Jodohku Mr. Arrogant

Jodohku Mr. Arrogant
Berdebar


__ADS_3

'Apakah ini adalah pilihan yang benar, menikah dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali, bahkan aku tidak tahu sedikitpun tentangnya, apalagi kemungkinan dia sudah memiliki kekasih' Vio


" Apa yang sedang kau pikirkan? "


" Tidak ada, hanya saja aku merasa buruk dengan diriku sendiri "


" Ada masalah dengan suami tampanmu itu? "


" Tampan kau bilang? Dia hanyalah manusia arogan yang benar-benar egois. Sudah lah aku harus pulang tepat waktu kalau tidak si suami yang kau bilang tampan itu akan memakanku.."?


" Hemmh baiklah, semangat lah, ingat kau sudah melakukan hal yang mulia untuk kelurgamu.." Mikha menepuk punggung sahabatnya itu, yang terlihat lesu.


Vio mengakhiri obrolan singkatnya dengan Mikha dan bergegas pulang ke apartemant nya.


...Seminggu kemudian.....


Gadis yang masih saja murung di ranjangnya karena Dia tidak bisa menghubungi sang pujaan hati, Vanya sangat ingin segera bertemu dengan Wira, Dia ingin tahu mengapa Wira tega menikah dengan wanita lain.


" Ayo segera berangkat, Aku sudah tidak sabar.." Desak Vanya.


" Baik ayo berangkat, pastikan tidak ada yang tertinggal.."


Mereka berangkat menuju bandara menggunakan taksi.


" Bagaimana kalau kenyataannya pangeranmu itu mencintai istrinya..?" Tanya Terre di dalam taksi yang melaju.


" Apa maksudmu bertanya seperti itu, apa kau tidak mendukungku as my friend..?"


"Aku hanya bertanya, itu kemungkinan besar dan kamu harus bersiap, jangan kau korbankan karirmu hanya demi Dia.."


" Entahlah, rasanya duniaku berhenti saat tahu dia menikah dengan wanita lain, aku menyesal menolaknya.." Vanya mulai menangis.


Terre memeluknya, menepuk bahunya guna menenangkannya.


" Tapi kamu sudah melalui berbagai hal untuk jadi yang sekarang, mode desain juga sudah mengontrakmu, apa kamu akan terus bersedih..?"


Tanpa sadar mereka telah sampai di tempat tujuan, mereka turun dari taksi dan masuk bandara untuk melakukan penerbangan pulang.


...****************...


Vio membuka matanya, merasakan ada sesuatu menindihnya lagi. Kali ini bukan sebagian tubuhnya yang tertindih melainkan seluruh tubuhnya, ya sepertinya Dia tidur di pelukan seseorang.


" Yaaaaaaa!!!" Vio berteriak kaget dan menendang Wira. " Dasar mesum, apa yang Kau lakukan padaku!!!.."


Wira yang sedari tadi masih terlelap kaget dan merintih kesakitan karna tendangan maut istrinya.


" Aaaaaaa!!! sakit.." Berteriak kesakitan dengan mata masih sedikit terpejam. " Apa yang kau lakukan, kau menendangku?"


" Karna kau mesum, kenapa memelukku, bukankah sudah ada di surat perjanjian tidak ada kontak fisik..!!!" Protes Vio dengan muka kesal.


Wira yang mulai tersadar merangkak kembali ke atas tempat tidur. " Kamu istriku, apa salah aku memeluk wanita yang sah ku nikahi secara hukum..?" Wira memberi alasan jelas padahal Dia sendiri juga bingung ada apa dengan tubuhnya ini kenapa tidak terkontrol. Pantas saja Dia marah dan menendangnnya karna ini memang kesalahannya tapi bukan Wira namanya kalau jujur, gengsi lah.


" Aku akan melaporkanmu dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga..!!!" Gertak Wira untuk menutupi gengsinya.


" Apa kamu bilang!! Harusnya aku yang melaporkanmu dengan tuduhan pelecehan,kau mesum!! Bantah Vio yang tak mau kalah.


" Hei, kau adalah istriku mana mungkin itu dianggap pelecehan hahaha.." Wira tertawa melihat Vio yang kelimpungan.


" Dasar mr. Arogant!!" vio melemparkan bantal ke arah Wira dan berlalu menuju kamar mandi. Sepertinya Dia sudah muak pagi-pagi sudah ribut.

__ADS_1


Wira ikut turun dari ranjang berjalan mengikuti Vio.


" Apalagi yang kau mau!!.." Vio sadar diikuti


" Sudah jelas aku ke kamar mandi ya untuk mandi..: jawab Wira santai lalu masuk kedalam kamar mandi.


" Aku duluan yang masuk, sanaaa!!" Vio mendorong Wira keluar tapi jelas sekali Wira tidak akan mengalah. Dia menarik tangan Vio masuk dan menutup pintu kamar mandi. " Lepaskan Aku, yaaa apa yang kau lakukan..!! Berontak Vio.


Wira melepaskan tarikannya dan mulai melepas pakaiannya.


" Apa yang kau lakukan..!!" Vio dengan sigap menutup mata dengan kedua telapak tangnnya.


" Daripada kita berebut kan lebih efisien kalau bareng, tujuan kita sama yaitu mandi haha.." Wira tertawa nakal. " Aku benar kan??" Tanyanya menggoda.


" Dasar mesum!! awas minggir aku mau keluar.." Vio mendorong tubuh Wira dengan tubuhnya karna tangannya masih berusaha menutup matanya.


" Kenapa ditutup? Toh cepat atau lambat kau juga akan tahu dalamnya.." Wira masih terus menggoda dengan senyum tipis.


" Benar-benar cowok mesum!!.." Vio keluar kamar mandi dengan membanting pintu, terdengar suara cukup keras hingga membuat kaget Benny yang dari tadi sudah menunggu Tuannya di ruang depan.


' Sepertinya ada perang dunia di pagi hari..' Benny.


sedangkan di kamar mandi Wira Masih terkekeh. Plook!! Dia menampar pipinya sendiri. 'Sepertinya Aku sudah gila, kenapa menggodanya begitu menyenangkan' Batinnya.


Mereka selesai melakukan persiapan pagi dan bertemu di pintu depan.


Kamu naik apa?" Tanya Wira.


" Bukan urusanmu.." Jawab Vio ketus, Dia masih kesal dengan Wira.


" Baiklah, ayo Ben kita sudah terlambat.."


' Dasar mr. Arogant, bukankah setidaknya menawari tumpangan, katamu Aku istrimu!! Beh istri apaan, apa Aku sudah gila berharap jadi istrinnya.' Vio menggerutu di sepanjang perjalanan menuju tempat kerjannya.


...Mode Desain...


" Oke semua, besok kita akan mulai bekerjasama dengan model yang sedang hits dan di sukai banyak kalangan saat ini, hari ini kita akan persiapkan materi finalnya dan besok mulai dengan pengukuran baju. Ada yang perlu di tanyakan lagi??" Jelas Bu Hanna selaku ketua tim desainer di tim Vio. " Baik sepertinya tidak ada, untuk pembagian tugas Gleysha dan Adit kalian besok pastikan model datang dan lakukan pengukuran baju, jadi kalian bertugas untuk urusan baju dan model. Untuk Siska dan Aline kalian yang mempersiapkan semua kebutuhan event dan untuk Rommy dan layla kalian yang monitor panggung. Saya rasa sudah jelas, mari kita akhiri rapat hari ini.." Tutup Bu Hanna.


" Adit, apa kamu tahu siapa model kita..?" Tanya Vio penasaran


" Kamu tidak tahu? Serius? Haha.." Adit menggoda Vio.


" Aku tidak tahu.." Vio tertunduk


" kau mengaku desainer tapi tidak tahu siapa model terhits saat ini, apa imbalannya jika Aku memberitahumu..?" Adit masih menggoda Vio.


" Sudahlah, akan aku cari tahu sendiri.." Vio berlalu meninggalkan Adit yang tersenyum geli.


" Model hits saat ini.." Vio melakukan pencarian web di ponselnya. Muncul nama dan foto Vanya Rosalinda. "Emmh ternyata Dia, aku sungguh tidak mengenalnya.."


Sementara itu Vanya yang sudah kembali dari luar negeri sudah disibukkan dengan berbagai jadwal yang padat. Di sela semua jadwalnya Dia masih berusaha menghubungi Wira yang sampai sekarang belum mau menerima telpon dan tidak membalas pesannya.


" Aku besok akan pergi menemui Wira, tolong kosongkan jadwalku.." Pinta Vanya ke managernya.


" Besok hanya ada waktu saat jam makan siang, selebihnya kau akan ke Mode Desain untuk pengukuran baju.." Jawab Terre.


" Apa tidak bisa di tunda, setelah pulang bahkan Aku tidak ada waktu untuk memikirkan diriku.." Keluh Vanya.


" Dulu Kau bahkan tidak pernah mengeluh meskipun tidak bisa tidur dengan baik.."

__ADS_1


" Itu dulu, sekarang Aku menyesal.."


" Apa Dia mengajakmu bertemu? "


" Dia bahkan mengabaikkan semua pesan dan telpon dariku.." Vanya mengehela nafas kasar.


" Lalu Kau akan menemuinnya begitu saja?.." Selidik Terre.


" Entahlah tapi yang pasti Aku tidak bisa diam saja, hatiku sedang merasa tidak baik.."


Terre lama-lama kasihan dengan sahabatnya itu, Dia memperlihatkan jadwal Vanya yang kosong beberapa hari setelah ke Mode Desain.


...****************...


Ada yang sedang bingung dengan perasaannya sendiri. Dia merasa ada yang salah dengan dirinya, Dia mengingat kejadian semalam, dimana Dia merasa damai ketika melihat wanita yang tidur lelap disampingnya, hingga entah secara sadar atau tidak Dia memeluknya dan ikut terlelap. Mengingat kejadian itu membuat jantungnya berdebar tidak karuan, senyum tipis juga menghiasi sudut bibirnya yang ikut membuat sekertaris disampingnya terheran.


" Apa terjadi sesuatu Tuan..?" Selidik Benny penasaran.


" Apa maksudmu..?" Wira mengelak.


" Sepertinya terjadi sesuatu yang baik." Tebak Benny.


" Ben, apa aku kurang memberimu pekerjaan? Sampai kau ada waktu menjadi cenayang..?!" Gertak Wira.


" Maaf Tuan, baiklah saya permisi.." Benny undur diri daripada di tambah lagi pekerjaannya.


" Mau kemana kamu..?"


" Bekerja Tuan.."


'Bukankah secara tidak langsung barusan Anda menyuruh saya tidak memikirkan apapun kecuali pekerjaan.' Benny.


" Ayo kita pulang saja.." Ajak Wira sembari berdiri dari tempat duduknya.


Benny melihat jam ditangannya, waktu masih menunjukkan puk 4 sore. " Anda ingin pulang kerumah? Bukankah ini masih awal untuk pulang?.."


" Apa ada yang salah dengan pulang lebih awal?.." Wira sedikit kesal.


'Tidak ada yang salah Tuan, hanya saja aneh Anda yang biasa gila kerja mendadak ingin pulang lebih awal '. Batin Benny.


"Ayo siapkan mobil..!!"


"Baik tuan.." Benny bergegas menuju parkiran.


Di sepanjang perjalanan sesekali Benny melirik Tuannya itu, masih terheran dengan tingkah Tuannya hari ini, sampai di saat ini pun Dia masih heran dengan ekpresi Tuannya yang sejak tadi senyum-senyum sendiri. 'Apa otaknnya korslet?' Batinnya.


Sampai depan apartemen, Wira menyuruh Benny segera pulang karna Dia ingin beristirahat.


Ti tit tit tit tiiiiittt. pintu unit terbuka, Wira masuk kedalam. 'Sepertinya Dia belum pulang.' Ia menuju ke kamar sambil melepaskan dasinya diikuti dengan jas kemeja dan celanannya. Dia dengan santainnya menanggalkan pakaiannya dan menuju kamar mandi.


" Aaaaaaaaakkk.."


" Aaaaaaaaaakkk.." Wira berusaha menutupi tubuhnnya dengan tangan, meskipun hanya menjangkau beberapa bagian.


" Apa yang kau lakukan disini..??!!"


" Dasar mesum, Kau kauuuuuuuuuu!!!.."


Duuuk..!!!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2