
Di markas Alan sedang memukuli seseorang yang di yakini penyusup yang di kirim oleh rivalnya.
"Ini belum seberapa hukumannya , sebentar lagi orang terdekat kamu yang akan menerima hukuman akibat kebodohanmu itu brengs*k". Ucap alan
"Ampun tuan, maaf saya hanya di suruh dan saya terpaksa melakukan nya karena saya sedang butuh banyak uang untuk pengobatan adik saya tuan".
"Saya mohon tuan maafkan saya tuan".
"Tidak semudah itu kamu lolos dari kami, kamu tau sedang berurusan dengan siapa".
"Yanto bereskan semuanya dan kurung dia ke sel bawah tanah".
"Baik tuan". Ucap yanto
Alan langsung keluar dari ruang penyiksaan itu dan masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di markasnya. Alan ganti baju, karena tidak mungkin alan pergi dengan baju yang sudah compang camping dan terdapat noda darah.
Selesai membersihkan diri alan keluar dari kamar dan menemui anak buahnya.
"Yanto kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan setelah ini dan saat kita rapat apa kamu setuju kalau kamu saya kirim sementara ke negara S untuk melatih anggota baru di sana sebelum di kirim ke mari".
"Saya setuju tuan, tapi maaf tuan karena tugas ini lumayan lama apa boleh saya ijin pulang untuk menemui ibu dan anak saya tuan." Tanya yanto ke alan
(Yanto itu orang kepercayaan alan di markas jadi semua masalah markas di serahkan ke yanto karena yanto orang yang pertama kali ikut dengan alan sebelum alan menjadi ketua dan masih di pegang oleh ayahnya)
__ADS_1
"Oke kalau gitu kamu boleh menemui keluargamu, berangkatlah sore ini karena minggu depan kamu harus sudah sampai di sana karena waktu kita tidak banyak."
"Baik tuan, Terima kasih tuan."
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu". Pamit alan
(Meskipun alan itu orangnya cuek,dingin,kejam tapi dia selalu menghargai orang)
Sesampainya di kantor alan langsung menuju ruang kerjanya dan sudah di sambut dengan sekertaris sekaligus tangan kanannya.
(Jadi setelah selesai rapat deni langsung pergi ke kantor karena ada urusan kantor yang harus segera di selesaikan)
" Gimana den, apa tuan eric setuju dengan proposal yang kita buat".
"Bagus kalau gitu". Sambil berlalu meninggalkan meja deni dan masuk keruang kerjanya.
Alan langsung mengerjakan pekerjaan dengan teliti dan serius dan tanpa dia sadar i jam sudah menunjukan waktunya makan siang.
Tiba-tiba alan ke ingat dengan masakan sera yang sangat menggugah selera, karena setiap alan makan di luar pasti rasanya hambar dan dia tidak selera buat makan.
Alan memutuskan untuk pulang karena ingin makan siang di rumah (salah satunya karena ingin bertemu sera karena selama bekerja bayangan sera selalu muncul di pikiran alan)
Alan keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri deni.
__ADS_1
"Den gue balik dulu ya, nanti kalau gue sempat gue balik lagi ke kantor".
"si*lan lo al, tapi nanti setelah makan siang ada metting sama departemen ke uangan".
"Gue serahin semuanya sama lo". Sambil berlalu meninggalkan deni yang sedang mengumpat i alan.
Sesampainya di rumah, alan langsung masuk dan di sambut mbok tun yang sedang memberesihkan meja ruang tamu.
"Tumben tuan jam segini sudah pulang, kan ini baru jam makan siang tuan".
"Alan mau makan siang di rumah mbok".
"Baik tuan kalau gitu mbok siapkan dulu ya".
"Iya mbok".
Alan mengikuti mbok tun dari belakang. Dan sampai di meja makan alan memperhatikan setiap sudut rumah karena tidak melihat keberadaan sera.
"Kemana gadis itu". Tanya alan dalam hati
Mbok tun langsung menyiapkan makanan untuk makan siang.
Gimana ceritanya gaes
__ADS_1
maaf ya kalau ceritanya jelek