
BAGIAN 3
***Toko merah, Kali besar barat
Sejak zaman dahulu, kawasan Glodok memang sudah populer sebagai tempat transaksi ekonomi. Sejumlah bangunan tua yang hingga kini masih bisa disaksikan, menunjukkan kemegahan dan ramainya transaksi bisnis di kawasan Glodok. Bahkan pada masa lampau, kawasan Glodok juga menjadi tempat hiburan malam yang cukup populer namun terselubung dan ilegal. Keramaian kawasan Glodok bahkan telah dimulai sebelum kehadiran pemerintah Hindia Belanda. Kawasan Glodok tumbuh bersamaan dengan kampung tua yang lainnya yang ada di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
TERKINI
mncnow
BEAUTY
FASHION
FOOD
HEALTH
HOME & LIVING
__ADS_1
SEXUAL HEALTH
TRAVEL
lunchbox
LETTER F
FOTO
VIDEO
INDEKS
Travel
KISAH: Toko Merah Glodok, Jeritan Pilu Pembantaian & Perbudakan Zaman Belanda
Renny Sundayani , Okezone Rabu 08 Februari 2017 16:07 WIB
Toko Merah Glodok Foto: Wikipedia & Jakarta Yuk
__ADS_1
Toko Merah Glodok (Foto: Wikipedia & Jakarta Yuk)
A A A
0
TOTAL SHARE
DAERAH Glodok cukup populer di telinga warga Ibu Kota. Hal ini dikarenakan kawasan ini menjadi tempat tinggal etnis Tionghoa yang cukup terkenal sebagai sentra bisnis.
Sejak zaman dahulu, kawasan Glodok memang sudah populer sebagai tempat transaksi ekonomi. Sejumlah bangunan tua yang hingga kini masih bisa disaksikan, menunjukkan kemegahan dan ramainya transaksi bisnis di kawasan Glodok. Bahkan pada masa lampau, kawasan Glodok juga menjadi tempat hiburan malam yang cukup populer namun terselubung dan ilegal. Keramaian kawasan Glodok bahkan telah dimulai sebelum kehadiran pemerintah Hindia Belanda. Kawasan Glodok tumbuh bersamaan dengan kampung tua yang lainnya yang ada di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Mengenai asal usul namanya, ada berbagai versi cerita mengenai nama Glodok. Ada yang mengatakan bahwa kata Glodok berasal dari bahasa Sund, ‘Golodok’ yang bermakna pintu masuk rumah. Hal ini berdasarkan dari keberadaan Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi pintu masuk ke Kerajaan Sunda.
Sementara itu versi yang lain,yang disebutkan dalam buku berjudul ‘Betawi: Queen from The East’ kata ‘Glodok’ berasal dari bunyi air “grojok-grojok”. Sebelumnya, daerah Glodok memang menjadi tempat pemberhentian dan pemberian air minum kuda penarik beban. Air-air tersebut berada dalam bangunan persegi delapan yang berada di tengah-tengah halaman gedung Balai Kota atau yang kala itu disebut dengan Stadhuis. Dari pancuran air tersebut kemudian orang Jakarta mengenal daerah tersebut dengan nama ‘Pancoran’ atau yang juga dikenal dengan nama Glodok Pancoran.
Toko Merah adalah sebuah peninggalan bangunan kolonial Belanda yang terletak di tepi barat Kali Besar, Kota Tua, Jakarta. Lokasi ini merupakan salah satu bangunan tertua di Jakarta. Ciri khas warna merah ini dikenal dengan sebutan Toko Merah di kalangan masyarakat luas.
Toko Merah dibangun pada 1730 oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff di atas tanah seluas 2.471 meter persegi. Toko merah merupakan toko milik warga Tionghoa, Oey Liauw Kong, sejak pertengahan abad ke-19.
Nama Toko Merah tersebut juga didasarkan pada warna tembok depan bangunan yang bercat merah hati dan tidak diplester langsung pada permukaan batu bata. Namun ada juga yang mengatakan bahwa nama ‘Toko Merah’ itu diambil setelah peristiwa ‘Geger Pecinan’ yang pada saat itu banyak mayat orang Tionghoa bertebaran di Kali Besar sehingga permukaan air menjadi warna merah.
__ADS_1
Pada masa pendudukan Jepang menjadi Gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang. Setelah Indonesia merdeka, Toko Merah berubah melewati fase-fase perubahan pindah tangan pemilik kantor yang salah satunya adalah PT Satya Niaga pada 1964. Selanjutnya pada 1977 berubah menjadi PT Dharma Niaga (Ltd) dan gedung tersebut tetap digunakan sebagai kantor.
Bagiku yang pernah jalan-jalan atau sekadar melintasi daerah Kota Tua, Tak asing lagi dengan tempat ini.Terlepas dari konteks sejarah yang kental dari Toko Merah ini, sebenarnya toko tersebut menyimpan kisah yang memilukan. Konon, sebelum beralih dari sebuah toko, Toko Merah pernah menjadi tempat penyiksaan dan pembantaian etnis Tionghoa. Akibat cerita horor yang dilekatkan dari toko ini, masyarakat sekitar pernah mendengar suara tangisan wanita dan langkah kaki tentara dari dalam bangunan.memang sering masyarakat sekitar mendengar suara tangisan itu.berdasarkan cerita yang ada masih banyaj juga orang yang ngak percaya mengenai hal itu.dan banyak juga yang mempercayai hal tersebut***.