Jangan Sendiri

Jangan Sendiri
Gunung Lawu


__ADS_3

***Bagian 5


Misteri Gunung Lawu angker kian diperkuat oleh adanya kehadiran Pasar Setan. Kabar ini sudah tidak asing lagi di telinga para pendaki, sebuah pasar yang tak terlihat dengan kasat mata ini berada di jalur Candi Cetho, lereng Gunung Lawu, sebuah lahan yang ditumbuhi ilalang.


Berbicara tentang jalur Candi Cetho, sebetulnya, jalur ini adalah jalur yang paling pendek dan cepat menuju puncak Lawu, karena perjalanan dimulai dari 1.470 mdpl. Akan tetapi, jalur pendek ini sekaligus menjadi jalur yang paling berbahaya.

__ADS_1


Sebab, tanjakan-tanjakan di jalur ini sangat terjal, jurang curam menganga di pinggiran track, kabut tebal sering turun membuat jarak pandang menjadi begitu pendek dan memperbesar resiko tersesat, serta kepercayaan yang mengatakan bahwa jalur ini adalah perlintasan alam ghaib dan kehadiran pasar setan.


Oleh sebab itulah, mengapa jalur ini berbahaya dan tidak begitu favorit. Para pendaki lebih senang memilih dua jalur lainnya, yaitu jalur Cemoro Kandang dan jalur Cemoro Sewu.


Sebagian pendaki mengaku pernah mendengar suara bising, seakan berada di pasar, saat melewati sebuah lahan tanah yang berada di lereng Gunung Lawu. Terdengar pula suara yang sedang menawarkan dagangannya, misalkan "mau beli apa?".

__ADS_1


Selain kisah di atas, masih ada banyak lagi beragam mitos yang beredar di masyarakat bahwa Gunung Lawu ini memanglah terkenal angker dan memiliki sejumlah misteri yang mengiringi.


Mitos lain menyebutkan bahwa jangan mendaki dengan baju berwarna hijau. Ada pula yang menyatakan bahwa jangan membawa rombongan yang berjumlah ganjil. Kisah lain menyebutkan bahwa mandi air berkhasiat di Gunung Lawu sangat bermanfaat.


Terlepas dari segala misteri dan kekayaan mitos yang dimiliki Gunung Lawu, hendaknya kita sebagai pendaki selalu waspada.

__ADS_1


Waspada di sini bisa berarti untuk terus selalu menjaga sikap selama naik gunung. Hal-hal sederhana seperti tak berkata kasar, tidak berbuat senonoh, serta tidak membuang sampah sembarangan bisa jadi laku baik yang mesti para pendaki terapkan***.


__ADS_2