba sama sekali. mulai detik ini jangan pernah menyentuh barang miliku dan jangan pernah kamu berani duduk di tempat tidurku..aku jijik tau nggak sama kamu..maki Regan pada Rinjani.
"Apa salah ku mas? aku hanya inggin menjalani kewajiban ku sebagi istri mas, tapi kenapa Jani mas tampar seperti ini?"tanya Rinjani yang menahan sakit akibat tamparan Regan.
Hei perempuan hina jangan pernah bermimpi atau pun berharap padaku, bagi ku kamu itu lebih rendah dari seorang pembantu dan kamu tidak pantas berada didekat ku, bahkan bernafas didalam satu ruangan bersama mu pun aku tidak Sudi..kembali Regan menyakiti hati Rinjani deNgan hinaan yang menyakitkan.
Ya Allah aku mohon berikan lah kesabaran padaku, agar aku kuat menghadapi segala hinaan dikeluarga ini doa Rinjani dalam hati.
******
Saat pagi tiba Rinjani yang sudah bangun sejak subuh, membantu pembantu disana memasak untuk sarapan orang dirumah itu dengan hati riang.
"Biar saya aja, yang meletakan di atas meja mbak!" pinta Rinjani pada pembantu itu.
Jangan non saya nggak tega melihat non yang terus dihina dan di caci sama nyonya. kata pembantu itu yang langsung mengambil semua yang ada ditangan Rinjani dan bergegas mengantarnya kedepan.
__ADS_1
Rinjani hanya bisa menghela nafas. sampai kapan seperti ini, kapan mas Regan akan berubah baik padaku desis Rinjani