Jodohku Berawal Dari Shalat Tahajud

Jodohku Berawal Dari Shalat Tahajud
Bab 8. ombak di lautan


__ADS_3

"hembusan angin dan desiran ombak di laut, sedikit kapal bergoyang, memang cuaca sedang tidak bersahabat,"


" kerjaan pun terhenti sejenak, kala itu semua crew masuk ke ruangan kapal, karena diluar angin yang begitu kencang,"


"ketika kapal bergoyang ke kanan dan ke kiri, langsung bergegas ambil makanan dan kita makan rame rame, fungsi nya untuk mempertahankan daya tahan tubuh, untuk menjaga perut tidak kosong,, karena ketika perut kosong akan mudah terasa lemas dan pusing,"


"tiduran di tempat tidur sambil melihat ulasan chat via whatsapp dengan, Siti yang aku sebut panggilan" IBU GURU.


"seperti biasa membuatku senyum senyum sendiri dan rasa mual, pusing akibat goyangan kapal seolah itu tidak terasa karena keadaan hati yang sedang berbunga bunga,"


"tergerak jari ku mengetik chat via whatsapp kepada Siti," untuk menyapa nya.


" Hai, ibu guru lagi apa? tanyaku pada siti.


"lagi mengerjakan tugas," ucap siti.


"oh rajin ya, aku ganggu gak? tanyaku padanya


"nggak biasa aja ! kamu lagi apa?" tanya siti


"oh syukur lah, aku temani yah sambil


kamu mengerjakan tugas, biar kamu


semangat, aku lagi tiduran aja," ujarku padanya


"iya, emang kamu gak kerja?" tanya siti.


"udah selesai kerja, sekarang istirahat dulu


karena lagi ombak juga dan angin


kencang," ucapku pada siti.


"kalo ombak gitu,suka ngerasa pusing


pusing nggak," tanya siti.

__ADS_1


"kalo pusing tetap kerasa apalagi kalo


kondisi badan kurang sehat, yang penting


harus banyak makan agar perut tidak


kosong, karena kalo ombak bawaan nya


cepat lapar, dan sehari itu bisa empat


sampai lima kali makan," ujarku pada siti


"oh gitu ya, tetap semangat yah kerja nya,


semoga berkah," ujar siti.


"di kasih ucapan semangat dari siti, berdetak kencang jantung ku, tidak menyangka dia memberikan semangat, senang sekali rasa nya hati ini si berikan semangat oleh orang yang kita kagumi,"


"iya makasih yah ibu guru, ya harus


bahagiakan orang tua, dan buat masa


depan," ucapku padanya


" iya sama sama" ujar siti.


"oh iya kamu udah ada yang punya


belum," tanyaku padanya.


"aku memberanikan diri bertanya kepada nya, karena masih belum tau dia punya pacar apa belum, sambil harap harap cemas aku menunggu jawaban nya yang belum juga di balas oleh siti,


perasaan cemas, gelisah, menunggu jawaban nya,"


" yang punya siapa yah? orang tua !" ujar siti.


"membaca jawaban dari nya membuatku berfikir sejenak, masih belum terpecahkan karena jawaban nya masih membingung kan, dan seolah olah yang punya saat ini hanya orang tua nya,

__ADS_1


tapi hati ku bilang dia masih sendiri kayak nya..dan belum punya pacar,"


"lanjut lagi percakapan dengan nya,"


"serius ni, soal nya gak enak kalo sudah


ada yang punya, takut nya ada yang


marah," tanyaku padanya


"nggak kok, tenang aja," ujar siti


"membaca jawaban nya membuatku sedikit tenang, dan berharap dia belum punya pacar.


karena di rasa sudah tidak punya bahan pembicaraan aku memutuskan untuk menyudahi dulu percakapan nya,"


"ya udah, di lanjut yah mengerjakan tugas


nya semoga cepat selesai dan


semangat terus," ucapku pada siti.


"iya terimakasih," ucap siti.


"lagi lagi kembali dia dengan mengirim kan emoji wajah senyum, membuatku membayangkan seperti sedang berhadapan langsung dengan nya dan dia tersenyum padaku."


"sudah beberapa hari belum nelpon ibu ku sendiri, aku coba menghubungi nya."


"halo bu,gimana kabar ibu sehat sehat aja kan?" tanyaku pada ibu.


"kabar ibu baik, kmu gimana sehat juga kan?" ucap dan tanya ibu padaku.


"Egar,juga sehat bu, bu egar mau cerita, lagi dekat sama siti, ya inti nya egar suka sama dia, siti itu satu desa sama kita bu di kampung, sekarang dia kuliah nya di tanggerang dan orang tua nya juga tinggal di sana karena ada usaha menjahit,"


"oh iya gak apa apa, ibu juga kebetulan mengenali orang tua nya siti, nampak nya siti juga terlihat anak baik, kalo kamu emang suka ya coba aja di usahakan, kalo jodoh juga gak kemana," ucap ibu.


"setelah berbicara dengan ibu ku, rasa nya senang mendapat dukungan dari nya,, dan ternyata ibu ku mengenali orang tua nya, memang sih rumah orang tua ku dan orang tua nya siti di kampung tidak terlalu jauh, kami satu desa hanya saja beda rusun."

__ADS_1


__ADS_2