Japri Merantau Ke Kota

Japri Merantau Ke Kota
Berangkat


__ADS_3

Ke esokan harinya, pukul 08.47 an Sapri sudah ada di rumahnya Japri. Ia membawa 1 tas besar berisikan barang yang menurutnya akan berguna di kota nanti.


Didalam rumah.......


" Sapri, lu udah kasih tahu pak Somat kan kalo kita ikut ke kota?" tanya Japri.


"Udah kok, nanti katanya jam 9 baru berangkat." ujar Sapri.


"Oh ya udah deh, tapi lu juga udah dong makannya!! ini tinggal sedikit buat makan di perjalanan!!" ujar Japri lalu menyimpan makanan yang masih tersisa.


"Ya elah Jap, pelit amat sama temen sendiri, lagian itu juga mau habis.." ujar Sapri.


"Jangan rakus lu, nanti kalo kelaperan disana ngga bakal gue kasih makanan!." ujar Japri.


"Astagfirullah Jap, tega bener lu." ujar Sapri.


Tin...tin..!!


"Eh Sap kayanya itu pak Somat deh." ujar Japri lalu pergi keluar rumah disusul Sapri.


"Assalamualaikum." ujar pak Somat yang sudah turun dari mobil.


"Wa'alaikumsalam." ujar Japri dan Sapri dari dalam rumah lalu menghampiri pak Somat.


"Kalian udah siap?." tanya pak Somat.


"Udah pak tinggal berangkat aja." ujar Japri.

__ADS_1


"Ya udah srkarang kita berangkat, kalian pamitan dulu." ujar pak Somat.


"Iya pak sebentar." ujar Japri lalu masuk ke dalam rumah lagi untuk pamitan ke mak Suti.


Sedangkan Sapri berbincang-bincang dengan pak Somat.


"Mak?....mak ada dimana?...." panggil Japri.


"Mak ada dibelakang!."teriak mak yang mendengar Japri memanggilnya.


Japri pun pergi ke belakang rumah untuk bertemu mak Suti sebelum berangkat ke kota.


"Mak, Japri mau pamitan, tuh pak Somat udah di depan sama Sapri." ujar Japri.


"Ooh ya udah deh, semoga lancar di kota. Mak doain lu bisa sukses disana ya." ujar mak Suti mendoakan Japri.


"Aminn...ya udah mak, Japri berangkat dulu ya, takut kemaleman sampe ke kota nya." ujar Japri lalu memeluk mak Suti dengan erat, lalu mencium tangan mak Suti.


"Ngga usah mak, Japri udah punya.Duit itu mak pegang aja buat makan. Ya udah mak, Japri berangkat dulu, assalamualaikum." ujar Japri.


"Waalaikumsalam....ati-ati." jawab mak Suti.


"Iya mak...."ujar Japri sambil meninggalkan mak Suti.


Sebenarnya Japri tidak tega meninggalkan mak Suti sendirian di desa. Namun melihat mak Suti yang selalu bekerja di kebon tanpa lelah membuat Japri tidak tega. Dan akhirnya Japri memutuskan untuk merantau mencari pekerjaan yang lebih baik di kota agar hidup keluarganya menjadi lebih baik.


Japri yang sudah siap berangkat mengambil tasnya dan pergi ke luar rumah.

__ADS_1


"Ayo pak saya sudah siap."ujar Japri.


"Ya sudah ayo berangkat." ujar pak Somat lalu menyalakan mesin mobil dan mulai melakukan perjalanan ke kota.


"Oy Jap lu kok lama banget tadi? ngapain aja?..."tanya Sapri.


"Pamitan lah masa seserahan." ujar Japri.


"Diiih seserahan....emang punya calonnya?" ejek Sapri.


"Brisik lu ah." ujar Japri kesal.


"Ya elah pake acara marah, lagi pms luuu...hahahaha." tawa Sapri pecah karena berhasil mengerjai Japri. Pak Somat hanya memperhatikan dan sesekali tertawa karena ulah si Sapri.


"Eh betewe lu bawa tas kok kayanya lebih besar punya gue?." ujar Sapri.


"Gue mah cuma bawa baju sama perlengkapan aja, kalo lu itu bawa rumah kali." ujar Japri.


"Nih ya, kata pepatah sebelum hujan sedia payung." ujar Sapri.


PletakšŸ’„


"Aduh! kenapa sii luu?."ujar Sapri kesakitan.


"Sedia payung sebelum hujan P.A" ujar Japri kesal dengan tingkah temannya yang rada-rada.


"Ya kan intinya sama kali." ujar Sapri.

__ADS_1


"Terserah lu ah, gue mau tidur. Ngantuk!."ujar Japri lalu menutup mata dari pada meladeni sikap Sapri.


"Yee..dia ngambek...emang deh kayanya lagi pms, ngambekan mulu." ujar Sapri yang membuat Japri yang sepenuhnya belum tidur memukul kepala Sapri.


__ADS_2