
Sudah cukup lama Langit duduk terdiam di kursi dekat rumahnya sambil menatap keatas melihat awan dilangit sambil memegang kalung berbentuk bintang, entah apa yang dipikirkan bocah berumur 5 tahun itu.
Tak lama datang lah Mama Gita ibu dari Langit Steviano Alexander yang menghampiri putra semata wayangnya itu dan duduk di samping Langit.
"Kamu kenapa sayang, mikirin apa sih kok sampai ngelamun hemm," tanya Mama Gita kepada Langit sambil mengelus pelan rambut Langit.
"Ma aku kangen sama Keila, kira-kira kita masih lama ngga tinggal di sini? Aku ngga bisa jauh dari Keila Ma," jawab Langit dengan raut wajah yang tampak sedih.
"Sabar ya sayang, Mama juga ngga tau sampai kapan kita bakal tinggal disini. Kamu jangan sedih terus dong, entar Keila juga sedih gimana? Emang kamu mau liat Keila sedih terus," jelas Mama Gita kepada Langit dan ia hanya mengangguk pasrah akan hal itu.
"Pinter anak Mama, gitu dong senyum kalo senyum kan ganteng nya nambah. Udah yok kita masuk, Mama udah buatin soup iga kesukaan kamu, ntar dingin jadi ngga enak deh," lanjut Mama Gita, Langit yang mendengar hal itu langsung terpancar senyum terbit di bibir nya.
"Ayok Ma, entar dihabisin sama Papa lagi," jawab Langit semangat lalu ia yang menarik tangan Mama Gita untuk masuk ke dalam.
Mereka berdua pun masuk kedalam rumah besar milik keluarga Alexander, setiba nya di meja makan Langit langsung melahap dengan porsi yang banyak! Mama Gita dan Papa Wiliam hanya tersenyum hangat melihat putra nya kembali ceria.
Percepat..
Tahun telah berganti, belasan tahun pula Keila menunggu Langit untuk menemuinya tetapi belum ada tanda-tanda jika Langit akan kembali dan itu membuat Keila merasa sedih. Pikiran jelek mulai ada didalam pikirannya, apakah Langit sudah melupakan nya? Apakah Langit lupa akan janji yang ia buat kepada Keila? Hanya itu yang ada di dalam pikiran Keila saat ini tetapi ia buang jauh-jauh karna Keila percaya bahwa Langit tidak akan berdusta.
Gadis itu kini menjadi gadis yang sangat cantik. Berkulit putih seputih salju, mempunyai pipi chubby, hidung mancung, memiliki postur tubuh yang ideal dan memiliki rambut panjang berwarna pirang.
Keila saat ini berumur 16 tahun, yang tengah duduk di bangku kelas 11 SMA. Keila tidak mempunyai teman perempuan karna mereka tidak ingin berteman dengan Keila prihal hanya karna Keila mempunyai segala nya seperti mempunyai otak yang cerdik, wajah yang amat cantik luar dan juga dalam dan mungkin itu yang membuat teman perempuan nya merasa iri dan juga benci kepada nya.
Keila bahkan sering kali di bully oleh teman perempuan nya tetapi untungnya dia mempunyai teman laki-laki yang selalu membantunya di suka maupun duka dia bernama Raka Geonaldo Wijaya. Selepas kepergian Langit, Keila bertemu dengan Raka yang baru pindah beberapa tahun yang lalu saat Keila duduk dibangku SMP, rumahnya adalah rumah yang pernah ditempati Langit dulu, ya, keluarga Raka membeli rumah Langit selepas Langit dan keluarga nya pergi ke luar negri. Sejak kehadiran Raka, Keila merasa lebih baik, mereka pun berteman baik sampai saat ini.
Kini gadis cantik itu tengah tidur nyenyak padahal jam telah menunjukan pukul 07:20 WIB tetapi gadis itu masih tetap setia di dalam mimpinya itu sampai suara ketukan pintu terdengar dan mengganggu tidurnya.
Tok tok tok..
Bunyi suara ketukan pintu dan berhasil membuat Keila terbangun sambil mengucek-ngucek kedua matanya.
"Dek buruan turun sarapan, jangan mentang-mentang hari minggu yah kamu jadi ngebo! Ayah sama Bunda udah nungguin noh! jangan tidur melulu napa," teriak Kenzi dari balik pintu, Keila yang mendengar itu segera merapikan tempat tidur nya.
"Ish iya bang sabar napa, udah sono duluan aja ke bawah ntar Keila nyusul. Keila mo mandi dulu!" jawab Keila sambil melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.
"Yaudah buruan sono, abang tunggu di bawah. Mandi nya cepet ngga pakek lama karna ada yang mau Bunda sama Ayah omongin sesuatu katanya," Teriak Kenzi lagi dari balik pintu, Keila hanya berdehem menanggapi nya! Kenzi pun melangkah kan kaki nya menuruni tangga lalu setelah sampai di bawah, Kenzi pun duduk sambil memainkan handphone di meja makan sendari menunggu Keila.
"Loh Men kemana adek kamu? Kok ngga bareng," tanya Bunda Astrid yang tengah melihat Kenzi tengah duduk sendirian sambil memainkan handphone nya.
"Lagi mandi tu anak, untung aja Kenzi bangunin kalo ngga pasti masih ngebo mungkin si Keila," jelas Kenzi kepada Bunda nya dan hanya diberi anggukan oleh Bunda Astrid.
"Lah kok Bunda sendirian, Ayah mana bun? Katanya ada yang mau diomongin," tanya balik Kenzi yang menatap Bunda Astrid tengah duduk di kursi sambil menyajikan makanan.
"Ayahmu lagi ganti baju tuh, nanti aja ngomongin nya nunggu Keila selesai mandi," balas Bunda Astrid kepada Kenzi dan hanya di angguki.
Kenzi Tiano Putra Dirgantara kini berumur 21 tahun yang tengah menempuh perguruan tinggi di jakarta, kini telah tumbuh menjadi lelaki yang tampan memiliki kulit putih yang sama dengan Keila, hidung mancung, bibir tipis, memiliki postur tubuh yang cool dan juga alis tebal. Sikap nya jika berada di luar rumah menjadi sosok yang irit bicara dan juga dingin dan jika berada di dalam rumah bersama keluarga nya sikap nya menjadi banyak bicara, cerewet, suka jahil kepada Keila.
Dulu sikap Kenzi tidak seperti itu jika berada diluar rumah. semuanya berubah ketika Kenzi mempergok'ki kekasihnya yang tengah berciuman di tempat umum bersama dengan laki-laki yang tidak Kenzi kenal dan saat Kenzi mempergok'ki kekasihnya itu bukan nya minta maaf tapi justru kekasih nya malah menghina keluarga Dirgantara! Karna pada saat itu keluarga Kenzi belum sekaya seperti sekarang ini.
__ADS_1
7 tahun yang lalu saat Kenzi masih duduk di bangku SMU..
Saat itu Kenzi di suruh oleh Bunda Astrid untuk menemani sekaligus mengantarkan Keila untuk pergi belanja bulanan ke minimarket tapi, saat ditengah jalan Kenzi mendadak berhenti dan melihat kekasihnya sedang berkasih dengan seorang laki-laki. Lelaki mana yang tidak kecewa melihat pacarnya berciuman ditempat umum bahkan Kenzi sendiri pun blum pernah melakukan hal itu dengan pacarnya.
Kenzi segera mengantarkan Keila ke minimarket dan beralasan ingin pergi ke toilet, setelah dirasa Keila percaya, Kenzi langsung bergegas ke taman dimana dia melihat kekasihnya sedang berkasih. Sesampai nya disana Kenzi pikir pacarnya telah pergi ternyata mereka masih setia berkasih di tempat umum. Bagai tersambar petir di siang bolong itulah yang dirasakan Kenzi saat ini, ia berusaha untuk tidak terlihat sedih dan menghampiri pacarnya itu.
"Ehkm belum puas ternyata ciuman nya," tanya Kenzi dengan tangan di lipat di depan dada.
Mereka pun menghentikan ciuman nya dan menatap Kenzi, betapa terkejutnya sang prempuan kala melihat Kenzi berada di depan nya saat ini.
"Kk --- Kenzi kamu ngapain di sini," tanya balik sang perempuan yang diketahui bernama Clara Margaretha, Kekasih Kenzi.
"Oh masih belum sadar juga ternyata hemm, seharusnya aku yang nanya ke kamu Clara! Ngapain kamu disini sambil ciuman di depan umum sama laki-laki ini hah, oh atau kamu udah bosen sama aku? Apa alesan kamu Clara! tega kamu sama aku ternyata, aku ini pacar kamu Clara!" bentak Kenzi sambil menunjuk kearah laki-laki selingkuhan Clara.
"Woah ngga usah bentak-bentak pacar gw kayak gitu juga dong bro dan apa tadi lo bilang, pacar? Heh disini itu yang pacar nya Clara gw, bahkan gw sama Clara bakalan nikah dalam waktu deket ini," sahut laki-laki itu disertai dengan nada mengejek.
"Apa ini Clara? Jelasin sama aku sekarang!" kata Kenzi kepada Clara, gadis itu kini tengah tersenyum remeh ke Kenzi, seakan tak pernah menyesali perbuatan yang ia perbuat.
"Ok berhubung kamu udah tau, aku kasih tau sekarang aja deh, emang bener aku sama dia bakalan nikah dalam waktu dekat ini. Asal kamu tau aku ngga pernah suka dan sayang sama kamu, kamu cuman aku manfaatin tau nggak! Lagian level kamu beda jauh sama aku, so buat apa aku mempertahankan hubungan kita? Toh kalo aku sampek nikah sama kamu, bisa-bisa jadi orang kere aku nanti, hidup menderita tau ngga. Ohiya dan ngaca dulu kamu ini siapa heh, kamu cuman anak dari pengusaha kecil ngga kayak dia, dia tuh jauh di atas kamu paham!" ucap Clara panjang lebar sambil melangkah pergi bersama selingkuhannya meninggal kan Kenzi sendirian, Kenzi hanya tersenyum remeh akan hal itu.
"Oh itu ternyata alesan kamu selama ini hah, ok fine aku ngga peduli lagi dan mulai sekarang kita udah ngga ada hubungan apa-apa lagi. Liat aja suatu saat nanti aku bakal tunjukin ke kamu bahwa keluarga Dirgantara bukan dari keluarga yang apa kek kamu bilang barusan! Tetapi berasal dari keluarga terhormat dan semoga kamu ngga nyesel akan hal ini," teriak Kenzi dengan nada penuh penekanan yang masih di dengar oleh Clara dan Kenzi pun langsung pergi dari tempat tersebut.
Dilain tempat Keila sedang menunggu Kenzi yang kata nya pergi ke toilet karna Keila telah usai berbelanja.
"Mana bang Kenzi lama banget si, katanya mau pergi ke toilet kok lama? Emang toilet nya juah kali yah," ucap Keila yang tengah berbicara sendirian di depan minimarket.
Tak berselang lama Kenzi datang menghampiri Keila dengan wajah yang dibuat seolah-olah tak terjadi apa-apa! Tetapi percuma saja Keila tetap menaruh curiga kepada abang tersayang nya itu.
"Yaudah mon maap my Princess abang telat, kuy kita pulang," ajak Kenzi sambil mengalurkan helm ke adik nya.
"Ehk bentar-bentar abang abis nangis? Kok mata nya ada air, pasti abang nyembunyiin sesuatu sama Keila," tanya Keila kepada Kenzi.
"Ya'allah dek sumpah abang ngga kenapa-napa, cius abang ngga boong," elak Kenzi kepada sang adik! Tapi Keila tak percaya begitu saja.
"Udah lah bang, abang cerita aja sama Keila! Please Keila mohon supaya abang jauh lebih tenang aja gitu, yaa," mohon Keila.
"Huh yaudah abang ceritain tapi ngga di sini, di bawah pohon itu aja yok kan ada kursi nya," ajak Kenzi kepada Keila dan Keila hanya menuruti nya.
Setelah sampai di kuris Keila langsung bertanya kepada abang nya. "So cerita sama Keila, kenapa bang?" Ucap keila menatap Kenzi.
"Aa -- abang tadi liat pacar abang selingkuh sama laki-laki lain dek, hiks abang sakit, bahkan dia masih sempet-sempet nya buat ngerendahin keluarga kita. Alasan dia buat selingkuh dari abang cuman karna kita ngga selevel sama dia," jelas Kenzi sambil menangis tersedu-sendu di pelukan sang adik.
"Bang sekarang dengerin Keila, kita bakalan bukti'in ke mantan abang itu bahwa apa yang dia bilang tentang keluarga kita itu ngga bener ok, plus abang jangan sedih lagi. Wanita kek dia ngga pantes ditangisi oleh seorang Kenzi Tiano Putra Dirgantara," jawab Keila berusaha menenangkannya, sambil menghapus air mata Kenzi.
"Makasih ya dek, bener apa yang kamu bilang kita bakalan bukti'in ke dia bahwa keluarga Dirgantara bukan keluarga yang bisa di injek-injek," jalas Kenzi yang mulai tersenyum sambil memeluk hangat adik kesayangannya itu.
"Yaudah yokk kita pulang bang, udah malem entar kita di omelin sama Bundahara," ajak Keila yang mulai melepaskan pelukan nya dan berdiri tapi di tahan oleh Kenzi. Keila menatap Kenzi seakan mencari jawaban akan hal itu.
"Abang mohon jangan kasih tau sama ayah dan juga bunda yah. Abang ngga mau liat mereka sedih, cukup kita aja yang tau. Please," mohon Kenzi kepada Keila, gadis itu pun hanya mengangguk yang berarti dia menyetujui nya.
__ADS_1
Itulah saat terakhir bagi Kenzi untuk menjalin hubungan dengan perempuan, sejak saat itu Kenzi tidak percaya akan yang nama nya cinta, bagi Kenzi cinta hanya lah omong kosong!..
Ok lanjut...
Saat ini Keila telah selesai dengan ritual mandinya dan bergegas menuju meja makan yang ternyata disana telah ada Bunda, Ayah dan juga abang lucknud nya itu.
"Yaelah lama banget mandinya dek, abang udah ngiler dari tadi liatin makanan buatan bunda ini," ucap Kenzi yang melihat Keila menarik kursi untuk duduk.
"Ya mon maap bang, biasalah orang cantik kalo mandi ya pastinya lama dong, kalo cepet mandi bebek namanya, kayak abang kalo mandi hahaha," ejek Keila kepada Kenzi saat Kenzi ingin menjawab langsung di potong oleh Bunda.
"Ehk udah dong berantemnya katanya tadi laper?" potong Bunda Astrid kepada kedua anaknya sambil menuangkan nasi dan lauk.
"Nih yah kalo bukan karna abang udah ngga bisa nahan masakan bunda, udah adu mulut kita sekarang," kata Kenzi sambil melahap makanan dengan porsi yang sangat buanyak.
"Nyenyenyenye apakah di wajah Keila terlihat peduli, oh tentu tidak maemunah!" balas Keila, kenzi hanya terdiam menangapinya.
Skip..
makanan pun telah habis Bunda dan Keila tengah membersihkan piring di dapur. Sedangkan Ayah Nando dan Kenzi tengah menonton acara televisi yang pastinya sepak bola kesukaan mereka berdua.
Setelah dirasa sudah selesai membersihkan piring, Leila dan Bunda Astrid melangkahkan kaki menuju ruang tamu sambil membawa beberapa Cemilan untuk kedua manusia yang tengah asik adu mulut tentang acara televisi.
"Wah wah wah asik bener liat nya, sampek ngga liat ke belakang kalo ada Bunda sama Keila hmm," ucap Bunda Astrid sambil duduk di sofa yang diikuti oleh Keila.
"Ho'ho bener banget, bang nih Keila bawa'in cemilan super duper pedes buat abang kesayangan Keila ini," kata Keila seraya memberikan sebungkus cemilan kepada Kenzi.
"Tumben lu baek kek gini, kesambet mbak kunti yang ada di pohon deket rumah sebelah yakk," curigs Kenzi sambil membuka dan mengunyah cemilan tersebut.
"Ehh sembarangan kalo ngomong, Keila mah emang udah dari bayi baik nya! Cuman abang aja yang kagak tahu wlekk," sinis Keila sambil mengeluarkan lidah nya.
"Udah-udah berantemnya, nggak di sini nggak di meja makan berantem mulu," potong Ayah Nando dan di angguki oleh Kenzi dan juga Keila.
Selang beberapa menit Keila teringat tentang ucapan Kenzi, dimana Kenzi mengatakan ada yang orang tua nya ingin bicarakan.
"Hiya yah, bun kata bang Kenzi kalian mau bicara hal yang penting yah? Mau bicara apa emang nya," tanya Keila kepada orang tuanya dan menatap mereka secara bergantian.
"Bener tuh, Kenzi juga kepo tau, emang mau bicara apa si," potong Kenzi.
"Jadi gini sebenernya Ayah sama Bunda mau ngomongin sesuatu dan Ayah harap kalian setuju akan hal ini," jawab Ayah Nando kepada anak nya dan di angguki oleh Kenzi dan juga Keila.
"Sebenernya besok lusa kita bakal pindah ke Jakarta buat nerusin perusahaan Ayah yang lagi sukses di sana, Ayah harap kalian setuju akan hal ini," ungkap Ayah Nando.
Kenzi dan Keila tampak binggung harus menjawab apa, di lain sisi mereka sangat senang karna keluarga nya kini menjadi keluarga yang sukses tetapi di lain sisi juga mereka tak ingin meninggal kan kota dan rumah kelahiran nya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Kira-kira mereka bakal jawab apa yah? Penasaran ngga? Tunggu di part selanjutnya ok!!