
Pagi harinya terlihat sera yang sedang membantu mbok tun memasak untuk sarapan dan bekal. Tapi Sera merasa kepalanya sedikit pusing dan badannya terasa panas, sehingga sera merasa tidak nyaman saat membantu mbok tun.
Tiba-tiba sera pingsan setelah selesai menyiapkan bekal untuk tuannya.
"Astafirullah neng sera ya allah bangun neng aduh panas banget ini badan nya".
Karena mbok tun bingung akhirnya mbok tun teriak untuk mencari bantuan
"Tolong, tolong pak yanto, tuan tolong". Teriak mbok tun
"Aduh gimana ini".
Tiba-tiba alan datang
"Ada apa mbok, kenapa sera?".
"Tadi selesai menyiapkan sarapan tiba-tiba neng sera pingsan dan badannya panas banget tuan".
"Minggir dulu mbok ayo kita bawa sera ke kamarnya".
"iya tuan".
Alan langsung membaringkan sera di ranjang kamarnya (Kamar sera ya yang di maksud).
Alan langsung menghubungi dokter keluarga.
"Halo van capat lo ke rumah gw sekarang".
"Ada apa al siapa yang sakit? mbok tun".
"Udan jangan banyak tanya sekarang cepat lo kesini atau mau lo gw pecat".
"Oke oke bos gw otw ke rumah lo".
Setelah menunggu akhirnya ivan datang.
Ivan bertanya-tanya dalam hati siapa yang sakit tadi di depan pak yanto yang bukain gerbang dan sekarang yang buka pintu utama mbok tun.
__ADS_1
"Siapa yang sakit dan kenapa al tadi kelihatan panik waktu telfon gw".
Sampai d kamar belakang mbok tun langsung menyuruh ivan masuk dan ternyata di dalam ada alan
"Cepat lo periksa dia".
"Oke, sabar al gw siapin alatnya dulu".
Ivan segera memeriksa sera.
"Gimana keadaanya". tanya alan dengan nad sedikit khawatir.
"Dia cuma sedikit demam, dan tekanan darahnya agak rendah".
Alan sedikit merasa lega
"Dan ini resep obat nya bisa di tebus d apotik".
"Oke, thanks van"
"Iya sama-sama, Btw siapa dia kenapa lo kelihatan khawatir".
"Oh, Oke gw pamit dulu al".
"Ya sekali lagi thanks hati-hati".
"Jangan lupa besok lo harus datang ke pesta perusahaan bokap lo karena gw gak mau jadi sasaran pertanyaan bokap lo karena lo kerja di tempat gw tar di kira gw gak izinin lo cuti". Jelas alan panjang lebar
"Sebenarnya gw males datang, tapi kalau gw gak datang takut gw di pecat sama bos pemilik rumah sakit".
"Tau juga lo".
"Ya udah gw pamit".
"Oke hati-hati lo".
Setelah ivan pergi alan langsung pergi ke apotik untuk menebus obat.
__ADS_1
"Mbok ini obatnya sera".
"Apa sera sudah sadar mbok".
"Sudah tuan dan ini mbok selesai membuat bubur buat neng sera".
"Ya sudah mbok kalau begitu alan berangkat ke kantor dulu".
"Iya tuan terima kasih".
"Tuan kok tumben ya mau menebus obatnya neng sera padahal biasanya nyuruh pak yanto, dan tadi kelihatannya tuan begitu khawatir melihat neng sera pingsan". Tanya mbok tun dalam hati
"Ahh udahlah yang penting neng sera udah sadar dan harus segera minum obat".
Mbok tun langsung menuju ke kamar sera
"neng sera makan dulu ya ini mbok bikinin bubur".
"Iya mbok makasih maaf mbok jadi repotin mbok tun".
"neng sera ini ngomong apa mbok enggak merasa di repot kan neng sera ini udah mbok anggap seperti anak mbok sendiri".
"Sekarang makan dulu neng terus minum obat".
"Iya mbok"
mbok tun langsung menyuapi sera dengan telaten sampai buburnya habis.
"Sekarang minum obat dulu ya neng".
"Iya mbok, tapi sera gak bisa minum obat butiran seperti itu harus d hancurkan dulu mbok".
"Bentar ya neng mbok ke dapur ambil sendok dulu".
Setelah selesai minum obat mbok tun langsung menyuruh sera untuk istirahat.
Oke gimana ceritanya menarik enggak ya
__ADS_1
maaf kalau masih banyak typo dan ceritanya kurang menarik jangan lupa like dan komen