
melihat ruangan nya yang tadi saat di tinggal rapat baik-baik saja, namun saat kembali dari rapat raungan tersebut berubah seperti kapal pecah, sofa yang rapi sudah bergeser kemana-mana dan di atas sofa jugak terdapat sampah cemilan Dantas yang isi nya sudah kemana-mana, dan pembuat onarnya sedang duduk manis sambil meletak kan kedua kaki nya di meja dengan memangku leptop Rangga , Brayan yang melihat pemandangan di depan nya langsung terheran-heran dan hanya berdiri tanpa ada kemauan untuk masuk
"ayo Bro masuk, nanti gue jelasin" ajak Rangga yang langsung di turuti oleh Brayan , mereka masuk dan menutup pintu ruangan tersebut kembali, sedang Berlian, Berli masih tetap tidak menoleh sekalipun mendengar pintu di buka, bagi Berlian siapapun yang masuk jugak tidak perduli karna video yang di tonton nya jauh lebih menarik ' bagi Berli
"Berlian turun dan cepat bereskan semua" kata Rangga dengan tegas nya namun tetap dengan suara halus nya, Berlian yang mendengar perkataan Rangga hanya menoleh sebentar lalu kembali menatap layar laptop di depan nya dengan cue.
"Berli , kamu tidak ingin kakak marah kan" tanya Rangga dengan menekan kata marah membuat Berlian menutup laptop nya dengan kasar, Rangga sendiri yang melihat tingkah adik nya hanya geleng-geleng kepala, tanpa mereka sadari seseorang yang tengah berdiri di dekat pintu melihat semua interaksi dua sepasang kakak beradik itu
'siapa nya Rangga ya, kenapa Rangga tidak marah ' dalam hati Brayan yang masih tak percaya, Berlian membereskan semua kekacauan yang Berli buat sendiri dengan menggerutu
"eh...om gak liat gue lagi ber beres-beres, om gak ada niatan bantuin aku gitu" tanya Berlian membuat Brayan mengernyit bingung
'apa tadi....dia manggil om ke gue apa gimana ya' tanya Brayan dalam hati
'gak salah wajah setampan gue di panggil om' sambung Brayan lagi yang masih tak percaya, Berlian yang hanya melihat orang di dekat pintu itu hanya diam saja membuat Berlian maja beberapa langkah dan mendekat ke arah Brayan ,Rangga yang melihat adik nya mulai berulah langsung mengeluarkan ancaman nya
__ADS_1
"besok jatah jajan kakak stop serta sekolah private" kata Rangga dengan singkat dan tegas nya mampu menghentikan langkah Berlian, Brayan sendiri yang melihat nya di buat terkikik geli dalam hati
"apa kakak udah gak sayang sama Berli" tanya Berlian dengan nada lirih dan di buat se menyedihkan mungkin ,
"kakak lagi serius tidak ingin bercanda, cepat bereskan sebentar lagi kita akan makan siang kakak sudah memesankan makan siang buat kita" kata Rangga lagi yang pura-pura tidak peduli dengan kesedihan adik nya
"menyebalkan " grutu Berlian lalu mengambil tas nya dan memasukkan kembali semua isinya yang tadi berserakah, setalah Brayan melihat ruangan sudah rapi, Brayan melangkah mendekati sofa yang tadi di gunakan Berlian, Berlian sendiri langsung masuk ke toilet dalam ruang pribadi kakak nya untuk membersihkan tangan yang di buat makan cemilan
"siapa sih Bro, bar-bar banget gak ada lemah lembut nya" tanya Brayan yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Rangga
"elo gak inget dia siapa, " tanya Rangga sambil melihat ke arah Brayan yang menggeleng kan kepalanya tanda tidak ingat
"ya elah Bro, kalo Berlian mah gue kenal, tuh tadi bocah yang gue tanya, dia siapa" tanya Brayan lagi karna belum percaya
"yang gue bilang tadi emang bener, nah tuh nongol, dia adik gue ,Berlian" kata Rangga lagi sambil menunjuk ke arah Berlian yang berjalan ke arah nya
__ADS_1
"Berli ingat gak dia siapa" tanya Rangga yang langsung di jawab gelengan oleh Berlian
"ngapain sih kak ngingetin orang yang mimang sudah kita lupakan" jawab Berlian dengan santai nya sambil duduk di sebelah Rangga , Brayan yang mendengar perkataan Berlian hanya geleng-geleng kepala
"cantik jugak adik nya Rangga , tapi sayang kenapa jadi se bar-bar ini ya" dalam hati Brayan
"Berli, dia kak Brayan teman kak Rangga dulu, dulu kamu jugak pernah mengenal nya kok tapi sekarang kamu lupa, soalnya saat kamu kenal itu masih umur 4 THN " beri tahu Rangga yang hanya di jawab anggukan oleh Berlian.
"oh jadi om ini teman nya kak Rangga , terus ngapain dia lama-lama di sini kak" tanya Berlian yang membuat ke dua pria tampan itu saling pandang
"apa aku setua itu " tanya Brayan yang mimang tidak suka di panggil om' oleh bocah di Depan nya itu
"apa om menolak tua sampai pertanyaan itu om jugak tanyakan" jawab Berlian dengan sebuah pertanyaan yang berhasil membuat darah nya mendidih
"sudah lah bro, ngalah ya sama bocah" kata Rangga saat melihat sahabat sudah mulai Betek karna ulah Berlian, setelah lama mereka saling adu argument tiba-tiba pintu di buka dan menampil kan sosok perempuan yang membawa nampan untuk makan siang penguni ruang tersebut
__ADS_1
"ini pak pesenan nya " kata OB yang baru saja masuk itu
"kamu tata di meja abis itu cari Fandi dan suruh ke sini" printah Rangga yang langsung di lakukan oleh OB tersebut lalu setelah selesai undur diri