
Di meja makan raka memulai obrolan. Sita rencana kau akan kuliah dimana?
Sita hanya menjawab dengan mengangkat bahu nya.
Loh kok tidak tahu, memang kau ingin apa. bekerja atau ehmmmm....
Ehmm apa tuan tanya sita.
Apa kau mau segera menikah ???
Apa.....tidak mungkin lah tuan. usia ku baru 18 tahun. Pacaran saja belum gimana mau menikah, tuan ada ada aja.
Kalau ada yang melamar mu apa kau mau?
uhuk uhuk uhuk maksudnya apa tuan, mana mungkin ada pria yang mau menikahi seorang gadis yang tidak jelas asal usulnya. Sembari menunduk sita menahan air mata.
Raka yang melihat sita bersedih langsung memeluknya. Sita apapun kondisi mu aku akan menerima mu apa adanya.
Mak...maksud tuan berbicara seperti itu apa?
Iya sita sebenarnya aku ingin kau menikah denganku.
Apa...... ...
Sita bisa tidak sih kau itu kalau berbicara tidak teriak teriak, lama lama aku bisa tuli.
Maaf tuan ...
__ADS_1
Jadi bagaimana sita apa kau bersedia menikah denganku?
Beri aku waktu 1 malam untuk memikirkan nya.
Setelah raka dan sita masuk ke dalam kamar masing masing ,raka segera memejamkan matanya.
Sedangkan sita sedang berfikir apa yang akan aku lakukan, apakah aku harus menerima permintaan tuan raka. Ya tuhan aku tidak pernah berfikir akan menikah muda . setelah lelah berfikir sita pun tertidur .
Pada pagi hari seperti biasa sita bangun membereskan apartemen dan memasak untuk sarapan.
Raka turun dan segera menghampiri sita. Pagi sita bagaimana apa kau setuju?
Sita hanya menanggukan kapala dengan wajah yang memerah. Sebelum tidur sita berfikir bahwa dia bersedia menikah dengan raka, karena memang dia sudah mulai mencintai raka.
Benarkah...tanya raka
Baiklah ....jawab raka.
Sesampainya di kediaman orang tua sita mereka di sambut dengan hangat oleh rina. Sita anak ibu apa kabar, kenapa kamu tidak pernah mengunjungi kami? sambil berderai air mata rina mengungkap kan rasa rindu pada anak kesayangannya.
Maaf bu, sita harus ujian dan alhamdulilah sita lulus sebagai juara umum di sekolah.
Benarkah..kamu memang anak ibu yang paling pintar.
Ehemmm raka berdecak karena dia seperti tidak di anggap oleh ibu dan anak itu.
Rina dan sita segera menoleh ke sumber suara,.
__ADS_1
Oh iya nak raka bagaimana kabar nya dan bagaimana perusahaan nya?
Alhamdulilah baik semua.
Turun lah rian dengan muka yang tidak enak di pandang menatap sita.
Ngapain kamu kembali lagi ke rumah ini, apa kau tidak tahu malu?
Aku ke sini untukkk......
Belum selesai sita berbicara, raka sudah mendahului, aku dan sita akan segera menikah.
Apa ucap rina dan rian.
Sita apa benar yang di katakan nak raka? tanya rina
Sita hanya menanggukan kepala.
Apa kalian menyutujui pernikahan kami, tanya raka dengan sorot mata tajam ke arah rian dan rina?
rian dan rina hanya menjawab dengan kata iya, padahal hati rian sudah amat kesal.
Kemudian mereka kembali ke apartemen raka dan segera beristirahat.
Di kediaman rian dia sedang duduk di kursi ruang kerja nya sembari menatap langit langit.
Ini tidak boleh terjadi, pokok nya tidak!!!!!! kemudian riam terbayang masa lalunya yang begitu menyedihkan..
__ADS_1