JANGAN PERGI WAHAI PRAJURIT NEGARAKU

JANGAN PERGI WAHAI PRAJURIT NEGARAKU
LIMA


__ADS_3

2 bulan lagi menuju Hari kemerdekaan Indonesia.


Sekolah aku mengundang seorang tentara yang akan mengajarkan paskibra.


Kata seniorku dia masih muda juga single.


Wahh pasti keren deh.


Setelah selesai pelajaran anggota paskibra bersiap-siap untuk berlatih lagi.


Aku berganti Baju dengan Citra,dia teman sekelasku.


"Ditaaaa"ucap Citra dari belakang.


Aku melirik Lalu berhenti berjalan.


"Mau ke toilet kan?"ucap Citra yang sudah Ada disampingku.


"Iya, bareng aja"ucapku mengajaknya Lalu kamipun beriringan menuju toilet.


Aku mendapati Dina dan ziyad yang Ada ditempat yang sama.


Aku Hanya tersenyum pada Dina namun ia tidak tersenyum balik padaku.


Aku segera memasuki toilet Dan mengganti pakaianku.


Setelah selesai kami sudah berbaris ditengah teriknya matahari yang membuat Kulit menghitam.


Senior kami tengah melangkah menuju barisan yang kami semua buat.


Ia berjalan beriringan bersama seorang tentara yang masih muda.


Aku meliriknya Dan menatapkan pandanganku kearah depan.


"Selamat Siang!"ucap senior sekolah kita yang sudah menjadi purna paskibraka.


"Siang,Siang,Siang,luar biasa!"ucap kami dengan badan tegap dan suara yang menggelegar.


Tentara itu tersenyum sembari mengedarkan pandangannya.


Aku meliriknya Dan dia pas melirik kearah barisan inti yaitu pasukan atau kelompok delapan.


Ia tersenyum kearahku,Aku tidak menjawab senyumannya Karena ini Bukan saatnya menjawab pertanyaan bahkan senyuman.


Setelah berlatih beberapa jam kamipun diizinkan untuk beristirahat.


Istirahat Itu digunakan untuk minum-makan-minum.


Semua anggota paskibra telah membuat lingkaran ditengah-tengah lapangan upacara,ditengahnya Ada seniorku Dan Satu orang tentara yang memberikan senyuman untukku tadi.

__ADS_1


Semuanya khusyuk dengan makananya masing masing.


Setelah selesai minum-makan-minum kami berlatih lagi sebelum pulang setelah selesai aku segera menuju loker.


Namun sebelum aku sampai loker aku dipanggil oleh seniorku.


"Ditaa,sini dulu"ucap seniorku.


"Iya kak Ada apa"ucapku setelah sampai dihadapan Dua lelaki.


Tiba-tiba tentara yang bertuliskan nama Ade Bagas Dananjaya dibadge Baju PDL nya tersebut mengasongkan tangannya kearahku.


"Kakak tinggal dulu ya,yu bro"ucap seniorku Lalu berlalu dihadapanku.


"Kak Dian"ucapku melirik kearahnya namun Hanya ditanggapi ancungan jempol saja.


"Ada apa ya Pak?"ucapku masih dengan nada yang sangat dingin,Dan Tak menerima jabatan tangannya.


"Setua ini ya,Saya dipanggil bapak?"ucap lelaki itu tersenyum kearahku.


"Maaf Pak ini udah sore,Saya harus pulang,saya duluan"ucapku membalikan tubuhku tanpa mendengarkan jawabannya.


"Tunggu..."katanya memegang tanganku untuk memberhentikan langkahku.


Aku melirik kearahnya Lalu menaikan alisku.


"Saya antar kamu"ucapnya.


"Saya tunggu diparkiran Pak"ucapku melepaskan genggaman tangannya.


Aku segera menggambil Tas Dan beberapa bukuku didalam loker.


Kini Aku sudah berada diparkiran menunggu seorang tentara untuk mengantarkanku pulang.


"Loh belum pulang ta?"ucap ziyad menghampiriku dengan motor besarnya.


"Bentar lagi pulang kok"ucapku tersenyum kearahnya.


"Hati-hati dijalan ya ta"ucap ziyad kemudian Dina datang menatapku dengan sinis.


"Eh lo jangan deket-deket sama pacar gue!"ucapnya mendorong tubuhku sampai tersungkur ketanah.


"Din,apa-apaan sih lo"ucap ziyad seperti tidak terima aku diperlakukan seperti itu.


"Cewek gak Tau diri!udah Tau kan ini cowok Ada yang punya!"ucapnya Lalu menarik ziyad yang ingin menolongku.


"Ta gue duluan ya,maaf yaa"ucap ziyad yang sepertinya juga terpaksa meninggalkan aku.


Apa Itu bener Dina?tapi kok dia bisa gitu?dengan Satu lelaki dia melupakan persahabatan kita?gumamku dalam hati.

__ADS_1


"Eh kok malah duduk situ?Ayo Naik"ucap tentara itu turun dari mobil Jeep lorengnya.


"Lutut kamu kenapa?"ucap tentara itu berlutut disampingku.


Aku hanya menggelengkan kepalaku sembari menahan air mataku.


"Kenapa nangis?"ucap tentara itu lagi.


Lagi-lagi aku Hanya menggelengkan kepalaku,jika Aku menceritakan pun,toh dia tidak mengerti.


Aku dibantu bangun oleh lelaki itu.


Sesampainya dirumah yang bertingkat 2 Dan berwarna silver Dan gold.


"Pak makasih ya,maaf jadi ngerepotin"kataku sesudah turun dari mobilnya.


"Besok kan Latihan dari pagi,sekalian Aku jemput kamu"ucapnya tersenyum.


"Gak usah pak, ngerepotin"ucapku padahal mau,lumayan kan gratisan(matrenyaaa😂😂😂).


"Pukul 06.30 Saya jemput kamu,Mari"ucapnya lalu melajukan mobilnya tanpa menunggu jawaban dariku.


Aku Hanya mengangguk-ngangguk mencoba mengiyakan.


________________


"Yah..bun"ucap bang dirga disela makan malam.


"Apa nak?"ucap mama masih berkutik dengan sendok dan garpu yang dipegangnya.


"Dirga keterima jadi tentara yah,bun"ucapnya yang berhasil membuat keluarga kecil ini berhenti dari kegiatan malamnya.


Ayah menatap bang dirga dengan Alis yang menyatu dan tatapan yang sangat dalam.


Lagi-lagi bang dirga menggangguk,mengiyakan ucapannya tadi.


"2 Hari lagi dirga harus kemagelang"ucapnya menelungkupkan sendok Dan garpu diatas piring.


"Bener bang?"ucapku sangat antusias.


"Iya..maafin dirga yah,dirga banyak salah sama Ayah,dirga harap Ayah bisa senang walau dirga cuma bisa lakuin ini"ucapnya tersenyum.


"Ayah bangga sama kamu,Ayah senang kamu bisa lanjutin karir Ayah"ucap Ayah dengan tatapan senang.


"Besok Kita siapin perlengkapannya ya bang"ucap bunda tersenyum.


.


.

__ADS_1


like😭😭


__ADS_2