
pagi hari di kapal dengan kondisi laut yang tenang dan udara yang sejuk, aku seperti biasa melakukan olahraga ringan, dengan berjalan mengelilingi main deck kapal.
"dengan rutin juga aku menyapa siti, chat via whatsapp, Hai siti, selamat pagi," ucapku padanya
"pagi juga," ucap siti
" lagi apa kamu?" tanyaku padanya.
"lagi mau bersih bersih rumah," ujar siti.
" oh rajin sekali ya, ya sudah silahkan
di lanjut ya," ujarku padanya
"karena di mau bersih bersih rumah,, aku mempersilahkan nya melakukan itu, yang penting bagiku sudah menyapa dan mendapat kabar dari nya sudah cukup senang,"
" terlihat baru bangun tidur dengan wajah yang masih kusut, sambil membawa secangkir kopi," lihat bang imam.
"Egar,nanti siang aku balik yah ke rumah,"ucap bang imam pada ku.
"oh iya bang silahkan" ujarku
"karena rumah dia di daerah jakarta tentu nya enak untuk pulang, akses nya dekat dari tempat kerja kami di kapal, kebetulan kapal nya di sekitar pelabuhan tanjung priok."
"tiba waktu nya sore hari, aku kembali menyapa siti," kirim pesan di whatsapp.
" hai, selamat sore cantik," ucapku padanya
" sore juga," ucap siti.
__ADS_1
"mulai aku berikan sedikit rayuan dan gombalan kepada nya."
"boleh nggak kapan kapan aku main ke
ke tempat kamu?, biar kenal lebih dekat," tanyaku padanya.
"maaf yah, kita kenal nya hanya sebatas
teman saja, jangan berlebihan, soal nya
aku takut gak bisa jaga komitmen," ucap siti
"oh iya maaf yah kalo begitu,oh ternyata
kamu sedang ada komitmen." ucapku padanya.
"tiba tiba bunyi handphone ku, segera aku melihat nya dan ternyata panggilan suara dari ibu ku," segera aku angkat telepon nya,
"hello egar, ibu mau bicara mengenai siti,
ternyata siti itu udah punya pacar bahkan mereka sudah tunangan, kebetulan pacar nya siti ini mengajar di SMA dan dia adalah seorang guru,, ibu mendengar dari sepupu mu, jadi dia tau karena pacar nya siti itu mengajar di tempat sepupu mu sekolah...
jadi lebih baik kamu gak usah mengharapkan siti lagi,, karena ibu dengar mereka sudah serius dan akan merencanakan pernikahan beberapa waktu ke depan." ucap ibuku
"aku yang mendengar nya pun langsung lemas dan bengong seolah tak percaya,,
lanjut aku menjawab ibu ku, iya bu kalo memang seperti itu, ya mau gimana lagi, aku harus berusaha ikhlas dan berhenti mendekati nya, karena aku juga gak mau mengganggu hubungan mereka."
"aku sudahi komunikasi di telepon dengan ibu ku, tak bisa di bohongi, hati ini sedih mendengar kabar bahwa siti sebenar nya sudah punya pacar bahkan mereka sudah tunangan,pantes saja selama ini siti merasa risih ketika aku berlebihan memuji dan ingin kenal dekat dengan nya,ternyata dia sedang menjaga komitmen dalam hubungan dengan pacar nya."
__ADS_1
"saat ini juga aku langsung memutuskan untuk berhenti mendekati nya, bahkan kontak nomor whatsapp nya pun aku hapus dan aku memilih menjauh dari nya."
"dari kejadian ini, aku seperti punya rasa malas mencari pacar, hingga aku putuskan untuk menyendiri menikmati dalam kesepian,"
"mungkin lebih pasrah kepada sang pencipta ALLAH SWT,"
" semoga di datangkan kepada ku wanita calon pendampingku nanti nya, karena niat ku pengen punya pacar untuk aku perjuangkan selama satu sampai dua tahun ke depan baru ke jenjang pernikahan,"
"namun untuk saat ini belum juga mendapat kan calon pendamping hidup,"
"selama beberapa hari ke depan aku mengisi waktu dengan bekerja, dan beribadah kepada ALLAH SWT,"
"shalat ku mulai rajin bahkan pelan pelan shalat lima waktu aku jalankan"
"sore hari aku lagi duduk di main deck kapal, sambil minum secangkir kopi, dan melihat pemandangan laut,"
"gimana dengan siti sudah lebih baik respon nya apa masih tetap cuek," ucap bang imam kepada ku,
"aku sudah menjauhi nya bang dan tidak ada lagi komunikasi aku dengan nya," ucapku pada bang imam.
"kok bisa! kenapa emangnya," ucap bang imam,dengan tegas kepada ku.
" siti itu sudah punya pacar bahkan mereka sudah tunangan," ujarku pada bang imam.
"seketika raut wajah bang imam pun, seolah merasa heran,
" terus kamu menyerah gitu aja? seharunya kamu gak boleh menyerah, selama janur kuning belum melengkung kamu gak boleh menyerah, harus nya kamu terus berjuang tunjukan keseriusan kamu." ujar bang imam
"dengan nada pelan aku berbicara ke bang imam, nggak ah bang aku milih mundur aja, aku gak mau juga menganggu hubungan mereka, mungkin bukan jodoh ku juga."
__ADS_1