
*dusun wonorejo, 18-january-2009.
pukul 13:00wib
... siang itu begitu terik.matahari seolah-olah begitu dekat dengan bumi. menyengat meski tak begitu berbeda dengan siang siang sebelumnya, tapi tetap saja panas hari ini begitu menyiksa bagi sebagian orang. angin sepertinya tetap bergerak sebagaimana mestinya. tetapi dia tidak membawa semilir, malah menambah suasana menjadi panas dan menjadikan debu-debu beterbangan dijalanan desa. saat ini, sepertinya orang orang memilih untuk diam di kamar ber-ac sambil menonton program program kesayangannya di TV,atau hanya sekedar asyik menyeruput es sirup pilihannya.juga ada yang bergolek resah di teras teras rumah mereka dengan mengipasi badannya dengan kipas sate seraya asyik mendengarkan siaran radio yang tak begitu dapat mereka nikmati sebab cuaca panas yang tak karuan ini.
45 menit yang lalu setelah beberapa rombongan anak melintas dari sekolah menuju rumah mereka masing -masing, jalanan kembali terlihat sepi.sesekali pengendara motor terlihat melintas. sepertinya hanya pedagang semacam es krim, sayur mayur, atau tukang bakso yang tidak begitu terkesan dengan cuaca siang ini. selebihnya orang orang akan memilih untuk tetap tinggal didalam rumah. seperti biasanya, nanti menjelang asyar barulah suhu panas ini akan menurun. tak begitu bisa dibayangkan kalau desa ini kena dampak badai elnino, itu akan menjadi mimpi buruk tentunya.
__ADS_1
angin masih membawa kepulan debu ringan.tapi , apakah ada yang peduli saat tiba - tiba mata memandang dibagian barat desa ini. saat semua orang akan memilih untuk diam didalam rumah dan hanya keluar rumah jika terpaksa, namun seorang anak berpakaian lusuh berambut ikal berwarna hampir pirang, malah berlarian di salah satu pematang sawah. ditangannya menggenggam sebilah bambu kecil berukuran lumayan panjang. mulut kecilnya bergumam keras "hushya.. hushya.. berkali kali. menghalau beberapa puluh ekor bebek. dia sedang menggembala bebek sepertinya. ada botol air minum yang menggantung di lehernya. kulitnya berwarna sawo matang, tampak merah karna sering terpanggang matahari. menggembala bebek tidaklah mudah, apalagi untuk bocah perempuan berusia delapan tahun sepertinya. lalu, mengapa dia melakukannya? apakah tidak ada yang bisa dilakukannya selain melakukan pekerjaan itu? apa memang harus dia lakukan? se wajib itukah??
\*\*\*\* \*\* \*\*\*\*
Nisa terlihat kembali menghalau bebek bebek yang hendak keluar dari pematang yang sudah ditetapkan olehnya. beberapa bebek nakal. sesekali bibirnya menyeruput air minum yang menggantung di lehernya menggunakan sedotan.matanya tetap awas mengawasi bebek bebek yang ada didepannya.tak ada keluh yang terdengar dari mulutnya meski kesah mungkin saja muncul jauh dari dalam lubuk hatinya. dan peluh sedari tadi muncul dari pelipis bocah perempuan itu. matahari sudah lumayan condong ke ufuk barat, tapi tak ada tanda tanda bagi nisa untuk menyudahi kegiatannya. dia masih duduk terpekur mengawasi puluhan bebek didepannya, sesekali tetap menyoraki jika ada bebek bebek yang nakal dia halau dengan bambu ditangan mungilnya.
Tepat pukul 16:00..satu jam dari adzan ashar diwaktu setempat. seorang gadis berusia sekitaran umur 18 tahun, tampak berjalan perlahan menyusuri pematang sawah mendekati nisa.wajahnya lebih terawat. tak ada kulit kering dibagian kaki maupun wajahnya. dia menenteng sebuah kotak makan.
__ADS_1
" kak yuli...'seru nisa.kemudian dia bersiap untuk menghalau bebek bebek itu agar segera mengikutinya pulang balik ke kandang mereka yang jaraknya tak berapa jauh dari pematang sawah ini.
"biar kak yuli yang menjaga bebek ini . sebelum pulang, makan lah ini dulu.. " gadis yang ternyata bernama yuli itu membuka kotak makan, dan menyodorkan sebungkus roti dan satu buah teh kotak kepada nisa yang segera menerimanya dengan senang hati.
"terimakasih kak yul.. 'ujar nisa lirih.
" tak apa nis.. besok kalo kakak punya lebih dari ini, pasti kak yul bawain kok.. "
__ADS_1
nisa tak menyahut dia hanya menyunggingkan senyum tanda Terima kasihnya, dia memakan roti itu dengan lahap.tak lama setelah nisa menyelesaikan makan rotinya,mereka bergegas pulang. terasa aneh karna yuli ternyata berjalan mendahului nisa, dan alhasil nisa terlihat pulang seraya menghalau bebek bebek itu sendirian. angin sepoi sepoi sore itu menyapu apapun yang dilewatinya.. tak lagi panas seperti beberapa jam yang lalu.nisa terlihat lihai dalam menghalau bebek nya, menandakan itu bukanlah pekerjaan yang baru bagi dia. tapi tetap saja untuk anak yang baru berusia delapan tahun itu sangat aneh. akan selalu muncul pertanyaan mengapa dia harus menggembala bebek.. itu belum pantas untuknya.tapi jangan kan bertanya kepada angin atau bahkan kepada rumput yang bergoyang, bahkan seorang nisa pun akan selalu menjawab bahwa dia tidak tahu mengapa dia harus melakukan pekerjaan yang sebenarnya belum layak atau tidak layak untuk anak seusianya.bahkan dia hanya bisa berfikir bahwa dia harus melakukan pekerjaan itu setiap hari, hanya dua kalimatdoa yang dia bisa.. smoga Tuhan tidak memberinya sakit dan semoga i ayah tidak marah dan memukulnya hari ini dan hari -hari setelahnya.
&&&&-&&&&&