It Only Took 15 Days

It Only Took 15 Days
Day 9


__ADS_3

"Hay,ucap hazel yg menghampiri Nadya.


"Eh,hazel,kamu sudah sembuh.ucap Nadya


"Iya,terimah kasih ya, oh iya,ini untuk kamu(sambil memberikan gantungan gunji dengan wajah kucing yg lucu) kepada Nadya


"Wah lucunya.ucap Nadya


"Syukurlah kamu menyukainya,saya pikir kamu tidak akan menyukai nya karna kamu.ucap hazel


"Enak aja,gue juga wanita kali.ucap Nadya


"Bay the way,thanks.ucap Nadya


" Sama sama.ucap hazel


Sepulang sekolah,Hazel tidak sengaja melihat Nadya bersama refal di halte bus yang sedang mununggu bus, terlihat di wajah Hazel yang tak menyukai pemandangan tersebut segera menyuruh supirnya untuk segera pulang.


πŸ“±: malam.?


siapa?.tanya Nadya yang terdapat pesan masuk di henfonya dengan nomor yang tak di kenalnya

__ADS_1


πŸ“±:maaf siapa ada yang bisa saya bantu.nadya


πŸ“±:ini saya Hazel.


hazel? dari mana dia dapat nomor henfon gw, perasaan gw gak pernah kasih.ucap Nadya


πŸ“±:udah gak usah di pikirin gw dapat nomor kamu dari mana.


ih tahu aja dia.ucap Nadya


πŸ“±:gak usah sok tahu,kamu kenapa chat malam malam? tanya nadya


ini anak kesambet apa dah,baru aja tadi ketemu di sekolah.ucap nadya


πŸ“±:oh iya nad, bagaimana kabar kakak kamu?.tanya Hazel


πŸ“±:kakak aku baik.ucap Nadya


πŸ“±: Alhamdulillah yaudah,takut ganggu kamu kalau lama lama, selamat malam semoga mimpi indah.ucap Hazel yang membuat Nadya sedikit tersipu malu namun tetap bersikap jual mahal


keesokan harinya,Nadya menemui Lilis dan mengatakan bahwa yang memberikan nomor nya kepada Hazel itu pasti Lilis ,namun Lilis segera menyangkal hal tersebut karna dia sama sekali tidak pernah memberikan nomor WhatsApp kepada Hazel,kalaupun Hazel meminta nomor Nadya kepada nya mungkin ia akan tetap kasih tapi Hazel gak pernah minta kepadanya.

__ADS_1


Di dalam kelas,biasa di iringi dengan kebisingan semua siswa yang sedang bercanda dengan teman temannya.


salah satu teman sekelas Nadya tak sengaja melempar polpen tepat mengenai kepala Nadya dan membuat nya sedikit kesakitan.


Hazel yang melihat hal tersebut segera memegang kepala Nadya dan terlihat khawatir.


Hazel ,Nadya gak apa apa kok,kamu ga usah khawatir gitu.ucap Lilis


Hazel yang mendengar ucapan Lilis segera tersadar dari rasa khawatirnya.


lilis segera memarahi teman temannya tersebut yang telah melempar Nadya dengan polpen, teman nya tersebut meminta maaf karena sudah tak sengaja mengenai Nadya.


"nad,tumben kamu kalem biasanya kamu di sentil sedikit aja udah ngeraum kayak singa,ini kenapa di depan Hazel seperti kucing.ucap Lilis pelan agar Hazel tak mendengar nya


"gak ada apa apa,bukan karna Hazel juga gw lagi males aja berantem hari ini.ucap Nadya yang terlihat memikirkan sesuatu


sebelum berangkat sekolah , Nadya masih sangat khawatir kepada kakak nya ,karna ia melihat wajah kakaknya pucat Nadya sempat tidak mau ke sekolah dan ingin merawat kakaknya namun kakaknya mengatakan bahwa ia hanya kecapean habis begadang jadi dia terlihat letih bukan sakit.


Nadya mengambil henfonya dan menelfon kakak,mencoba mengetahui keadaan kakaknya,namun kakaknya lagi lagi mengatakan bahwa ia tidak apa apa dan sekarang ia sedang bekerja,sambil mengirimkan fotonya yang sedang bekerja agar Nadya tidak khawatir lagi dan tetap fokus belajar.


Hazel yang mendengar percakapan Nadya dan kakaknya,mencoba membuat Nadya agar ia tidak terlalu khawatir dan mengatakan bahwa semuanya akan baik baik saja.entah mengapa perkataan Hazel membuat Nadya sedikit lega.

__ADS_1


__ADS_2