
^^^Kembali lalu menyakiti lagi?^^^
^^^Selucu itukah percintaan?^^^
^^^~Azmi Rohadatul^^^
"Bunda Dita berangkat, gak bawa Mobil,doain lancar"ucapku membawa sebuah buku.
"Sama Bagas?"ucap mama yang sudah siap dengan seragam kantornya.
"Iya bun,Dita berangkat"ucapku setelah menyalami tangan bunda.
"Eh lama ya kak?"ucapku membuka pintu Mobil Jeep tersebut lalu menaikinya.
"Enggak kok bee,Ayo Naik"ucap kak Ade.
"Syut malu ah.."ucapku dilanjuti dengan tawaan.
"Malu apanya"ucapnya melirikku lalu mengendarai mobilnya.
"Gak kerasa udah 4 bulan ya"ucapku ketika akan sampai disekolah.
"Tetep stay ya bee"ucap kak Ade lalu mengelus pucuk rambutku Dan mengacak-ngacak nya.
"Ih nyebelin"ucapku lalu membenarkan tatanan rambutku.
Mobil Jeep itupun berhenti.
Kak Ade turun dari mobilnya lalu membukakan pintu Mobilnya untukku.
Beberapa pasang Mata melihat kami dengan tatapan iri Dan benci.
"Silahkan tuan putri"ucap kak Ade mengulurkan tangannya Dan diterima olehku.
"Doain aku ya"ucapku berhadapan dengannya.
"Iya pasti,nanti aku jemput kamu,ngerjain yang bener..nilainya biar besar kan mau jadi ibu kowad"kata kak Ade lagi-lagu ia mengacak-ngacak rambutku yang sudah kurapihkan.
"Ih kamuuuu"ucapku balik mengacak rambutnya lalu pergi dari hadapan dia.
"Ada-ada aja tu Anak"kata kak Ade menggelengkan kepalanya.
Ia Lalu masuk kedalam mobilnya karena akan Ada apel pagi.
Aku mengerjakan soal dengan mudah,ya karena Aku sudah mengerti pelajaran ini.
Sesi pertama sudah kulalui begitupun dengan sesi kedua.
Hari yang tadinya pagi kini beranjak menjadi Siang.
Aku sudah menelpon pacarku untuk menjemputku.
Pasalnya tadi malam ia berjanji akan mengajakku makan siang.
"Kak dimana?"
__ADS_1
"....."
"Iya Dita kesana sekarang ya"ucapku lalu mengantungi ponselku.
"Taa...ditaa"ucap seorang lelaki mencoba memberhentikan langkahku.
"Eh ziyad Ada apa?"ucapku membalikkan badanku.
"Ta gue minta maaf buat kejadian yang lalu-lalu,gue selalu dihantui dengan Rasa salah gue ke lo.gue Tau gue yang hancurin persahabatan lo dan Dina"ucapnya memegang tanganku.
"Enggak kok zi gak papa,lagian Aku juga bisa ngertiin kamu,kalian saling mencintai"ucapku mencoba melocotkan genggamannya.
"Yaudah aku duluan ya"ucapku masih mencoba melepaskan genggaman ziyad namun nihil tenagannya yang lebih besar dariku membuatku kalah.
"Ta jujur gue Sayang lo...gue lakuin ini karna gue tau kalo gue deketin Dina,ya pasti gue bisa cepet dapetin Hati lo.."ucapnya lebih mengeratkan pegangannya.
"Jangan jadiin Dina perantara buat dapetin Hati Aku,Aku Tau kam...."ketika Aku sedang berbicara dengan ziyad tiba-tiba seorang lelaki memanggil nama tengahku.
"Agatha....."ucapnya seperti tidak menyangka bahwa tanganku sedang dipegang oleh lelaki lain.
"Lepasin zi.."ucapku berbisik namun bisa didengar oleh kak Ade.
"Tuh kamu percaya kan sama Saya?Dita ini cewek gak bener!"ucap Dina mengalungkan tangannya dipinggang kak Ade.
"Taa...."ucap kak Ade masih Tak percaya.
"Kak ini gak seperti yang kakak lihat.."ucapku memegang tangan kak Ade namun ditepis olehnya.
"Mana Ada maling yang bakal ngaku"ucap Dina dengan nada memanas manasi.
"Maksud kamu apa na?"ucapku melirik kearah Dina.
"Din lo gak boleh kasar sama sahabat lo sendiri!"ucap ziyad membelaku.
"Sahabat?apa cewek gitu pantas disandang sebagai sahabat?sahabat Itu harusnya ngedukung Bukan malah nikung,dasar murahan"ucapnya menekankan kata menikung.
"Dasar *****..."ucap Dina lalu menampar pipiku.
Plakkkkk.....
Suara yang sangat nyaring hingga semua orang yang akan pulang lebih memilih untuk melihat kejadian ini.
Plakk.......
"Beraninya lo sakitin sahabat gue!"ucap Citra yang baru Saja datang Lalu memukul pipi Dina dengan begitu keras.
Kak Ade Hanya diam tidak menyangka akan terjadi Hal seperti ini.
"Lo semua cuma mulut doang!siapa yang bilang sahabat gue nikung lo hah?"ucap Citra dengan mengebu-gebu.
"Dinaa tuuuh"
"Cewek gak Tau diriiiii"
"Mantan sahabatnya lo!!!"
__ADS_1
Beberapa surak siswa dan siswi yang sedang melihat debat singkat kami.
"Lo oh ya lo!dengerin gue!sahabat gue gak semurahan lo!sahabat gue gak nikung lo!malah lo yang nikung sahabat gue!"ucap Citra memegang tanganku Lalu mengajakku pergi.
"Yang ***** Itu lo Bukan dita,camkan Itu"ucap Citra sembari berlenggang disamping Dina.
Setelah keluar dari sekolah Citra mencoba menyetopkan taxi.
"Taa..."ucap kak Ade menghampiriku Dan memegang tanganku.
Aku menepisnya layaknya seperti tadi ia menepis tanganku.
"Kamu sekarang tahu gimana masalalu aku,silahkan pilih..."ucapku tersenyum lalu mengusap airmataku lalu memasuki taxi.
"Taa...pliseee"ucap Ade berteriak lalu menaiki mobilnya mencoba menyetopkan taxi.
"Pak disini aja"ucap Citra memberhentikannya disebuah caffe.
Aku Dan Citra pun duduk siluar caffe.
"Bee...."ucap kak Ade yang ternyata membuntuti ku.
"Udah jangan nangis.."ucap Citra mengelus punggungku.
"Lo ngapain kesini?"ucap Citra langsung berdiri ketika melihat Ade menghampiri ku.
"Dengerin gue!harusnya lo Bela pacar lo kalo lo bener Sayang dia,lo ngikhlasin dia ditampar sama cewek yang udah jelas-jelas nikung pacar lo sendiri?gue minta jangan modalin seragam lo kalo mau nyakitin cewek!seragam lo gak salah...jangan malu maluin negara yang udah kamu perjuangkan!"ucap citra Lalu meninggalkan aku Dan kak Ade.
Kak Ade duduk disampingku is mengelus rambutku dengan begitu lembut.
"Maafin Aku ya.."ucapnya yang masih mengelus rambut ku.
Aku tidak menjawabnya wajah yang sengajaku benamkan diantara kedua tanganku.
"Bee..."ucapnya lagi.
"Aku Tau aku Salah,yang diomongin sama Citra Itu bener, Aku nyesel"sambungnya lagi.
"Nyesel?apa kamu nyesel udah jadi pacar aku?"ucapku memperlihatkan wajahku.
"Nggak,aku gak pernah nyesel pacaran sama kamu, jangan nangis lagi dong"ucap Ade mengusap air mataku.
"Bener ya jangan nyesel"ucapku mengacungkan jari kelingkingku.
"Iyaa nggak"ucapnya tersenyum.
"Tadi gimana ujiannya bisa?"ucapnya melihat bebas wajahku.
"Bisa gampang...udah selesai ujiannya sekarang kan terakhir tinggal tunggu pelulusan"ucapku menatapnya.
"Nanti Aku datang dipelulusan kamu gimana?"ucapnya tersenyum manis.
"Haruslahhh"ucapku kemudian tertawa.
.
__ADS_1
.
Next likee❤️🙏