
Sudah dua hari berlalu, Japri dan Sapri sedang bersiap-siap untuk mencari pekerjaan dikota.
Dengan modal hanya ijazah smp, Japri dan Sapri yakin mereka tidak akan bekerja di sebuah perusahaan karena tidak mempunyai keahlian yang mumpuni.
"Eh Jap, nanti kita cari dari mana dulu?." tanya Sapri yang sedang berkaca sambil menyisir rambutnya.
"Dari deket-deket sini aja dulu." jawab Japri yang sudah siap untuk pergi.
"Ya udah kali ngacanya!...kasian tuh kacanya mau rusak diliatin lu terus!." ujar Japri.
"Ya elah, ngga bisa liat cowok ganteng lagi ngaca apa!."ujar Sapri kesal.
"Tau ah! kalo lu masih ngaca aja, gue tinggal!."ujar Japri lalu melangkah untuk keluar rumah.
"Wah! bener-bener lu! woy tungguin!!" ujar Sapri lalu meletakkan sisirnya lalu mengambil tas dan mengejar Japri.
Dijalan.......~
"Sapri....tuh liat." ujar Japri sambil menunjuk ke salah satu pohon dipinggir jalan.
"Apa?."ujar Sapri.
" Tuh!."ujar Japri lalu memutar kepala Sapri mengarah ke pohon yang ia tunjuk.
"Di cari karyawan/karyawati untuk menjadi pekerja di cafe X." ujar Sapri dan Japri bersamaan.
"Mau coba lu Jap?."tanya Sapri.
"Mau donk, sumber duit tu.."ujar Japri lalu pergi menuju alamat yang tertera dibrosur itu.
Karena belum terlalu mengenal daerah setempat, Japri dan Sapri hampir nyasar ditengah kota. Dan pada akhirnya sampai ditempat tujuan dengan bantuan orang lain.
"Terimakasih mba sudah menolong kami." ujar Japri sopan.
"Iya dek, sama-sama saya pergi dulu."ujar seorang wanita muda lalu pergi meninggalkan Japri dan Sapri yang bengong.
"De...dek? gue dipanggil dek? muka gue semuda itu kah?."ujar Japri masih tak percaya.
"Wah sadar diri donk...makannya lepas tuh kacamata..."ujar Sapri.
__ADS_1
"Yeee iri bilang aja kali."ujar Japri.
"diem lu...buruan katanya mau kerja.."ujar Sapri kesal.
"Iya-iya.."ujar Japri lalu mereka berdua masuk ke dalam cafe X.
"Permisi, ada yang bisa saya bantu?." ujar salah satu pegawai.
"Maaf mas mau tanya, dibrosur ini katanya cafe ini butuh perkerjaan? apa benar?."tanya Japri.
"Kalau itu saya akan membawa kalian ke manager kami. Silahkan ikut dengan saya."ujar pegawai tersebut dengan sopan.
Ke tiganya pun pergi untuk menemui manager cafe X.
'Tok...tok..tok'
"Siapa?.." ujar seseorang dari dalam ruangan.
"Saya Rifki pak, saya mempunyai tamu untuk anda."ujar Rifki.
"Masuk." ujar seseorang dari dalam tersebut mengizinkan masuk.
Mereka pun masuk dengan sopan.
"Jadi kalian mau apa?." tanya orang tersebut.
"Kami tadi melihat ada sebuah brosur yang isinya membutuhkan seorang pekerja, kebetulan kami memerlukan pekerjaan. Jadi apa kami bisa bekerja disini?." tanya Japri dengan sopan.
"Tapi pekerjaan ini hanya seorang pembersih yang membersihkan/mencuci di dapur apa kalian mau?." tanya orang tersebut.
"Tentu saja pak." ujar Japri dan Sapri.
"Baiklah, namun sebelum kalian menjadi karyawan saya. Tentu saja tidak semudah itu, saya akan menganggap kalian seperti magang terlebih dahulu selama 1 bulan. Tenang saja, kalian akan tetap saya gaji, bagaimana?." ujar orang tersebut.
"Kami setuju pak, terimakasih." ujar Japri senang.
"Baiklah, siapa nama kalian?."tanya orang tersebut.
"Saya Japri dan teman saya Sapri." ujar Japri memperkenalkan diri lalu berjabat tangan.
__ADS_1
"Saya Bayu, manager di cafe ini, senang bertemu dengan kalian. Saya harap kalian tidak menyia-nyiakan kesempatan ini." ujar pak Bayu.
"Baik pak, terimakasih." ujas Sapri.
"Kalian akan bekerja mulai besok, sekarang kalian cari pegawai yang bersama kalian tadi bernama Rifki, katakan saja bahwa pak Bayu meminta seragam kerja untuk kalian." ujar pak Bayu.
"Baik pak, kalau begitu kami permisi dulu." ujar Japri lalu setelah mendapat anggukan dari pak Bayu, Japri dan Sapri meninggalkan ruangan manager.
"Permisi.."ujar Japri.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?." ujar seorang pegawai.
"Kami sedang mencari pegawai yang bernama Rifi mba.." ujar Sapri.
"Rifi? disini tidak ada yang namanya Rifki." ujar pegawai tersebut.
"Lo tadi pak Bayu bilang..." ujar Sapri lalu dipotong oleh Japri.
"Maksud teman saya itu ee..Rifki...iya..maksudnya Rifki ada tidak mba?."ujar Japri.
"Ooo Rifki....kalo itu ada...sebentar ya, saya panggilkan dulu." ujar pegawai tersebut lalu meninggalkan Japri dan Sapri.
"Eh lu kalo ngomong yang bener ngapa, sampe nama orang lu ganti..."ujar Japri.
"Ya elah lagian tu nama susah banget, kaya gue donk S-A-P-R-I mudah diingat." ujar Sapri.
"Ngga usah kepedean dah lu." ujar Japri, lalu datanglah satu pegawai yang sedang mereka cari.
"Maaf, apa kalian mencari saya?."ujar pegawai tersebut yaitu Rifki.
"Iya benar, kata pak Bayu saya suruh cari kamu untuk minya seragam bekerja untuk kami." ujar Japri.
"Apa kalian diterima di sini? kalau begitu akan saya ambilkan." ujar Rifki lalu pergi.
Setelah beberapa saat......
"Ini seragam kalian, saya sarankan kalian datang bekerja, pukul 7 sudah ada ditempat, karena pak Bayu terkenal dengan kedisiplinan waktu, jadi kalian harus tepat waktu jangan sampai terlambat." Ujar Rifki menasihati.
"Baiklah, terimakasih nasihat nya, akan kami ingat." ujar Japri lalu berpamitan dan pulang, namun sebelum itu.
__ADS_1
"Rifi...terimakasih ya...kami pulang dulu." ujar Sapri.
"Iya...hati-hat...eh....Rifi?.."ujar Rifki bingung.