
hari ini hari Sabtu besok weekend, hari Sabtu seperti biasa di sekolah Berlian pulang nya jauh lebih awal dari biasanya , sekarang semua di kelas Berlian tengah bersiap untuk pulang , namun seperti biasa jika Berlian sudah keluar dari kelas tidak akan langsung pulang, melainkan masih nongkrong di kantin sekolah atau jajanan di pinggir jalan dekat sekolah, saat Berlian tengah asyik dengan ke dua teman nya di pinggir jalan tiba-tiba handphone Nya berdering tanda panggilan masuk yang Berlian sendiri yakini pasti dari sang kakak ,siapa lagi yang menghubungi nya jika jam pulang sekolah sudah tiba, saat Berlian mengambil handphone nya dan melihat akak garang calling, benar saja tebakan Berlian jika yang menghubungi nya adalah sang kakak ya, nomor kontak dengan nama akak garang adalah Rangga , kakak tercinta nya
"hallo kakak tersayang ku" sapa Berlian dengan senyum yang di paksain
"Berli, nanti kamu langsung ke kantor ya, biar asisten kakak yang jemput, kakak tidak bisa jemput soalnya jam sudah mepet sama jam rapat kakak" kata Rangga dengan menjelaskan alasan nya terhadap sang adik
"ish.... kalo kakak sibuk ,ya udah kakak jemput Berli pas kakak selesai rapat saja" kata Berlian dan mencoba menawar agar kakak nya membiarkan dirinya bersenang-senang dengan ke dua sahabat nya
"tidak ada tawar menawar lagi, sebentar lagi asisten kakak sampai di sana, kamu jangan mempersulit nya biar cepat sampai sini, aku jugak butuh Fandi " kata Rangga panjang lebar memberi tahu sang adik yang menurut nya susah di atur, setelah mengatakan itu Rangga langsung mematikan sambungan nya dengan sang Adik secara sepihak membuat Berlian kesal
"udah mau di jemput" tanya Rika yang sudah paham
"apa lagi" jawab Berlian dengan cemberut nya
"tidak apa-apa BESTie ku yang cantik, besok kan weekend, gimana kalo besok kita ke rumah pohon tempat kita biasa" ajak Lisa mencoba menghibur sahabat nya yang sudah mulai menekuk tubuh nya seperti orang lemas tak bertulang.
"itu pun kalo di kasih, nah kalo enggak" tanya Berlian lagi yang masih dengan nada tak mood nya
"ya udah kita kerjain aja kak Rangga , ya enggak" usul Rika yang langsung di geplak oleh Lisa
__ADS_1
"elo mau jadi santapan harimau secara cuma-cuma" tanya Lisa menakuti Rika membuat Rika langsung menggeleng kan kepala nya takut
"makanya jangan berurusan sama kakak nya Berlian, emang elo gak inget dulu pas kita ngerjain dia gimana nasib kita," tanya Lisa lagi yang di angguki Berlian, mengingat kejadian itu Rika langsung bergidik ngeri
"ih .....serem ah, gue gak mau mati muda, belum jugak nikah" kata Rika lagi yang lagi-lagi mendapat geplak kan ,namun bedanya sekarang berasal dari tangan Berlian
"auw....... sakit sialan" umpat Rika karna mimang Berlian menggeplak nya dengan kuat
"lagian kenapa mikirin nikah, boro-boro nikah, emang elo udah punya pacar, pacar aja belum ngerasain " kata Berlian yang langsung di benarkan oleh Lisa, Rika yang mendengar perkataan Berlian tertawa cengingisan.
"ish.... enggak usah keras-keras Napa ngomong nya, udah kayak pakai corongan masjid kalo ngomong" grutu Rika kesal membuat mereka tertawa dengan puas, belum jugak mereka selesai dengan tawa nya tiba-tiba mobil hitam mewah berhenti di samping meja tempat mereka duduk.
"ya udah gue duluan ya" kata Berlian sambil berdiri dan membereskan barang-barangnya lalu menuju mobil yang sedang menunggu nya
"om antar aku ke rumah saja ya" pinta Berlian pada Fendi
"maaf non, tadi pak Rangga menyuruh saya langsung ke kantor soalnya ada rapat penting yang jugak membutuh kan saya" kata Fendi menolak permintaan tuan putri nya dengan halus
"harus nya kalo kalian sibuk tidak perlu menjemput ku" lirih Berlian namun masih terdengar jelas di telinga Fendi
__ADS_1
"pak Rangga melakukan semua itu karna bentuk kasih sayang nya terhadap non Berlian, sesibuk apapun pak Rangga, pasti pak Rangga berusaha untuk tetap menjemput non Berlian, sekalipun itu menyuruh saya" kata Fendi dengan menasehati Berlian secara berhati-hati, Berlian yang mendengar perkataan Fandi hanya diam saja, menurut Berlian mimang selama ini kakak nya begitu menjaga nya, hal apapun yang akan Berlian lakukan harus atas persetujuan sang kakak, setelah Berlian sampai di kantor, Fandi langsung turun dan membuka pintu mobil sebelah Berlian, setelah nya Berlian langsung turun dan menuju ruang kakak nya, sepanjang berjalan menuju ruangan Rangga , Berlian selalu di sapa hormat oleh karyawan kakak nya, Berlian hanya menjawab dengan senyum dan jugak anggukan ramah, setelah sampai di ruang yang bertulis RUANG CEO Berlian langsung membuka nya dan masuk, begitu masuk ternyata ruangan tersebut kosong 'mungkin kak Rangga sudah memulai rapat nya' pikir Berlian, Berlian tak ambil pusing seperti biasa Berlian langsung mengambil leptop kakak nya dan mencari film kesukaan nya.
di ruang rapat
Rangga masih dengan konsen nya memimpin rapat yang sedang berlangsung, hingga satu jam lamanya rapat pun selesai, rapat hari ini jugak di hadiri oleh Brayan sahabat Rangga , mereka melakukan kerjasama jugak baru-baru ini setelah Brayan berniat untuk mengedepankan urusan pekerjaan di kota ini dari pada lain nya
"thanks ya Bro" ucap Rangga yang langsung di jawab anggukan serta senyuman oleh Brayan
"kita makan siang bareng ya, males gue pulang, pasti di kantor sudah di tungguin sama papah" kata Brayan yang membuat Rangga tertawa
"ya elah kenapa harus menghindar, tinggal bilang aja lagi proses Bray " jawab Rangga dengan enteng
"kalo ini gue gak bisa santai Ga ,papah terus nanyak sampai gue jawab, dan sekalipun gue milih gak jawab sampai nanti malam ya bokap gue bakal nunggu sampek malam, Sampek Nemu tuh apa yang mau gue jawab" kata Brayan dengan malas nya, Rangga langsung mengajak Brayan ke ruangan nya
"ok kita ke ruangan ku saja, nanti biar Fandi yang memesan kan makan siang kita" kata Rangga dan berdiri duduk nya ,Brayan mengikuti langkah Rangga dan melangkah bersamaan, setelah Rangga dan Brayan sampai di depan pintu ruang COE,
ceklek....
pintu di buka oleh Rangga ,setelah pintu terbuka lebar ,Brayan dan jugak Rangga saling pandang seperti orang yang saling melempar pertanyaan, mereka berdua tetap mematung di depan pintu ruang COE yang tak lain ruang Rangga sendiri, mereka masih tidak melanjutkan langkah nya setelah melihat isi ruangan yang bertulis RUANG CEO seperti...
__ADS_1