
Sita maafkan ibu karena tidak bisa mengambilkan mu makanan, padahal kau amat begitu lapar sambil menangis rina meratapi nasib anak kesayangannya itu. Akhirnya setelah berfikir selama beberapa menit, rina mendapatkan ide. Turunlah rina ke dapur dan memanggil bik imah. Bik kamu bawakan sita makanan ke gudang belakang , dan jika tuan bertanya jawab saja sita belum makan, apa kau mengerti bik.
Baik nyonya saya mengerti, deengan langkah tergesa gesa bik imah menghampiri sita yang sedang memegang perut nya.
Non ini bibik bawakan makanan cepat di makan non sebelum tuan datang.
Baiklah bik terima kasih karena bibik sudah begitu baik padaku selama ini. Akhirnya sita menghabiskan makanannya dengan lahap.
Setelah itu bik imah keluar dari tempat itu dan masuk ke kamar nya lalu menangis. Dia tidak tega karena harus melihat nona muda nya itu menderita sejak kecil.
Akhirnya aku kenyang , maafkan aku perut karena baru bisa memberi mu makan sekarang hehehe.. ... Walaupun hati sita sedang sedih, tapi tetap menghibur diri sendiri. Setelah itu sita tertidur dengan lelap sampai suara yang begitu memekik dateng.
__ADS_1
Bangun kau anak sialan, berani nya kau tidur saat sedang menjalani hukuman.
Sita langsung terbangun dalam keadaan masih setengah ngantuk. Ayah maafkan aku ,aku sungguh sungguh lelah karena semalam aku tidak bisa tidur.
Banyak alasan kau dan ayahnya langsung memukul wajah sita dengan keras sampai meninggalkan bekas merah pada pipinya.
Sita lalu menangis bukan karena pipinya yang di pukul, tetapi menangis karena nasibnya yang begitu malang, ayah yang di sayangi dengan tega memukul nya hanya karena sita tertidur.
Rina dan kau bik imah mulai sekarang jangan ada yang memberi makan pada anak sialan ini, ika sampai kalian ketahuan akan kuusir kalian dari rumah ini. "Apa kalian mengerti".
Rina dan baik imah hanya menganggukan kepala, padahal hati mereka begitu teriris melihat anak semata wayangnya itu di perlakukan seperti sampah sama ayah nya sendiri.
__ADS_1
Sekarang kalian keluar jangan ada yang berani menginjakkan kaki kalian di tempat ini lagi.
Karena tertekan akhirnya sita pingsan
Tetapi alangkah teganya ayah sita membiarkan sita tergeletak sendirian di tempat gelap itu.
Rina tak kuasa menahan air mata dan juga kelakuan suami nya itu yang tega teganya tidak menolong sita yang pingsan.
Malam berganti pagi akhirnya sita sadar. Menangis lah dia meratapi nasibnya yang malang, padahal dia anak satu satunya dari keluarga rian dan rina, tetapi mengapa ayahnya begitu tega memperlakukan darah daging nya sendiri seperti bukan anak kandungnya. saking lama nya menangis, sita menahan perut yang begitu perih karena kemarin cuma makan satu kali saja. Ya Tuhan kenapa kau tidak ambil nyawaku saja, dari pada aku harus tinggal di neraka seperi ini, karena bagi sita ini bukan rumah tapi ini neraka, semenjak kecil sita selalu di kurung di tempat gelap itu..
Terdengar dari dalam kamar suara orang bertengkar ,kenapa kau tega sama putri mu sendiri apa salahnya yah. Dia adalah korban dari dendam mu, dia anak yang baik tak pernah sekalipun dia membantah atau melawan kita, Rina berkata sambil menangis.
__ADS_1